MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

SPORT

Rabu, 05 September 2018 10:11
Tugas Berat Menentukan Benar Tidaknya Loncatan Atlet

Tokoh Olahraga Kalsel Dibalik Sukses Asian Games XVIII 2018 Jakarta-Palembang

JADI NTO: Dwi Mariastuti, pelatih loncat indah Kalsel bersama atlet loncat indah asal Cina dalam sebuah sesi persiapan di Aquatic Center Jakarta pada gelaran Asian Games XVIII 2018 Jakarta-Palembang.

PROKAL.CO, Dwi Mariastuti merupakan salah satu tokoh olahraga Banua yang juga ikut andil dalam pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 Jakarta-Palembang. Mantan atlet loncat indah Kalsel ini ditugasi sebagai National Technical Officer (NTO) cabang olahraga (cabor) loncat indah. Tugasnya terbilang berat, yakni menilai dan menentukan loncatan para atlet loncat indah se-Asia.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Objektivitas dalam melakukan penilaian merupakan peranan utama seorang NTO. Hal inilah yang harus benar-benar dijaga oleh Dwi Mariasrtuti. Tugasnya menuntut ketelitian dan kejelian, apabila lengah sedikit, tak mustahil akan menuai keluhan atau protes dari ofisial peserta. “Alhamdulillah, selama bertugas di Asian Games, lancar-lancar saja. Tidak ada yang protes atau mengeluhkan penilaian saya,” ujar Dwi.

Ditambahkan Dwi, di Asian Games 2018, hanya ada dua orang yang dipercaya sebagai NTO cabor loncat indah. “Saya bertugas bersama Dwi Sulistyo Ningrum, mantan atlet loncat indah DKI Jakarta. Hanya kami bedua yang ditugasi sebagai NTO. Sebenarnya, tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi NTO. Namun, yang bertugas di bidang ini memang harus mantan atlet loncat indah, yang memahami apakah loncatan seorang atlet itu sudah sesuai dengan FK (Faktor Kesulitan),” paparnya.

Dwi mencontohkan dalam sebuah loncatan dinilai ideal apabila sang atlet bisa melakukan dua kali salto. “Kalau hanya mampu sekali salto, sudah dipastikan tak memenuhi persyaratan. Dengan kata lain, atlet tersebut sudah gugur dari pertandingan. Selebihnya, kalau sudah memenuhi persyaratan, maka tinggal dinilai atlet mana yang paling bagus dan presisi loncatannya,” paparnya.

Selama bertugas, peraih medali emas untuk Indonesia di sejumlah ajang SEA Games tersebut juga banyak meraih pelajaran. “Atlet loncat indah dari Asia Timur, terutama Cina dan Korea Selatan memang paling dominan. Badan mereka lentur, selain itu loncatannya juga presisi sekali. Kabarnya, itu terbentuk karena porsi latihan bertahun-tahun, sejak kecil sudah dilatih loncat indah,” ujar ibunda dari pegulat Kalsel, Risqa Adam Wibowo dan peloncat indah remaja Kalsel, Siti Kinansih tersebut.

Ke depan, Dwi berjanji akan menerapkan pola latihan yang lebih intensif kepada para atlet loncat indah Kalsel. “Dengan kata lain, atlet loncat indah Kalsel juga bisa seperti atlet Cina dan Korea Selatan. Yang penting harus latihan tekun dan kerja keras,” tandasnya.(oza)


BACA JUGA

Sabtu, 12 September 2015 09:01

Main Judi Dadu, Ditangkap Polisi

<p><strong>RADAR BANJARMASIN</strong> - Judi...meracuni kehidupan...judi...meracuni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*