MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 09 Agustus 2018 09:19
Positif, Rahmat Penjual Balon Memang Korban Pemukulan

Kasusnya Sedang Ditangani P2TP2A (sub)

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kasus Rahmat Hidayat sedang ditangani P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Banjarmasin. Dugaan bahwa bocah 14 tahun itu merupakan korban tindak kekerasan ternyata benar.

Rahmat putus sekolah saat menginjak kelas VI SD. Dia kemudian berdagang balon mainan di perempatan Jalan HKSN, samping kantor Kecamatan Banjarmasin Utara. Dari pengakuannya, Rahmat dituntut bekerja. Jika malas, dia dipukul sang ayah tiri.

"Ayahnya pemabuk. Bekerja serabutan. Bukan hanya untuk membayar sewa kontrakan rumah. Untuk merokok pun minta sama anaknya," kata Tim Manajerial Kasus P2TP2A Banjarmasin, Akhmadi, kemarin (8/8) saat ditemui di pusat pengaduan di Jalan Ahmad Yani kilometer 2,5.

Pengakuan ini serupa dengan kesaksian guru-gurunya semasa Rahmat masih bersekolah di SDN Kuin Utara 4, Jalan Kuin Utara. Bahwa pernah terlihat benjolan seperti bekas tindak kekerasan pada tubuh Rahmat.

Ibu kandung Rahmat juga sudah dipanggil P2TP2A. Cerita sebenarnya kemudian terungkap. Memang benar, Rahmat pernah dipukuli suaminya. Kasus itu kemudian dilaporkan ke mapolsek setempat. Hingga pelaku sempat ditahan selama sepekan.

Belakangan, berkat tekanan dari keluarga besar, berkas gugatan dicabut. Suaminya kembali bebas dan kasus itu pun menguap. "Jadi dugaan bahwa Rahmat adalah korban tindak kekerasan itu benar adanya," imbuhnya.

Sekarang, P2TP2A sedang mengupayakan pertemuan dengan ayah Rahmat. "Kalau menolak pemanggilan, kami yang akan mendatanginya," tegas Akhmadi yang juga menjabat sebagai Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPPA Banjarmasin tersebut.

Dari hasil rapat sementara, ditetapkan dua jalan keluar. Pertama, Rahmat direkomendasikan untuk tinggal di panti asuhan. Agar bisa menikmati masa bermain dan fokus bersekolah. Tanpa harus ditekan untuk mencari nafkah.

Ini juga demi memberi lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan Rahmat. "Kami sudah berkali-kali menegaskan kepada ibunya. Peran mencari nafkah ini bukan tugas Rahmat. Saat kami tawarkan agar Rahmat tinggal di panti asuhan. Dia oke-oke saja," jelasnya.

Kedua, P2TP2A sedang menimbang-nimbang untuk meneruskan kasus ayah tiri Rahmat pada Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polresta Banjarmasin. Tujuannya, agar cerita pemukulan tak berulang. "Kasusnya berat. Kami tak berani ambil risiko. Ayahnya harus diberi efek jera," tukasnya.

Sedangkan untuk nasib pendidikannya, P2TP2A menjalin kerjasama dengan Yayasan Bunga Bangsa. Hasilnya, Rahmat diminta meneruskan pendidikan lewat program Paket A.

Yang agak rumit, Rahmat tampaknya sudah terbiasa mencari uang. "Ada dugaan lain, bahwa Rahmat memang dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi oleh keluarga. Sekali lagi itu baru sebatas dugaan," pungkas Akhmadi.

Diwartakan sebelumnya, Rahmat yang tinggal di Kuin Cerucuk, menjadi viral di media sosial. Kisahnya menuai simpati warga. Sempat ramai lantaran kisahnya dianggap hasil karangan belaka.

Dari hasil wawancara bersama Radar Banjarmasin, terungkap kisah lain. Dia bekerja bukan sekadar untuk membantu ekonomi keluarganya. Melainkan karena takut dipukuli sang ayah tiri. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:05

Lima Pelaku Pencuri Sarang Walet Digulung Aparat Polres Tapin

RANTAU - Polres Tapin berhasil mengungkap sindikat pembobolan sarang burung walet di Desa Sabah, …

Kamis, 16 Agustus 2018 11:59

Polres Tanbu Bekuk 15 Tersangka Narkoba

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu berhasil membekuk 15 tersangka pelaku kejahatan narkotika. Dua diantaranya…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:56

Hasil Operasi Antik Intan 2018, 240 Kasus Diungkap Polda Kalsel

BANJARMASIN – Kalimantan Selatan (Kalsel) nampaknya masih menjadi ladang  bagi para bandar…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:54

Dianggap Tak Layak, Helm Tukang Ojek Ditarik

BANJARMASIN - Hari Polisi Wanita Nasional (Polwan) yang ke 70 sebentar lagi tiba. Biasanya berbagai…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:57

Operasi Antik Polres HSU Ungkap Kasus Sabu-Sabu Senilai Rp 100 Juta

AMUNTAI - Selama operasi antik 2018 yang dimulai dari tanggal 26 Juli sampai 8 Agustus 2018 ini, di…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:44

Kasus Narkotika di Balangan Meningkat

PARINGIN – Selama masa Operasi Antik Intan 2018 pada 26 Juli – 10 Agustus tadi, Polres Balangan…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:39

Polres Tabalong Blender 264,18 Gram Sabu

TANJUNG - Sebanyak 6 kantung dan 55 paket sabu-sabu dengan total berat 264,18 gram hasil tanggapan Polres…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:45

Operasi Antik 2018 di HSS Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Operasi Antik 2018 Menurun Dibandingkan Tahun Lalu KANDANGAN – Dua pekan melakukan Operasi Antik…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

22 Tersangka Pengedar Narkoba Buat Kapolres Tabalong Miris

TANJUNG - Kapolres Tabalong AKBP Hardiono miris terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Tabalong. Pasalnya,…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:46

Operasi Antik Polres Tapin, Amankan 17 Pelaku

RANTAU - Selama operasi antik 2018 yang dimulai dari tanggal 26 Juli sampai 8 Agustus, l Polres Tapin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .