MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:58
Berbicara Bisnis dengan Pedagang Hewan Kurban Jelang Iduladha

Datangkan dari Madura, Jual Tak Pakai Medsos

SIGAP: Hakim, pekerja yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH) Banjarmasin, bersiap mengganti air minum sapi-sapi yang ditanganinya. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Hari raya Iduladha jadi momen paling ditunggu pedagang hewan kurban. Mereka menangguk keuntungan dari penjualan sapi dan kambing.Tak tanggung, omzetnya capai miliaran rupiah.

ENDANG dan WAHYU RAMADHAN, Radar Banjarmasin.

Wartawan yang menemui beberapa orang pedagang sapi kurban di Banjarmasin. Salah satunya adalah H Budi Wijaya. Pedagang sapi kurban ini mendatangkan sapi kurban dari Madura. Tak tanggung-tanggung jumlah sapi yang didatangkan musim kurban ini mencapai 300 ekor. “Alhamdulillah biasanya terjual semuanya,” kata Budi.

Dia mengatakan bisnis daging kurban adalah bisnis keluarga. Ada yang diserahi mengelola sapi potong yang dijual setiap hari kepada pedagang, ada juga yang mengelola sapi kurban.

Biasanya kata Budi sapaan akrab pria berkacamata ini, dia sengaja berangkat ke Madura beberapa bulan sebelumnya untuk memilih sendiri sapi-sapi yang akan didatangkan. Pasca Idulfitri, sapi-sapi ini dikirim dari Madura ke Banjarmasin. Setibanya di Banjarmasin, semua hewan itu langsung dikarantina oleh pihak berwenang untuk menjalani pemeriksaan. “Nanti sapi-sapi itu diberi surat keterangan kesehatan,” ujar pria kelahiran 2 April 1971 ini.

Berapa harga sapi yang dia jual?

Budi mengatakan harga bervariasi. Mulai harga Rp12,5 juta hingga puluhan juta. Tergantung besar kecilnya sapi. “Setiap tahun harga sapi memang naik, tapi tidak banyak, paling-paling Rp500 ribu, tidak terlalu mempengaruhi pasar,” ucapnya.

Cara pemasaran Budi pun tergolong cukup sederhana. Tidak lewat media sosial (medsos). Dia hanya menawarkan langsung kepada masyarakat yang akan melaksanakan kurban. Atau lewat telepon. Karena kebetulan usahanya sudah lebih dari 50 tahun, tentu banyak memiliki langganan.

Kalau langganan yang baru ada yang datang langsung ke kandang yang berada di Jalan Veteran Kompleks Al Anshar RT 29 Banjarmasin TImur maupun di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Banjarmasin Selatan. “Jualannya masih pakai cara tradisional, enggak lewat online,” ucapnya seraya tersenyum.

Ditanya berapa omzet yang bisa diraih, Budi hanya tersenyum. Namun jika diasumsikan harga sapi yang dijual rata-rata Rp15 juta, dikalikan 300 ekor. Total penjualan yang bisa diperoleh sekitar Rp4,5 miliar.

Hampir serupa dengan Budi, Suhidi juga mengaku sudah menyiapkan 30 ekor pada lebaran tahun ini. Setiap lebaran, pedagang hewan kurban ini selalu mengalami peningkatan permintaan. Banyaknya pembelian membuat harga sedikit dinaikan. Tapi tidak banyak. Hanya sekitar Rp500 ribu saja.

“Meski mengalami kenaikan, alhamdulillah sapi milik saya yang saya datangkan dari Madura habis terjual semua,” katanya.

Warga Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara ini mencontohkan, hewan kurban per ekor 210 kilo atau dengan berat daging 70 kilogram harganya pada tahun sebelumnya seharga Rp14 juta sekarang naik menjadi Rp14,5 juta. Begitu pula sapi yang beratnya 240 kilogram per ekor yang semula Rp15 juta menjadi Rp15,5 juta.

“Kenaikan itu lantaran banyaknya permintaan masyarakat yang ingin membeli hewan kurban,” ucapnya.

Selain Suhidi, ada pula Hakim. Hakim, bekerja di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH), Banjarmasin. Lelaki yang sudah bekerja selama lebih dari tiga tahun ini juga menuturkan pengalamannya terkait memelihara sapi.

Sembari menambah air minum untuk sapi-sapi di kandang, Hakim mengatakan bahwa para pekerja yang bergelut di dunia hewan berkaki empat dan bertenaga yang cukup besar seperti sapi, tentu pernah mengalami tendangan dan ditanduk.

“Ditendang, atau di seruduk itu sudah biasa. Sebenarnya, ada cara yang dipercaya cukup ampuh kalau mau mengobati,” ungkapnya, kepada Radar Banjarmasin, Senin (20/8) siang.

Caranya, sangat sederhana. Yakni dengan mengoles bekas tendangan atau tandukan sapi dengan air liur sapi. Menurut kepercayaan masyarakat atau pekerja di kawasan RPH, hal itu merupakan sebuah kepercayaan yang sudah mendarah daging.

“Boleh percaya, boleh juga tidak. Tapi, bagi saya pribadi yang cukup sering merasakannya, ‘obat tradisional’ itu cukup mujarab,” tuntasnya.

Di RPH Banjarmasin, harga sapi bervariasi. Mulai dari belasan hingga puluhan juta per ekor. Tergantung dengan berat sapi yang dijual. Sebagai contoh, untuk jenis sapi Limosin, dijual dengan harga sekitar Rp 50juta bahkan lebih. (gmp/war/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .