MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57
Tua dan Muda Menjaga Marwah Musik Melayu Banjar

Setengah Jam Bersama Banua Raya Symphony

MENGHIBUR: Penampilan Banua Raya Symphony dalam Festival Karasminan Banua Seribu Sungai di Taman Budaya Kalsel, Senin malam. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, SEPEKAN penuh, Taman Budaya Kalsel riuh oleh Festival Karasminan Banua Seribu Sungai. Banua Raya Symphony kebagian tampil pada Senin (13/8) malam, di Panggung Terbuka Bakhtiar Sanderta.

Berdiri sejak April 2016, inilah satu-satunya band yang setia menganut aliran Dendang Melayu Banjar. Beberapa pentolannya merupakan seniman ternama di Banjarmasin. Sebut saja Julak Larau alias Mukhlis Maman. Dan Novyandi Saputra dari NSA Project.

Banua Raya Symphony tampil memukau. Jika ada yang kurang, konser itu tanggung. Lantaran durasi penampilannya hanya setengah jam. Penonton mulai "panas", ternyata sudah keburu memasuki lagu terakhir.

Namun, waktu yang singkat itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Banua Raya Symphony terbukti piawai dalam memilih daftar lagu yang dimainkan. Dari yang ceria, perih mendayu-dayu, hingga yang romantis. Dari yang berisi petuah hingga penuh ungkapan percintaan. 

Lagu pembuka adalah Salam Banua Raya Symphony, ciptaan Mukhlis Maman. Dilanjutkan Dhaif, ciptaan Anang Ardiansyah, maesto Musik Banjar. Lalu berturut-turut lagu melayu lama ciptaan anonim. Seperti Empat Dara, Dosa dan Siksa dan Mengikat Janji. Semuanya sudah diaransemen ulang.

Favorit penulis adalah Dhaif. Lagu religius itu bertempo pelan. Liriknya penuh dengan kerinduan, "Wahai nabi, wahai rasul penghabisan. Hari ini ulun datang. Ya salam".

Band ini kukuh memegang prinsip bahwa bermusik tak mengenal umur. Punya 19 personil dari yang belia hingga renta. Namun, malam itu hanya 13 personil yang diboyong. Beberapa tak bisa tampil karena kesibukan pekerjaan.

Ada empat vokalis dan sembilan pemusik yang tampil. Instrumennya dari yang tradisional sampai modern. Macam gendang, gambus, akordion, biola dan gitar bas.

"Band ini dihuni tiga generasi. Melintasi berbagai zaman. Tapi disatukan oleh satu niat yang sama; mengangkat marwah musik Melayu Banjar yang sanggup menantang selera musik kontemporer," tegas Masdar Hidayat, 40 tahun, gitaris.

Banua Raya Symphony berada di bawah naungan Balai Pusat Kajian Budaya Banjar. Mereka sudah tampil di berbagai kota. Pernah diundang ke Kanada dan Amsterdam. "Maksudnya Kandangan Dalam dan Amuntai Selatan Terus ke Dalam," selorohnya tertawa.

Lalu, apa bedanya Dendang Melayu Banjar dengan Dendang Melayu pada umumnya? Masdar menjawab, ada dua kriteria. Pertama, liriknya harus berbahasa Banjar. "Bukan berbahasa Indonesia seperti musik melayu kebanyakan," jelasnya.

Kedua, ada nada-nada yang berbeda. Berkat sentuhan dari alat musik Gendang Banjar dan Panting. "Sekitar 3/4 iramanya kami ubah ke musik Banjar," imbuhnya.

Jika ada yang terasa kurang, mereka belum merilis satu album utuh. Semisal dalam rilisan fisik seperti CD. "Sejujurnya, kami sudah punya daftar lagu yang cukup untuk menjadi sebuah album. Tapi karena kesibukan masing-masing personil, jadi terbengkalai," akunya.

Di luar bermusik, masing-masing personil memang memiliki kesibukan tersendiri. Tak mudah mengumpulkan mereka untuk latihan. Masdar sendiri bekerja di instansi pemerintahan. Sedangkan sang vokalis, Ria Anggraini adalah seorang vokalis freelance.

Perempuan 26 tahun itu sosok yang menarik. Dengan usianya yang masih muda, Ria mengaku tak pernah bisa menikmati musik kontemporer. Semisal pop atau rock.

Praktis, Ria tidak pernah serius bermusik sebelum mengenal Dendang Melayu Banjar. "Saya mulai fokus menyanyi setelah bergabung di sini. Entahlah, saya tak pernah bisa menikmati musik modern. Kurang mengena di hati," ujarnya.

Ambil perbandingan dengan musik dangdut. Dari cara bernyanyi, keduanya sama-sama mengenal istilah cengkok. "Jelas berbeda. Cengkok pada Dendang Melayu Banjar lebih halus. Tidak sevulgar milik dangdut," pungkas Ria. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 19:05

Sahbirin Dianugerahi Pena Hijau Award

BANJARBARU – Kebijakan gerakan revolusi hijau, menanam dan menanam untuk anak cucu kita yang dikeluarkan…

Senin, 22 Oktober 2018 18:40

Polemik Kenaikan UMP 2019: Buruh Mengeluh Pengusaha Menjerit

BANJARMASIN – Pemerintah memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2019 mendatang…

Senin, 22 Oktober 2018 18:38
Pemilu 2019

Banyak Warga Tercecer dari DPT Pemilu 2019

BANJARMASIN – Helmy tampak bingung. Namanya tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu…

Senin, 22 Oktober 2018 18:28

Pak Walikota, Jalan ini Lima Tahun Lebih tak Diperbaiki

BANJARBARU - Warga Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, mempertanyakan kinerja Pemko Banjarbaru…

Senin, 22 Oktober 2018 18:23

Relokasi Pasar Bauntung, Sekda Sebut Ada Provokator

BANJARBARU - Sekda Kota Banjarbaru Said Abdullah angkat bicara, terkait pro dan kontra rencana relokasi…

Senin, 22 Oktober 2018 16:14
Parlementaria Banjarbaru

Dewan Minta Tambah Sekolah Rujukan untuk Penyandang Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 diantaranya merupakan penyandang…

Senin, 22 Oktober 2018 16:13
Berita Banjarbaru

Walikota Imbau Warga Waspadai Peralihan Musim

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama wakilnya Darmawan Jaya Setiawan dan Kepala Bagian…

Senin, 22 Oktober 2018 16:11
Berita Tanah Bumbu

Melindungi Pekerja dan Pelaku Usaha

BATULICIN - Kepala Disnakertranskop dan UM Tanbu, Suhartoyo, mengatakan semua pekerjaan pasti ada resiko…

Senin, 22 Oktober 2018 16:05
Berita Tanah Bumbu

TNP2K Kunjungi Tanah Bumbu

BATULICIN - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dibawah Sekretariat Wakil Presiden…

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .