MANAGED BY:
RABU
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 21 Agustus 2018 09:01
Satgas Mulai Kewalahan, Sudah Ribuan Hektare Lahan Terbakar

Banjarbaru-Tanah Laut Terata

SIAGA: Petugas Damkar dari Satpol PP Provinsi Kalsel yang juga instrumen dari Satgas Karhutla Kalsel saat melakukan pemadaman api di dekat area kantor Gubernur di Cempaka Banjarbaru, (17/8). | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Udara banua mulai dipekati kabut asap. Kabut yang mengancam kesehatan ini mulai terlihat siang dan malam seiring dengan semakin sulitnya mengendalikan kebakaran lahan di Kalimantan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kalsel menetapkan kebakaran lahan di kalsel sudah berstatus darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin mengakui pihaknya sedikit kesulitan. Api menyala di lahan-lahan yang sulit diakses oleh Satgas Darat Karhutla yang terdiri dari BPDB Kalsel, TNI, Polri, Damkar, relawan serta beberapa elemen kebencanaan lainnya. Jumlah lahan dan hutan yang terpapar kebakaran kini mencapai 1.080 hektar.

"Yang tertinggi ada di wilayah Banjarbaru yaitu 294 hektar kemudian disusul Tanah Laut 266 hektar," katanya saat ditemui wartawan di Posko Induk Satgas Karhutla di perkantoran Provinsi Kalsel di Cempaka Banjarbaru kemarin (20/8).

BPBD Kalsel sendiri akan mendatangkan tiga heli pengebom air untuk mengendalikan api. Satgas Karhutla d meminta sembilan buah heli untuk didatangkan menangani kebakaran lahan di Banua, tapi hanya tiga yang akan dikirim.

"Sesuai agenda tanggal 22 Agustus kita sudah diberi heli water bombing sebanyak tiga buah serta satu heli patroli dari pusat," tambahnya.

Dengan bergabungnya heli yang mampu memuntahkan ratusan liter air ini ke titik kebakaran, proses pengendalian api di area yang selama ini sulit dijangkau akan mudah.

"Wilayah seperti Tahura atau di gunung-gunung bisa di atasi dengan heli, karena kalau mengandalkan yang ada sangat sulit dan tidak maksimal," terangnya.

Terkait mulai menebalnya kabut asap di beberapa daerah seperti Guntung Manggis dan Landasan Ulin, Wahyuddin mengakuinya. Dia menengarai ada indikasi masyarakat yang membakar lahan selama beberapa waktu belakangan ini sehingga menyulut munculnya kabut asap. Dia juga tak menepis kemungkinan kabut asap kiriman dari daerah tetangga. "Dari yang saya baca di media Kalteng itu sudah kabut tebal, nah bisa saja kabutnya ke sini," ungkapnya.

Kendati demikian, Wahyuddin mengklaim kabut asap sudah mulai berkurang sejak Senin (20/8) pagi. "Saat operasi kemarin di daerah-daerah yang ada asapnya, subuh tadi (senin, red) sudah berkurang, karena daerah-daerah yang masih belum padam coba kita terus padamkan, mudah-mudahan selanjutnya bisa terus berkurang," harapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Banjarbaru sendiri juga dibuat bekerja ekstra untuk mengendalikan api yang semakin meluas setiap harinya. Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Harian BPDB Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami mengatakan beberapa hari terakhir ada peningkatan yang lumayan.

"Lokasinya sekitar Danau Caramin, Tambak Buluh, area belakang RS Idaman dan yang cukup besar hari ini di Guntung Damar dekat Bandara," katanya kepada wartawan usai ikut turun langsung ke lapangan untuk memadamkan api.

Nizam sendiri mengatakan bahwa perluasan ini terjadi karena dua hal. Yang pertama katanya adalah soal cuaca atau kondisi alam. Sedangkan yang kedua karena adanya tangan-tangan tidak bertanggungjawab yang menyebabkan kebakaran.

"Memang indikasinya ada dari faktor alam, tapi beberapa juga disinyalir kuat karena ulah manusia yang tidak bertanggungjawab saat memantik api," ungkapnya.

Dalam penanganan, Nizam tak menampik bahwa petugasnya mengalami sedikit kewalahan karena masifnya perluasan paparan api Karhutla ini.
"Memang agak kewalahan, tetapi Alhamdulillah tidak membuat lemah fisik dan psikologis petugas, soalnya kita juga saling berkoordinasi dengan Damkar serta Satgas Karhutla lain bila memang dibutuhkan," paparnya.(rvn/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 16:26

Sopir Tronton yang Langgar U Turn di Pal 29 jadi Tersangka, Ternyata Dia Warga Bekasi

BANJARBARU - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Banjarbaru pada…

Selasa, 23 Juli 2019 08:54

Sepuluh Rumah dan Kubah Dingin Hangus di Daha Selatan HSS

KANDANGAN – Warga Desa Pasungkan, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai…

Selasa, 23 Juli 2019 08:37

Pelajar Kelas 5 SD Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Besi Sungai Kuin

BANJARMASIN - Menghilangnya Muammar Khadafi terjawab sudah. Pelajar kelas V…

Selasa, 23 Juli 2019 08:26

KONI Banjarbaru Tersandung Dana Hibah, Nilainya Capai 6,7 Miliar Rupiah, Begini Penjelasan Pihak Terkait

BANJARBARU - Kejaksaan Negeri Banjarbaru memilih waktu yang spesial untuk…

Senin, 22 Juli 2019 12:36

Anak SD Berlarian, Gudang Penyimpanan Galam Terbakar

RANTAU - Begitu ada asap membubuk anak-anak sekolah dasar (SD)…

Senin, 22 Juli 2019 12:08

Diduga Balapan Liar di Pal 4, Enam Motor Diamankan

BANJARMASIN - Enam buah motor berbagai jenis milik diduga pembalap…

Senin, 22 Juli 2019 11:52

Jual Gas Melon Kemahalan, Marjuni Diamankan Aparat

AMUNTAI – Gara-gara menjual harga gas LPG 3 Kg melebihi…

Senin, 22 Juli 2019 11:12

Ngeri, Pelajar Pria Diduga Cabuli Bocah di Kotabaru

KOTABARU - Sabtu (20/7) tadi, dua sekawan bocah berusia lima…

Senin, 22 Juli 2019 10:10

Mengaku Polisi dengan Pistol Mainan, Begal ini Ditangkap

BANJARMASIN - Muhammad Rizki Ramadani alias Dani akhirnya diringkus. Selama…

Senin, 22 Juli 2019 06:52

Minibus Seruduk Truk Kontainer di Pal 29

BANJARBARU - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan A Yani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*