MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 14 Agustus 2018 12:49
Mahathir Muhammad, Siswa asal Tanah Laut yang Berhasil Juara Rubik Pakai Kaki

10 Besar di 2017, Medali Emas di 2018

JUARA: Mahathir Muhammad meraih medali emas World Cube Association Speedcubbing Competition 2018. | Foro: Ardian Hairiansyah

PROKAL.CO, Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tanah Laut (MAN ICT) ini tergolong luar biasa. Dia berhasil menjadi juara pada kejuaraan rubik internasional di Surabaya. Dia menyusun rubik dengan kakinya.

Adalah Mahathir Muhammad. Putra pasangan Zainal Ilmi dan Herlinawaty itu berhasil mengungguli 100 peserta lain, dari Indonesia, Amerika Serikat serta Selandia Baru dalam Kompetisi World Cube Association Speedcubbing Competition 2018 di Ciputra World Surabaya, Minggu (12/8).

 

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Komunitas Rubik Indonesia atau NSA (Nusantara Speedcubing Community) dan didukung oleh WCA (World Cube Association) itu merupakan kompetisi rubik nasional dan terakbar di Indonesia. Mahathir meraih medali emas pada kategori 3x3 with feet atau menyusun rubik menggunakan kaki dan medali perunggu untuk kategori Square 1.



Sebelumnya Mahathir juga pernah pernah ikut lomba yang sejenis pada tahun 2017. Saat itu ia hanya masuk 10 besar dari 100 orang peserta lain. Tentu, belajar dari pengalaman tersebut, Mahathir terus berusaha untuk memperbaiki peringkat dan mencari informasi lomba rubik lain dengan bantuan internet. “Setelah mendapat persetujuan dari madrasah, lalu saya mendaftar,” ujar Mahathir.


Mahathir menggeluti permainan rubik sejak duduk di bangku SD dan terus berlatih secara otodidak untuk meningkatkan speed saat menyusun rubik. "Saya juga belajar dengan menonton video dari para pemain rubik dunia yang telah memenangkan banyak kejuaraan," katanya.


Kepala MAN ICT Kalimantan Selatan Hilal Najmi merasa bangga dengan siswanya itu. Hilal berharap, prestasi Mahathir dalam lomba World Cube Competition dapat diikuti siswa lain.

"Karena pihak sekolah konsisten mendukung pengembangan seluruh minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa, sebab setiap siswa memiliki bakat serta potensi yang berbeda-beda," tutupnya.(ard/ij/bin)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .