MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 31 Agustus 2018 10:12
Heboh Ikan Haruan Bercacing, Pedagang Nasi Kuning Kehilangan Pelanggan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, PELAIHARI - Mama Ira mencak-mencak. Pasalnya nasi kuning dagangannya terancam tidak laku. Hal ini lantaran ada informasi ikan haruan bercacing di Kabupaten Tanah Laut.

"Kasihan pedagang masakan nasi kuning dan lontong seperti saya bisa kehilangan pelanggan," ucapnya kepada Radar Banjarmasin di Pelaihari, Kamis (30/8).

Pengelola kantin di Kantor Pemkab Tanah Laut ini mengatakan selama lima tahun membuka warung nasi kuning dengan lauk ikan haruan, dia tidak pernah menemukan adanya cacing parasit.

Dia berharap, persoalan ini dapat selesai dan instansi terkait secara cepat menjelaskan kebenarannya. Hal ini agar tidak meresahkan warga, terlebih pertama kali ditemukan ikan haruan bercacing ini di Kabupaten Tala.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala Rizayadi belum dapat mengumumkan hasil pemeriksaan dari Balai Perikanan Air Tawar Kabupaten Banjar. Dia mengaki masih menunggu surat secara resmi terkait permintaan pemeriksaan ikan haruan tersebut.

"Belum ada, nanti kalau ada saya umumkan," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang menemukan untuk tidak mengonsumsi ikan haruan yang bercacing itu, sebelum ada hasil dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT).
.
Terpisah, Puji Widodo, Bagian Pelayanan Publik BPBAT mengatakan untuk pengujian di laboratorium memerlukan waktu yang tidak sebentar. "Satu minggu untuk pengujiannya," jawabnya saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Dia mengatakan temuan ini baru pertama kali ditemukan pihaknya. "Kalau untuk cacing pada ikan Gabus baru ini, biasanya yang ada seperti bakteri dan parasit dengan ukuran sangat kecil," tambahnya yang berkantor di Mandiangin, Kabupaten banjar ini.

Sayang, . BPBAT tidak bisa menjelaskan secara rinci soal fenomena ada cacing di ikan haruan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa faktor lingkungan bisa menjadi penyebab. "Lingkungan tempat hidup ikan kualitasnya menurun," ucapnya. (ard/rvn/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 10:34

Simulasi Bikin Geger: Warga Terkecoh Asap Tebal di UPPPB Trisakti

BANJARMASIN – Muncul asap tebal hitam pekat dari area kerja…

Kamis, 21 Maret 2019 15:27
BREAKING NEWS

Gedung UPDK Barito Terbakar

BANJARMASIN - Pengguna Jalan yang melintas di Jalan PHM Noor…

Kamis, 21 Maret 2019 15:25
BREAKING NEWS

Budak Narkoba Dibekuk di Jalan dan Kebun Karet

RANTAU - Polsek Lokpaikat berhasil mengamankan dua orang pelaku pengedaran…

Kamis, 21 Maret 2019 10:14

Kemarin Kapal Karam di Sungai Barito: Diduga Kelebihan Muatan

BANJARMASIN - Sebuah kapal barang tiba-tiba karam di Sungai Barito,…

Kamis, 21 Maret 2019 10:07

Tiga Rumah di HST, Dilalap Jago Merah.

BARABAI - Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan Kabupaten Hulu…

Kamis, 21 Maret 2019 09:48

DUGAAN PUNGLI LIANG ANGGANG: Lurah Mengaku Baru Bertugas, BPN Klaim Sesuai Prosedur

BANJARBARU - Sempat tak memberikan penjelasan. Akhirnya, Badan Pertanahan Nasional…

Rabu, 20 Maret 2019 14:16

Tragedi Mobil Swift Gambut: Pembunuh Levie Divonis 13 Tahun

MARTAPURA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Martapura memvonis Herman selama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:02

Nyanyian Ayah Seret Dua Lelaki Pemasok Sabu

BANJARMASIN -- - Tiga orang jaringan pengedar sabu-sabu tak berkutik…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Sebar Porno di IG, Honorer Pemko Kena UU ITE

BANJARBARU - Oknum Honorer di Lingkungan Pemerintahan Kota Banjarbaru divonis…

Rabu, 20 Maret 2019 10:26

Lurah Bantah Pungli Sertifikat Tanah Warga Liang Anggang

BANJARBARU - Senin (18/3) siang. Puluhan warga Kelurahan Landasan Ulin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*