MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 31 Agustus 2018 10:12
Heboh Ikan Haruan Bercacing, Pedagang Nasi Kuning Kehilangan Pelanggan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, PELAIHARI - Mama Ira mencak-mencak. Pasalnya nasi kuning dagangannya terancam tidak laku. Hal ini lantaran ada informasi ikan haruan bercacing di Kabupaten Tanah Laut.

"Kasihan pedagang masakan nasi kuning dan lontong seperti saya bisa kehilangan pelanggan," ucapnya kepada Radar Banjarmasin di Pelaihari, Kamis (30/8).

Pengelola kantin di Kantor Pemkab Tanah Laut ini mengatakan selama lima tahun membuka warung nasi kuning dengan lauk ikan haruan, dia tidak pernah menemukan adanya cacing parasit.

Dia berharap, persoalan ini dapat selesai dan instansi terkait secara cepat menjelaskan kebenarannya. Hal ini agar tidak meresahkan warga, terlebih pertama kali ditemukan ikan haruan bercacing ini di Kabupaten Tala.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala Rizayadi belum dapat mengumumkan hasil pemeriksaan dari Balai Perikanan Air Tawar Kabupaten Banjar. Dia mengaki masih menunggu surat secara resmi terkait permintaan pemeriksaan ikan haruan tersebut.

"Belum ada, nanti kalau ada saya umumkan," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang menemukan untuk tidak mengonsumsi ikan haruan yang bercacing itu, sebelum ada hasil dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT).
.
Terpisah, Puji Widodo, Bagian Pelayanan Publik BPBAT mengatakan untuk pengujian di laboratorium memerlukan waktu yang tidak sebentar. "Satu minggu untuk pengujiannya," jawabnya saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Dia mengatakan temuan ini baru pertama kali ditemukan pihaknya. "Kalau untuk cacing pada ikan Gabus baru ini, biasanya yang ada seperti bakteri dan parasit dengan ukuran sangat kecil," tambahnya yang berkantor di Mandiangin, Kabupaten banjar ini.

Sayang, . BPBAT tidak bisa menjelaskan secara rinci soal fenomena ada cacing di ikan haruan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa faktor lingkungan bisa menjadi penyebab. "Lingkungan tempat hidup ikan kualitasnya menurun," ucapnya. (ard/rvn/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:17

TERUNGKAP...!! Hasil Visum Wanita 65 Tahun Yang Tewas di Bunuh

TANJUNG - Seorang ibu rumah tangga berusia 65 tahun dinyatakan…

Selasa, 20 November 2018 11:13

Incar Pasangan Sex After Lunch

SATPOL PP Banjarmasin kembali menggelar razia losmen dan hotel melati,…

Selasa, 20 November 2018 11:06

MAU LAGI..!! Ehh Malah Kena Ciduk

BANJARMASIN - Lagi-lagi pencurian celengan. Kali ini terjadi di Masjid…

Selasa, 20 November 2018 09:59

Kerugian Korupsi Pasar Ulin Raya Sekitar Rp1,06 Miliar

BANJARBARU - Kasus dugaan korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya…

Selasa, 20 November 2018 09:21

Ini Penyebab Bripka Sandy Diberhentikan Secara Tidak Hormat

BATULICIN - Bripka Sandy Norhadi adalah contoh anggota polisi yang…

Senin, 19 November 2018 14:05

Residivis Obat Kembali Diringkus

KANDANGAN – RI, warga Jalan Makmur, Desa Samuda, Kecamatan Daha…

Senin, 19 November 2018 13:57

Tak Berkutik, Kawanan Curanmor Dibekuk

GAMBUT - Personel Polsek Gambut berhasil mencokok komplotan pencuri sepeda…

Senin, 19 November 2018 13:39

Satu Keluarga Disekap Perampok, Begini Kronologinya

GAMBUT - Satu keluarga yang tinggal di Jalan A Yani…

Senin, 19 November 2018 12:03
BREAKING NEWS

NGERI..! Perempuan 65 Tahun Tabalong Tewas Dibunuh

TANJUNG -- Seorang ibu rumah tangga berusia 65 tahun dinyatakan…

Senin, 19 November 2018 11:34

Tertangkap Basah, Dua Pria Ini Tak Bisa Mengelak

BANJARMASIN - Sial bagi dua pria ini: Rahmad Al Qahar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .