MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 09 Agustus 2018 09:19
Positif, Rahmat Penjual Balon Memang Korban Pemukulan

Kasusnya Sedang Ditangani P2TP2A (sub)

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kasus Rahmat Hidayat sedang ditangani P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Banjarmasin. Dugaan bahwa bocah 14 tahun itu merupakan korban tindak kekerasan ternyata benar.

Rahmat putus sekolah saat menginjak kelas VI SD. Dia kemudian berdagang balon mainan di perempatan Jalan HKSN, samping kantor Kecamatan Banjarmasin Utara. Dari pengakuannya, Rahmat dituntut bekerja. Jika malas, dia dipukul sang ayah tiri.

"Ayahnya pemabuk. Bekerja serabutan. Bukan hanya untuk membayar sewa kontrakan rumah. Untuk merokok pun minta sama anaknya," kata Tim Manajerial Kasus P2TP2A Banjarmasin, Akhmadi, kemarin (8/8) saat ditemui di pusat pengaduan di Jalan Ahmad Yani kilometer 2,5.

Pengakuan ini serupa dengan kesaksian guru-gurunya semasa Rahmat masih bersekolah di SDN Kuin Utara 4, Jalan Kuin Utara. Bahwa pernah terlihat benjolan seperti bekas tindak kekerasan pada tubuh Rahmat.

Ibu kandung Rahmat juga sudah dipanggil P2TP2A. Cerita sebenarnya kemudian terungkap. Memang benar, Rahmat pernah dipukuli suaminya. Kasus itu kemudian dilaporkan ke mapolsek setempat. Hingga pelaku sempat ditahan selama sepekan.

Belakangan, berkat tekanan dari keluarga besar, berkas gugatan dicabut. Suaminya kembali bebas dan kasus itu pun menguap. "Jadi dugaan bahwa Rahmat adalah korban tindak kekerasan itu benar adanya," imbuhnya.

Sekarang, P2TP2A sedang mengupayakan pertemuan dengan ayah Rahmat. "Kalau menolak pemanggilan, kami yang akan mendatanginya," tegas Akhmadi yang juga menjabat sebagai Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPPA Banjarmasin tersebut.

Dari hasil rapat sementara, ditetapkan dua jalan keluar. Pertama, Rahmat direkomendasikan untuk tinggal di panti asuhan. Agar bisa menikmati masa bermain dan fokus bersekolah. Tanpa harus ditekan untuk mencari nafkah.

Ini juga demi memberi lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan Rahmat. "Kami sudah berkali-kali menegaskan kepada ibunya. Peran mencari nafkah ini bukan tugas Rahmat. Saat kami tawarkan agar Rahmat tinggal di panti asuhan. Dia oke-oke saja," jelasnya.

Kedua, P2TP2A sedang menimbang-nimbang untuk meneruskan kasus ayah tiri Rahmat pada Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polresta Banjarmasin. Tujuannya, agar cerita pemukulan tak berulang. "Kasusnya berat. Kami tak berani ambil risiko. Ayahnya harus diberi efek jera," tukasnya.

Sedangkan untuk nasib pendidikannya, P2TP2A menjalin kerjasama dengan Yayasan Bunga Bangsa. Hasilnya, Rahmat diminta meneruskan pendidikan lewat program Paket A.

Yang agak rumit, Rahmat tampaknya sudah terbiasa mencari uang. "Ada dugaan lain, bahwa Rahmat memang dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi oleh keluarga. Sekali lagi itu baru sebatas dugaan," pungkas Akhmadi.

Diwartakan sebelumnya, Rahmat yang tinggal di Kuin Cerucuk, menjadi viral di media sosial. Kisahnya menuai simpati warga. Sempat ramai lantaran kisahnya dianggap hasil karangan belaka.

Dari hasil wawancara bersama Radar Banjarmasin, terungkap kisah lain. Dia bekerja bukan sekadar untuk membantu ekonomi keluarganya. Melainkan karena takut dipukuli sang ayah tiri. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 18:34
Breaking News

5 Rumah di Tanah Laut Diterjang Puting Beliung

TANAH LAUT --Waarga Jalan Pembangunan RT 8 Desa Sungai Rasau Kecamatan Bumi Makmur di kejutkan dengan…

Minggu, 21 Oktober 2018 16:11

Kasihannya ae..! Baru Dipanen 10 Ton Padi Terbakar

MARABAHAN - Musibah memang tidak kenal waktu. Baru mengadakan selamatan dirumahnya, Ijun (40) warga…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:10

Subuh Hilang, Pagi Ditemukan Mengapung

BANJARMASIN -Warga Alalak Selatan, Banjarmasin Utara mendadak gempar. Sesosok jasad ditemukan mengapung…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .