MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 14 Agustus 2018 10:21
MANTAP..! Komplotan Pencuri Baterai BTS Diringkus
TERTUNDUK: Sembilan pelaku pencurian battery Base Transceiver Station (BTS), hanya bisa tertunduk saat pers rilis di Mapolres Banjarbaru, Senin (13/8) kemarin. | Foto: Ahmad Mubarak/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Polres Banjarbaru bersama tim gabungan Polsek-polsek, berhasil meringkus pencuri baterai Base Transceiver Station (BTS). Yang meresahkan pemilik BTS, seperti Telkomsel. Tidak tanggung-tanggung, pelaku yang diringkus sebanyak 9 orang.

Masing-masing pelaku berinisial MN, S, HY, M, H, L, A, M dan MH. Para tersangka ditangkap Jumat (10/8) kemarin, di tempat kontrakan dan rumah masing-masing. “Dari tersangka kami mendapatkan barang bukti 20 baterai hasil curian, dua linggis, satu gunting besar pemotong besi, serta 2 mobil pikap,” kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, dalam jumpa pers di Mapolres Banjarbaru, Senin (13/8) kemarin.

Dia mengungkapkan, sembilan pelaku pencurian ditahan di dua polsek berbeda, karena tempat perkara pencurian berbeda. Enam pelaku ditahan Polsek Banjarbaru Kota dan tiga pelaku lagi ditahan Polsek Banjarbaru Barat.

“Barang hasil curian akan dijual pelaku ke Jawa,” ujar Kelana Jaya.

Menurut Kelana Jaya, pencurian bisa juga terjadi karena adanya permintaan dari pembeli dan pihaknya akan mendalami kemungkinan itu. “Para pencuri akan dijerat pasal 363 KUHP, dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” ujar Kelana.

Dalam melakukan aksinya, pelaku merencanakan dengan matang, mulai dari menentukan target, mengawasi daerah sekitar BTS, sampai waktu pencurian yang aman. “Biasa pelaku beraksi malam hari. Ada 10 BTS yang berhasil mereka sikat,” ujarnya.

Beberapa baterai sudah berhasil mereka jual, dengan harga Rp1,7 juta per unit. “Hasil penjualan sudah habis pelaku,” cerita Kelana Jaya.

Dari sembilan pelaku ini, menurut Kelana tidak ada yang menjadi otak pencurian. Mereka hanya bersepakat untuk bekerja sama.

Sementara itu, H seorang pelaku yang mengaku warga Gambut, mengaku baterai dijual kiloan. Seharga Rp35 ribu/kilogram. Dari hasil curian pada 25 Juli lalu, H mengaku tiap orang mendapat bagian Rp4 juta. (mr-152/al/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*