MANAGED BY:
RABU
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57
Tua dan Muda Menjaga Marwah Musik Melayu Banjar

Setengah Jam Bersama Banua Raya Symphony

MENGHIBUR: Penampilan Banua Raya Symphony dalam Festival Karasminan Banua Seribu Sungai di Taman Budaya Kalsel, Senin malam. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, SEPEKAN penuh, Taman Budaya Kalsel riuh oleh Festival Karasminan Banua Seribu Sungai. Banua Raya Symphony kebagian tampil pada Senin (13/8) malam, di Panggung Terbuka Bakhtiar Sanderta.

Berdiri sejak April 2016, inilah satu-satunya band yang setia menganut aliran Dendang Melayu Banjar. Beberapa pentolannya merupakan seniman ternama di Banjarmasin. Sebut saja Julak Larau alias Mukhlis Maman. Dan Novyandi Saputra dari NSA Project.

Banua Raya Symphony tampil memukau. Jika ada yang kurang, konser itu tanggung. Lantaran durasi penampilannya hanya setengah jam. Penonton mulai "panas", ternyata sudah keburu memasuki lagu terakhir.

Namun, waktu yang singkat itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Banua Raya Symphony terbukti piawai dalam memilih daftar lagu yang dimainkan. Dari yang ceria, perih mendayu-dayu, hingga yang romantis. Dari yang berisi petuah hingga penuh ungkapan percintaan. 

Lagu pembuka adalah Salam Banua Raya Symphony, ciptaan Mukhlis Maman. Dilanjutkan Dhaif, ciptaan Anang Ardiansyah, maesto Musik Banjar. Lalu berturut-turut lagu melayu lama ciptaan anonim. Seperti Empat Dara, Dosa dan Siksa dan Mengikat Janji. Semuanya sudah diaransemen ulang.

Favorit penulis adalah Dhaif. Lagu religius itu bertempo pelan. Liriknya penuh dengan kerinduan, "Wahai nabi, wahai rasul penghabisan. Hari ini ulun datang. Ya salam".

Band ini kukuh memegang prinsip bahwa bermusik tak mengenal umur. Punya 19 personil dari yang belia hingga renta. Namun, malam itu hanya 13 personil yang diboyong. Beberapa tak bisa tampil karena kesibukan pekerjaan.

Ada empat vokalis dan sembilan pemusik yang tampil. Instrumennya dari yang tradisional sampai modern. Macam gendang, gambus, akordion, biola dan gitar bas.

"Band ini dihuni tiga generasi. Melintasi berbagai zaman. Tapi disatukan oleh satu niat yang sama; mengangkat marwah musik Melayu Banjar yang sanggup menantang selera musik kontemporer," tegas Masdar Hidayat, 40 tahun, gitaris.

Banua Raya Symphony berada di bawah naungan Balai Pusat Kajian Budaya Banjar. Mereka sudah tampil di berbagai kota. Pernah diundang ke Kanada dan Amsterdam. "Maksudnya Kandangan Dalam dan Amuntai Selatan Terus ke Dalam," selorohnya tertawa.

Lalu, apa bedanya Dendang Melayu Banjar dengan Dendang Melayu pada umumnya? Masdar menjawab, ada dua kriteria. Pertama, liriknya harus berbahasa Banjar. "Bukan berbahasa Indonesia seperti musik melayu kebanyakan," jelasnya.

Kedua, ada nada-nada yang berbeda. Berkat sentuhan dari alat musik Gendang Banjar dan Panting. "Sekitar 3/4 iramanya kami ubah ke musik Banjar," imbuhnya.

Jika ada yang terasa kurang, mereka belum merilis satu album utuh. Semisal dalam rilisan fisik seperti CD. "Sejujurnya, kami sudah punya daftar lagu yang cukup untuk menjadi sebuah album. Tapi karena kesibukan masing-masing personil, jadi terbengkalai," akunya.

Di luar bermusik, masing-masing personil memang memiliki kesibukan tersendiri. Tak mudah mengumpulkan mereka untuk latihan. Masdar sendiri bekerja di instansi pemerintahan. Sedangkan sang vokalis, Ria Anggraini adalah seorang vokalis freelance.

Perempuan 26 tahun itu sosok yang menarik. Dengan usianya yang masih muda, Ria mengaku tak pernah bisa menikmati musik kontemporer. Semisal pop atau rock.

Praktis, Ria tidak pernah serius bermusik sebelum mengenal Dendang Melayu Banjar. "Saya mulai fokus menyanyi setelah bergabung di sini. Entahlah, saya tak pernah bisa menikmati musik modern. Kurang mengena di hati," ujarnya.

Ambil perbandingan dengan musik dangdut. Dari cara bernyanyi, keduanya sama-sama mengenal istilah cengkok. "Jelas berbeda. Cengkok pada Dendang Melayu Banjar lebih halus. Tidak sevulgar milik dangdut," pungkas Ria. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 14:41
PT Arutmin Indonesia

Bupati Tanbu Resmikan Rumah Tahfiz Arutmin

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor meresmikan rumah…

Selasa, 23 Juli 2019 14:37
Parlementaria

Legislatif-Eksekutif Sepakati KUA dan PPAS 2020

PARINGIN – Rapat paripurna ke 19 masa sidang kedua tahun…

Selasa, 23 Juli 2019 10:04

Enam Hari "Banyu Mati" di Banjarmasin, Inilah Wilayah yang Terdampak

BANJARMASIN - PDAM Bandarmasih mulai bersiaga. Memasuki kemarau, Banjarmasin kerap…

Selasa, 23 Juli 2019 09:49

Makin Bikin Betah, 'Perpus Palnam' Tuai Pujian Pengunjung

BANJARMASIN - Apa yang dilakukan SMA IT Ukhuwah Banjarmasin ini…

Selasa, 23 Juli 2019 09:19
Pemkab Tanah Bumbu

Kabupaten Layak HAM Disosialisasikan

BATULICIN - Bagian Hukum Setda mengadakan Sosialisasi Kabupaten Layak Hak…

Selasa, 23 Juli 2019 09:18

Pemkab Ramaikan Festival Banjar 2019

BATULICIN - Pemkab Tanbu menampilkan produk unggulan dari industri Usaha…

Selasa, 23 Juli 2019 09:15
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Membuka Harganas Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor menghadiri sekaligus membuka…

Selasa, 23 Juli 2019 09:13
Pemko Banjarbaru

Fungsikan KIA Layaknya ATM

BANJARBARU - Disdik Kota Banjarbaru punya banyak rencana dengan kehadiran…

Selasa, 23 Juli 2019 09:10
Pemko Banjarbaru

Salat Subuh Berjamaah Bersama Syekh Hisyam Al-Kamil Hamid As-Syafi’i

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah menghadiri dan…

Selasa, 23 Juli 2019 08:46

Kecewa Saat Bertemu Grab dan Go-Car, Driver Online: Mereka 'Enggak Nyambung'

BANJARMASIN - Buntut unjuk rasa driver online, kemarin (22/7) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*