MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 04 September 2018 13:18
Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Murid Ribuan, Diuji dengan Serangan Mendadak di Suatu Tempat

LATIHAN: Murid perguruan Jasa Datu saat dilatih Iwan Sanusi (kaos putih),Jasa Datu sudah bertahan selama 32 tahun.

PROKAL.CO, Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama menjadi jawara dalam berbajgai kejuaraan nasional.

Daerah yang kental dengan tradisi silat di Banua ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Di sini pencak silat lazimnya disebut kuntau.  Konon, ini asalnya adalah seni beladiri China yang bernama kungtao dan berkembang di Tanah Banjar.

Perguruan kuntau di HSS cukup banyak. Ada bermacam-macam aliran. Tapi ada satu perguruan utama, yaitu perguruan Jasa Datu. Iwan Sanusi (37), salah satu pengurus  menceritakan Jasa Datu cukup sering mengharumkan nama Kalimantan Selatan, khususnya HSS.

Diceritakan Iwan, ilmu kuntau yang diajarkan dalam perguruan ini awalnya diperkenalkan dan diajarkan oleh guru Jambrah asal Desa Bamban, Kecamatan Angkinang, HSS. Guru Jambrah pada masa mudanya sekitar tahun 1930-an merantau ke daerah Sumatera dan menuntut ilmu silat disana. “Setelah mengembara dan menimba ilmu beladiri dengan sejumlah guru asal China di daerah Sumatera, Guru Jambrah kembali ke Banua,” tuturnya.

Sesampainya di Kabupaten HSS, Guru Jambrah kemudian mengajarkan ilmu yang didapatnya kepada Salum, Anci, Dali, Aini, Tutung, dan Ujal. Seiring berjalan waktu, enam orang murid Guru Jambrah itu menyebarkan kembali ilmu silat itu.

Baru sekitar tahun 1984 dikatakan Iwan, ada seorang  murid perguruan yang pernah belajar dari dari enam orang itu akhirnya bermaksud membuka perguruan di HSS. Namanya  Ruslan Faridi.  “Saat itu diambil kesepakatan perguruan kuntau diberi nama Jasa Datu yang diambil dari penggalan nama-nama Ja (Jambrah), S (Salum), A (Anci), D (Dali), A (Aini), T (Tutung), dan U (Ujal),” ujarnya.

Saat ini, Perguruan Jasa Datu yang dipimpin H Abdussalam Basri sudah berhasil meluluskan ribuan murid. Saat ini yang masih aktif mengikuti latihan berjumlah ratusan murid. “Sekitar 200 orang saja lagi yang aktifnya dari perguruan Jasa Datu ini mengikuti latihan,” katanya.

Di perguruan Jasa Datu kebanyakan muridnya berasal dari masyarakat kalangan bawah. Biasanya mereka menggelar latihan dua kali dalam seminggu. Latihan digelar di sore hari.

Beladiri kuntau di perguruan Jasa Datu mengajarkan jurus yang disebut bunga. Ada empat bunga yang diajarkan setelah kuda-kudanya.  Pertama Empat Kipas, Empat Sauh, Empat Bandung dan terakhir 12 Langkah.

“Setelah itu baru dilanjutkan dengan bapukul atau saling berhadapan. Memperaktikkan gerakan yang sudah didapatkan,” ucap Iwan yang menjadi murid perguruan Jasa Datu sejak 2006 ini.

Jika sudah menguasai semua latihan yang diberikan,  murid bisa melakukan betamat atau selesai. Betamat sendiri di perguruan Jasa Datu ada dua yaitu betamat langkah dan isi. Khusus untuk betamat isi, murid yang sudah diajarkan diuji kemampuannya. Bak film-film kungfu, biasanya murid diuji dengan serangan mendadak di suatu tempat yang dilakukan oleh guru tanpa diberitahu terlebih dahulu. “Kalau saya dulu di suruh memilih senjata untuk menangkis semua gerakan yang diberikan guru,” kenangnya.

Sedangkan betamat langkah adalah ritual atau selamatan setelah menyelesaikan semua tahapan yang dilakukan. Biasanya disajikan makanan dan minuman seperti ayam hitam, telor empat penjuru, ketan, jarum, benang dan lainnya. “Makanan itu dengan tujuan ilmu yang dipelajari dapat melekat dan terus dapat dipelajari dengan sebaik-baiknya,” katanya. 

Jasa Datu pernah menjadi penampil terbaik dalam festival silat tradisional tahun 2008 lalu di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.  “Dicari 10 besar waktu itu, perguruan Jasa Datu menjadi salah satu pemenang penampilan terbaik,” ceritanya.

Berselang tujuh tahun kemudian tepatnya tahun 2014, Iwan kembali berhasil menjadi juara kedelapan terbaik nasional dalam ajang Kemenpora yang juga dilaksanakan di Jakarta. “Saat itu juga dicari 10 besar dari seluruh Provinsi. Yang dibawakan waktu itu gerakan bunga dan berpasangan,” kenangnya.(ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:33

Buana Mistik, Komunitas Penguak Mitos dan Hal Gaib di Banjarbaru

Kalau kebanyakan orang takut ditemui makhluk gaib. Orang-orang di komunitas…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*