MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 31 Agustus 2018 10:12
Heboh Ikan Haruan Bercacing, Pedagang Nasi Kuning Kehilangan Pelanggan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, PELAIHARI - Mama Ira mencak-mencak. Pasalnya nasi kuning dagangannya terancam tidak laku. Hal ini lantaran ada informasi ikan haruan bercacing di Kabupaten Tanah Laut.

"Kasihan pedagang masakan nasi kuning dan lontong seperti saya bisa kehilangan pelanggan," ucapnya kepada Radar Banjarmasin di Pelaihari, Kamis (30/8).

Pengelola kantin di Kantor Pemkab Tanah Laut ini mengatakan selama lima tahun membuka warung nasi kuning dengan lauk ikan haruan, dia tidak pernah menemukan adanya cacing parasit.

Dia berharap, persoalan ini dapat selesai dan instansi terkait secara cepat menjelaskan kebenarannya. Hal ini agar tidak meresahkan warga, terlebih pertama kali ditemukan ikan haruan bercacing ini di Kabupaten Tala.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala Rizayadi belum dapat mengumumkan hasil pemeriksaan dari Balai Perikanan Air Tawar Kabupaten Banjar. Dia mengaki masih menunggu surat secara resmi terkait permintaan pemeriksaan ikan haruan tersebut.

"Belum ada, nanti kalau ada saya umumkan," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang menemukan untuk tidak mengonsumsi ikan haruan yang bercacing itu, sebelum ada hasil dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT).
.
Terpisah, Puji Widodo, Bagian Pelayanan Publik BPBAT mengatakan untuk pengujian di laboratorium memerlukan waktu yang tidak sebentar. "Satu minggu untuk pengujiannya," jawabnya saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Dia mengatakan temuan ini baru pertama kali ditemukan pihaknya. "Kalau untuk cacing pada ikan Gabus baru ini, biasanya yang ada seperti bakteri dan parasit dengan ukuran sangat kecil," tambahnya yang berkantor di Mandiangin, Kabupaten banjar ini.

Sayang, . BPBAT tidak bisa menjelaskan secara rinci soal fenomena ada cacing di ikan haruan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa faktor lingkungan bisa menjadi penyebab. "Lingkungan tempat hidup ikan kualitasnya menurun," ucapnya. (ard/rvn/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*