MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:58
Berbicara Bisnis dengan Pedagang Hewan Kurban Jelang Iduladha

Datangkan dari Madura, Jual Tak Pakai Medsos

SIGAP: Hakim, pekerja yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH) Banjarmasin, bersiap mengganti air minum sapi-sapi yang ditanganinya. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Hari raya Iduladha jadi momen paling ditunggu pedagang hewan kurban. Mereka menangguk keuntungan dari penjualan sapi dan kambing.Tak tanggung, omzetnya capai miliaran rupiah.

ENDANG dan WAHYU RAMADHAN, Radar Banjarmasin.

Wartawan yang menemui beberapa orang pedagang sapi kurban di Banjarmasin. Salah satunya adalah H Budi Wijaya. Pedagang sapi kurban ini mendatangkan sapi kurban dari Madura. Tak tanggung-tanggung jumlah sapi yang didatangkan musim kurban ini mencapai 300 ekor. “Alhamdulillah biasanya terjual semuanya,” kata Budi.

Dia mengatakan bisnis daging kurban adalah bisnis keluarga. Ada yang diserahi mengelola sapi potong yang dijual setiap hari kepada pedagang, ada juga yang mengelola sapi kurban.

Biasanya kata Budi sapaan akrab pria berkacamata ini, dia sengaja berangkat ke Madura beberapa bulan sebelumnya untuk memilih sendiri sapi-sapi yang akan didatangkan. Pasca Idulfitri, sapi-sapi ini dikirim dari Madura ke Banjarmasin. Setibanya di Banjarmasin, semua hewan itu langsung dikarantina oleh pihak berwenang untuk menjalani pemeriksaan. “Nanti sapi-sapi itu diberi surat keterangan kesehatan,” ujar pria kelahiran 2 April 1971 ini.

Berapa harga sapi yang dia jual?

Budi mengatakan harga bervariasi. Mulai harga Rp12,5 juta hingga puluhan juta. Tergantung besar kecilnya sapi. “Setiap tahun harga sapi memang naik, tapi tidak banyak, paling-paling Rp500 ribu, tidak terlalu mempengaruhi pasar,” ucapnya.

Cara pemasaran Budi pun tergolong cukup sederhana. Tidak lewat media sosial (medsos). Dia hanya menawarkan langsung kepada masyarakat yang akan melaksanakan kurban. Atau lewat telepon. Karena kebetulan usahanya sudah lebih dari 50 tahun, tentu banyak memiliki langganan.

Kalau langganan yang baru ada yang datang langsung ke kandang yang berada di Jalan Veteran Kompleks Al Anshar RT 29 Banjarmasin TImur maupun di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Banjarmasin Selatan. “Jualannya masih pakai cara tradisional, enggak lewat online,” ucapnya seraya tersenyum.

Ditanya berapa omzet yang bisa diraih, Budi hanya tersenyum. Namun jika diasumsikan harga sapi yang dijual rata-rata Rp15 juta, dikalikan 300 ekor. Total penjualan yang bisa diperoleh sekitar Rp4,5 miliar.

Hampir serupa dengan Budi, Suhidi juga mengaku sudah menyiapkan 30 ekor pada lebaran tahun ini. Setiap lebaran, pedagang hewan kurban ini selalu mengalami peningkatan permintaan. Banyaknya pembelian membuat harga sedikit dinaikan. Tapi tidak banyak. Hanya sekitar Rp500 ribu saja.

“Meski mengalami kenaikan, alhamdulillah sapi milik saya yang saya datangkan dari Madura habis terjual semua,” katanya.

Warga Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara ini mencontohkan, hewan kurban per ekor 210 kilo atau dengan berat daging 70 kilogram harganya pada tahun sebelumnya seharga Rp14 juta sekarang naik menjadi Rp14,5 juta. Begitu pula sapi yang beratnya 240 kilogram per ekor yang semula Rp15 juta menjadi Rp15,5 juta.

“Kenaikan itu lantaran banyaknya permintaan masyarakat yang ingin membeli hewan kurban,” ucapnya.

Selain Suhidi, ada pula Hakim. Hakim, bekerja di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH), Banjarmasin. Lelaki yang sudah bekerja selama lebih dari tiga tahun ini juga menuturkan pengalamannya terkait memelihara sapi.

Sembari menambah air minum untuk sapi-sapi di kandang, Hakim mengatakan bahwa para pekerja yang bergelut di dunia hewan berkaki empat dan bertenaga yang cukup besar seperti sapi, tentu pernah mengalami tendangan dan ditanduk.

“Ditendang, atau di seruduk itu sudah biasa. Sebenarnya, ada cara yang dipercaya cukup ampuh kalau mau mengobati,” ungkapnya, kepada Radar Banjarmasin, Senin (20/8) siang.

Caranya, sangat sederhana. Yakni dengan mengoles bekas tendangan atau tandukan sapi dengan air liur sapi. Menurut kepercayaan masyarakat atau pekerja di kawasan RPH, hal itu merupakan sebuah kepercayaan yang sudah mendarah daging.

“Boleh percaya, boleh juga tidak. Tapi, bagi saya pribadi yang cukup sering merasakannya, ‘obat tradisional’ itu cukup mujarab,” tuntasnya.

Di RPH Banjarmasin, harga sapi bervariasi. Mulai dari belasan hingga puluhan juta per ekor. Tergantung dengan berat sapi yang dijual. Sebagai contoh, untuk jenis sapi Limosin, dijual dengan harga sekitar Rp 50juta bahkan lebih. (gmp/war/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 19:05

Sahbirin Dianugerahi Pena Hijau Award

BANJARBARU – Kebijakan gerakan revolusi hijau, menanam dan menanam untuk anak cucu kita yang dikeluarkan…

Senin, 22 Oktober 2018 18:40

Polemik Kenaikan UMP 2019: Buruh Mengeluh Pengusaha Menjerit

BANJARMASIN – Pemerintah memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2019 mendatang…

Senin, 22 Oktober 2018 18:38
Pemilu 2019

Banyak Warga Tercecer dari DPT Pemilu 2019

BANJARMASIN – Helmy tampak bingung. Namanya tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu…

Senin, 22 Oktober 2018 18:28

Pak Walikota, Jalan ini Lima Tahun Lebih tak Diperbaiki

BANJARBARU - Warga Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, mempertanyakan kinerja Pemko Banjarbaru…

Senin, 22 Oktober 2018 18:23

Relokasi Pasar Bauntung, Sekda Sebut Ada Provokator

BANJARBARU - Sekda Kota Banjarbaru Said Abdullah angkat bicara, terkait pro dan kontra rencana relokasi…

Senin, 22 Oktober 2018 16:14
Parlementaria Banjarbaru

Dewan Minta Tambah Sekolah Rujukan untuk Penyandang Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 diantaranya merupakan penyandang…

Senin, 22 Oktober 2018 16:13
Berita Banjarbaru

Walikota Imbau Warga Waspadai Peralihan Musim

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama wakilnya Darmawan Jaya Setiawan dan Kepala Bagian…

Senin, 22 Oktober 2018 16:11
Berita Tanah Bumbu

Melindungi Pekerja dan Pelaku Usaha

BATULICIN - Kepala Disnakertranskop dan UM Tanbu, Suhartoyo, mengatakan semua pekerjaan pasti ada resiko…

Senin, 22 Oktober 2018 16:05
Berita Tanah Bumbu

TNP2K Kunjungi Tanah Bumbu

BATULICIN - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dibawah Sekretariat Wakil Presiden…

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .