MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40
Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Wajan Warisan dan Gula Merah Ori

NIKMAT: Apam Batil ternyata tak cuma menarik perhatian pengunjung lokal. Wisatawan asing juga tertarik untuk mencobanya.

PROKAL.CO, Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak keren. Tapi untuk sampai ke meja makan Anda, selembar Apam Batil melalui perjuangan panjang nan berliku.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

FESTIVAL Budaya Pasar Terapung 2018 resmi dibuka kemarin (24/8) sore. Memasuki festival, pengunjung disambut Kampoeng Banjar. Yakni deretan stan beratapkan daun rumbia di atas Siring Nol Kilometer.

Stan-stan itu diisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari setiap kota dan kabupaten di Kalsel. Mereka berlomba untuk menampilkan yang terbaik. Dari kain tenun, kerajinan tangan, hingga kuliner khas.

Dan apa yang ditampilkan stan milik Pemko Banjarmasin? Banjarmasin dengan percaya diri menampilkan Apam Batil.

Orang sering terkecoh, menyamakannya dengan Serabi. Jelas berbeda. Sebab, Serabi mencampurkan santan ke dalam kuahnya. Sedangkan Apam Batil hanya mengandalkan gula merah yang dicairkan.

Lantas, apa istimewanya Apam Batil satu ini? Mengingat jajanan pasar ini mudah ditemukan. Pagi-pagi datang lah ke pasar tradisional. Hanya dengan beberapa ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati Apam Batil hangat.

Setelah menerima sepiring Apam Batil gratis dari stan ini, harus diakui, Apam Batil yang dimasak Mariyani ini tidak sembarangan.

Apam Batil biasanya punya satu kekurangan. Terlalu masam. Nah, olahan perempuan 43 tahun ini lebih hambar. Teksturnya juga lembut, tidak keras. Satu lagi, manis dari kuah gulanya terasa pas. Mariyani memang piawai!

"Saya sebenarnya pendatang baru di dunia Apam. Belum sampai setahun berjualan ini," ujarnya. Dia sekarang tinggal di Jalan AMD. Sedangkan warung apamnya berada di Jalan HKSN. Keduanya masih berada di kawasan Banjarmasin Utara.

Apam Batil ini diberi nama Apam MY. Nama itu diambil dari inisial Melly dan Yani. Yani adalah sapaan akrab Mariyani. Dan Melly adalah kakak iparnya yang sehari-hari membantu di warung.

Ditanya resep apamnya, Mariyani tak memiliki rahasia. Ceritanya juga asyik. Dia seorang perempuan ceria yang gemar melempar lelucon dan anekdot.

Pertama-tama adalah wajan. Mariyani tidak menggunakan wajan teflon. Dia memilih menggunakan wajan kuno. Wajannya terlihat aneh karena tidak bundar dan hanya memiliki satu pegangan.

"Ini sebenarnya kawah (wajan besar). Biasa dipakai orang kampung untuk memasak dalam jumlah besar. Misal pas kondangan atau selametan. Kenapa jadi kecil, karena sudah dipotong-potong," kisahnya.

Wajan ini dari besi padat. Warnanya gelap, berat dan permukaannya tidak mulus. Lubang-lubang kecil bertebaran. Seperti wajah remaja bekas jerawatan. "Itulah kenapa dinamai Apam Titil. Maksudnya ada titilan (berlubang-lubang)," tambahnya.

Dengan wajan kuno ini, dia tidak membutuhkan minyak goreng atau mentega. Adonan apam dijamin takkan lengket. Sebagai penutup wajan, digunakan tungku dari tanah liat.

Masalahnya, zaman sekarang, kian susah mendapati kawah besar. Kalau pun ada, harganya terbilang mahal. "Harganya bisa satu juta rupiah lebih," ujarnya.

Wajan ini merupakan warisan keluarga. Setelah ditetak-tetak, dibagikan kepada semua saudara. Dari potongan wajan yang lain, keponakan Mariyani yang tinggal di Hulu Sungai Selatan kemudian membuka usaha serupa.

Mariyani sebenarnya pernah mencoba membuat Apam Batil dengan teflon yang lebih modern. Hasilnya mengecewakan. Saat mengembang, bentuk bundarnya tak sempurna. Bagian pantat apam juga tak gosong. "Padahal warna agak hangus-hangus itulah yang menjadi ciri khas serabi," tegasnya.

Kedua, menyangkut adonan. Bahan bakunya mudah dicari, caranya juga gampang. Cuma memerlukan tepung beras dan air. Namun, menuntut kadar kesabaran yang tak sedikit.

Agar mengembang sempurna, adonan didiamkan selama enam jam. Setelah itu, dicampur air lagi untuk mengurangi kekentalan. Untuk didiamkan lagi selama dua jam. Jadi total dibutuhkan waktu selama delapan jam.

"Syukur saya punya smartphone dengan paket data besar. Jadi menunggunya sambil main-main hape," ujarnya tergelak.

Ketiga adalah kuah. Mariyani harus jauh-jauh mencari gula merah ke Kandangan. Berjarak 135 kilometer dari Banjarmasin atau tiga jam perjalanan berkendara. Dia kecewa dengan gula merah di Banjarmasin. Yang ditudingnya KW karena diam-diam sudah dicampur dengan gula pasir.

"Habis salat subuh naik sepeda motor ke Kandangan. Bolak-balik hampir enam jam. Begitu semuanya sudah siap, baru sorenya membuka warung," ujarnya.

Bukan cuma perkara rasa, Serabi MY juga peduli dengan kemasan. Apam Batil disuguhkan dengan piring seng klasik. Lengkap dengan gelas kopi jadul dari bahan serupa. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:35

Berkenalan dengan Muhammad Fikri, Pemenang Jamang Award 2018

Di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor, menemani penumpang menanti panggilan keberangkatan, diputar…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:01

Berikan Materi Cara Senam Otak dan Bahaya Merokok

PT Arutmin Indonesia Rabu (17/10) tadi berkesempatan mengisi Kelas Inspirasi di SMPN 3 Banjarbaru. Diwakili…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43

Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar.…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .