MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 11 Agustus 2018 08:57
Pemko: Pelabuhan Mantuil Dibuka untuk Investor Asing

Perlu Rp10 Triliun untuk Seribu Hektare

KOTA PERDAGANGAN: Tak jauh dari Pelabuhan Trisakti, pemko dan Pelindo sepakat mengembangkan Kawasan Terpadu Industri dan Pelabuhan Mantuil. Ini bakal meneguhkan status Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemko dan Pelindo menyeriusi pengembangan industri dan pelabuhan di Mantuil, Banjarmasin Selatan. Dalam jangka panjang, kawasan seluas seribu hektare itu bakal menelan investasi hingga Rp10 triliun. Atau setara dengan delapan kali lipat dari APBD pemko sekarang.

Dengan nominal sebesar itu, Mantuil terbuka atas kehadiran investor nasional dan asing. Sejumlah investor dikabarkan sudah menjajaki kemungkinan untuk menanamkan modal di Banjarmasin. Dari Seoul, Dubai dan terbaru dari Singapura.

"Kemarin, investor dari Dubai mau ke Banjarmasin. Tapi kemudian menunda kunjungannya. Kabar terakhir dari Pelindo, adalagi investor dari Singapura yang menyatakan ketertarikan," kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Kemarin (9/8) di Balai Kota, perwakilan PT Pelindo III Cabang Banjarmasin dan wali kota bertemu. Menindaklanjuti MoU (nota kesepahaman) yang telah diteken Direktur Utama PT Pelindo pada April lalu.

Keduanya sepakat membentuk tim teknis gabungan. Yang akan merincikan eksekusi rencana besar tersebut. "Jadi pertemuan tadi semacam kick off. Untuk rentetan rapat teknis berikutnya. Pelindo menunjukkan keseriusan," imbuhnya.

Lantas, apa yang dikerjakan sekarang? Pertama, pemko dituntut mengamankan lahan seluas 400 hektare di Mantuil untuk pengembangan pelabuhan. "Dimana 200 hektare-nya adalah ring satu proyek ini," jelas Ibnu.

Kedepan, kawasan itu terus diperluas hingga 1.000 hektare. Pelindo akan membangun pelabuhan. Sedangkan pemko kebagian porsi pengembangan kawasan di sekitar pelabuhan. Dengan tajuk Mantuil Integrated Industrial and Port Estate. Atau Kawasan Terpadu Industri dan Pelabuhan Mantuil.

"Disebut terpadu karena di situ bukan hanya ada pelabuhan. Ada pergudangan dan industri manufaktur. Semuanya harus berstandar internasional. Ini penting untuk menegaskan visi Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa," tegas Ibnu.

Pertanyaan sekarang, apakah pemko sanggup menyediakan lahan seluas itu? Dengan optimis, Ibnu memastikan permintaan itu tidaklah mustahil. "Kawasan itu masih lempang, masih kosong," ujarnya.

Kedua, pemko sedang mengerjakan revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Kawasan seribu hektare itu akan dikuningkan. Dari semula zona untuk uang terbuka hijau.

Dimana persisnya kawasan itu? Pada era kejayaan industri plywood, masyarakat sering menyebutnya sebagai kawasan eks Gunung Meranti.

Ketiga, setelah tim teknis terbentuk, rencana induk pelabuhan milik Pelindo dengan masterplan milik pemko akan dilebur. Ibnu memastikan, anggaran untuk penyusunan masterplan dialokasikan tahun depan.

"Trisakti adalah pelabuhan kedua dengan aktivitas terpadat di Indonesia. Hanya kalah dari Surabaya (Tanjung Perak). Jika ini terwujud, bakal sangat besar," pungkasnya.

Sementara itu, Region Manager of Engineering PT Pelindo III Regional Kalimantan, Syaiful Arif mengatakan, kedatangan mereka untuk memastikan komitmen antara kedua belah pihak. "Dirut kami sudah meneken MoU. Pengembangannya barengan. Pelindo yang mengerjakan pelabuhan. Dan pemko yang menggarap kawasan industri terpadunya," ujarnya.

Ditanya kapan proyek itu dimulai, Syaiful enggan merincikan. "Saya pikir, detailnya lebih baik menunggu dari tim teknis. Sementara itu dulu yang bisa saya jelaskan," tukasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*