MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 04 September 2018 10:59
Anggap Enteng Akurasi Data

PROKAL.CO, ANGGOTA Komisi IV DPRD Banjarmasin, Sri Nurnaningsih tampak gusar. Mengetahui ada ribuan calon penerima KIP di Banjarmasin malah dicoret. Gara-gara gagal melewati validasi data dari kementerian.

"Lagi-lagi masalah statistik. Tolong lah, data itu di-update dulu. Kalau enggak valid jangan dikirimkan. Data kok dianggap main-main," kata Sri, kemarin (3/9) di gedung dewan.

Sebagai Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan, Sri melihat, pemko telah memubazirkan bantuan dari kementerian. Rp12 miliar untuk KIP jelas bukan nominal yang sedikit. Apalagi dalam kondisi APBD cekak seperti sekarang. Bantuan itu sangatlah berarti.

"Apalagi bantuan APBN. Akibat masalah ini, pemerintah pusat akan menilai kita dengan kurang elok. Kalau yang dicoret puluhan saja masih masuk akal. Kok sampai ribuan," cecar politisi Partai Demokrat itu.

Lantas, apa pangkal masalahnya? Sri menyebut pola pikir. Terlalu menganggap enteng perkara akurasi data. Yang sebenarnya menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Semakin fatal kalau misalnya yang berhak menerima malah enggak kebagian bantuan. Sedangkan yang tidak layak menerima bantuan justru dibantu," kata Sri.

Yang paling dia khawatirkan adalah dampak psikologis bagi si anak. "Taruhlah siswa ini memang tidak miskin. Ekonominya sedang-sedang saja. Tapi anak ini terlanjur berharap-harap bakal menerima bantuan. Eh kemudian malah dibatalkan. Bagi psikologis anak tidak bagus," pungkasnya.

Dia menuntut pemko berbenah. Apakah itu Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan bahkan Badan Pusat Statistik. Mengingat pencoretan besar-besaran ini tak hanya terjadi pada tahun 2018. Tapi sejak awal KIP diluncurkan presiden.

Diwartakan sebelumnya, dari 14.280 siswa SD yang diusulkan menerima KIP, 934 dinyatakan mampu, bukan siswa miskin yang harus dibantu. Ditambah 285 siswa yang sudah "menghilang". Alias telah pindah keluar kota.

Informasi terkini, hal serupa juga menimpa 9.806 siswa SMP yang diajukan untuk dibantu KIP. Sebanyak 3.752 siswa kemudian dicoret. Selebihnya masih menunggu pencairan bantuan. (fud/at/nur)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*