MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40
Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Wajan Warisan dan Gula Merah Ori

NIKMAT: Apam Batil ternyata tak cuma menarik perhatian pengunjung lokal. Wisatawan asing juga tertarik untuk mencobanya.

PROKAL.CO, Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak keren. Tapi untuk sampai ke meja makan Anda, selembar Apam Batil melalui perjuangan panjang nan berliku.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

FESTIVAL Budaya Pasar Terapung 2018 resmi dibuka kemarin (24/8) sore. Memasuki festival, pengunjung disambut Kampoeng Banjar. Yakni deretan stan beratapkan daun rumbia di atas Siring Nol Kilometer.

Stan-stan itu diisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari setiap kota dan kabupaten di Kalsel. Mereka berlomba untuk menampilkan yang terbaik. Dari kain tenun, kerajinan tangan, hingga kuliner khas.

Dan apa yang ditampilkan stan milik Pemko Banjarmasin? Banjarmasin dengan percaya diri menampilkan Apam Batil.

Orang sering terkecoh, menyamakannya dengan Serabi. Jelas berbeda. Sebab, Serabi mencampurkan santan ke dalam kuahnya. Sedangkan Apam Batil hanya mengandalkan gula merah yang dicairkan.

Lantas, apa istimewanya Apam Batil satu ini? Mengingat jajanan pasar ini mudah ditemukan. Pagi-pagi datang lah ke pasar tradisional. Hanya dengan beberapa ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati Apam Batil hangat.

Setelah menerima sepiring Apam Batil gratis dari stan ini, harus diakui, Apam Batil yang dimasak Mariyani ini tidak sembarangan.

Apam Batil biasanya punya satu kekurangan. Terlalu masam. Nah, olahan perempuan 43 tahun ini lebih hambar. Teksturnya juga lembut, tidak keras. Satu lagi, manis dari kuah gulanya terasa pas. Mariyani memang piawai!

"Saya sebenarnya pendatang baru di dunia Apam. Belum sampai setahun berjualan ini," ujarnya. Dia sekarang tinggal di Jalan AMD. Sedangkan warung apamnya berada di Jalan HKSN. Keduanya masih berada di kawasan Banjarmasin Utara.

Apam Batil ini diberi nama Apam MY. Nama itu diambil dari inisial Melly dan Yani. Yani adalah sapaan akrab Mariyani. Dan Melly adalah kakak iparnya yang sehari-hari membantu di warung.

Ditanya resep apamnya, Mariyani tak memiliki rahasia. Ceritanya juga asyik. Dia seorang perempuan ceria yang gemar melempar lelucon dan anekdot.

Pertama-tama adalah wajan. Mariyani tidak menggunakan wajan teflon. Dia memilih menggunakan wajan kuno. Wajannya terlihat aneh karena tidak bundar dan hanya memiliki satu pegangan.

"Ini sebenarnya kawah (wajan besar). Biasa dipakai orang kampung untuk memasak dalam jumlah besar. Misal pas kondangan atau selametan. Kenapa jadi kecil, karena sudah dipotong-potong," kisahnya.

Wajan ini dari besi padat. Warnanya gelap, berat dan permukaannya tidak mulus. Lubang-lubang kecil bertebaran. Seperti wajah remaja bekas jerawatan. "Itulah kenapa dinamai Apam Titil. Maksudnya ada titilan (berlubang-lubang)," tambahnya.

Dengan wajan kuno ini, dia tidak membutuhkan minyak goreng atau mentega. Adonan apam dijamin takkan lengket. Sebagai penutup wajan, digunakan tungku dari tanah liat.

Masalahnya, zaman sekarang, kian susah mendapati kawah besar. Kalau pun ada, harganya terbilang mahal. "Harganya bisa satu juta rupiah lebih," ujarnya.

Wajan ini merupakan warisan keluarga. Setelah ditetak-tetak, dibagikan kepada semua saudara. Dari potongan wajan yang lain, keponakan Mariyani yang tinggal di Hulu Sungai Selatan kemudian membuka usaha serupa.

Mariyani sebenarnya pernah mencoba membuat Apam Batil dengan teflon yang lebih modern. Hasilnya mengecewakan. Saat mengembang, bentuk bundarnya tak sempurna. Bagian pantat apam juga tak gosong. "Padahal warna agak hangus-hangus itulah yang menjadi ciri khas serabi," tegasnya.

Kedua, menyangkut adonan. Bahan bakunya mudah dicari, caranya juga gampang. Cuma memerlukan tepung beras dan air. Namun, menuntut kadar kesabaran yang tak sedikit.

Agar mengembang sempurna, adonan didiamkan selama enam jam. Setelah itu, dicampur air lagi untuk mengurangi kekentalan. Untuk didiamkan lagi selama dua jam. Jadi total dibutuhkan waktu selama delapan jam.

"Syukur saya punya smartphone dengan paket data besar. Jadi menunggunya sambil main-main hape," ujarnya tergelak.

Ketiga adalah kuah. Mariyani harus jauh-jauh mencari gula merah ke Kandangan. Berjarak 135 kilometer dari Banjarmasin atau tiga jam perjalanan berkendara. Dia kecewa dengan gula merah di Banjarmasin. Yang ditudingnya KW karena diam-diam sudah dicampur dengan gula pasir.

"Habis salat subuh naik sepeda motor ke Kandangan. Bolak-balik hampir enam jam. Begitu semuanya sudah siap, baru sorenya membuka warung," ujarnya.

Bukan cuma perkara rasa, Serabi MY juga peduli dengan kemasan. Apam Batil disuguhkan dengan piring seng klasik. Lengkap dengan gelas kopi jadul dari bahan serupa. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…

Minggu, 02 Desember 2018 12:43

Kamu Harus Tahu!! Sejarah Mess L Yang di Anggap Angker

Dulu, Mes L seperti rumah hantu yang berada di tengah-tengah…

Sabtu, 01 Desember 2018 13:11

Perjuangan Ibu Dua Anak yang Hidup Bersama HIV/AIDS

Fenomena diskriminasi para Orang Dengan HIV/AIDS sering terjadi. Kurangnya pemahaman…

Kamis, 29 November 2018 08:58

Inspirasi, Amat Pemuda Yang Tidak Pernah Menyerah Dengan Pendidikan

Namanya singkat: Ahmad. Panggilannya lebih sederhana lagi: Amat. Namun kegigihannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .