MANAGED BY:
RABU
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 05 September 2018 11:46
Dollar Naik, Belum Tentu Eksportir Sawit Untung
BAKAL MELONJAK: Pelabuhan peti kemas Trisakti di Banjarmasin. Selain Trisakti, dua pelabuhan lain yang melayani pengiriman komoditas ke luar negeri ada di Satui Tanah Bumbu dan Tarjun Kotabaru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir mencapai Rp 15.000 per dolar, memberi dampak positif bagi eksportir. Meski demikian, perusahaan pengekspor minyak mentah sawit di banua tak sepenuhnya setuju hal itu.

"Kenaikan nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah saat ini, tidak serta merta berdampak pada keuntungan yang diperoleh oleh kami di PT GHN (Golden Hope Nusantara). Inti bisnis kami adalah ekspor refined products dari CPO dan keuntungan sangat tergantung kepada harga penjualan secara keseluruhan," ujar Humas Mimanas Group Clara kepada Radar Banjarmasin, Selasa (4/9) malam kemarin.

Dia menambahkan, yang nyata kenaikan dolar berdampak pada pengeluaran perusahaan. "Juga memasukkan faktor-faktor pengurang seperti biaya produksi, tingkat suku bunga pinjaman dalam mata uang Dolar AS dan biaya-biaya lainnya," ujarnya.

Sekadar diketahui, GHN adalah perusahaan pabrik minyak CPO yang berada di Pulau Laut. GHN adalah salah satu perusahaan besar yang masuk dalam grup Minamas.


Di Indonesia sendiri ada tiga ribu perusahaan sawit itu termasuk perkebunan rakyat. Dengan hasil produksi 42 juta Ton produksi minyak sawit mentah, 31 juta Ton atau 73 persen diantaranya terserap di pasar ekspor.

Kepala Bagian Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Tofan Mahdi menyebutkan hal itu tidak signifikan. “Yang harus disadari melemahnya nilai tukar rupiah itu menyebabkan meningkatnya biaya-biaya produksi, overhead cost yang dikeluarkan perusahaan dan lainnya juga naik,” kata Tofan yang dihubungi melalui telepon genggamnya, kemarin (4/9).

Kenapa bisa begitu? Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tentu akan mendorong meningkatnya laju inflasi. “Apabila harga-harga naik, pastinya karyawan juga menuntut kenaikan gaji, inilah dampaknya terhadap perusahaan,” jelasnya.

Belum lagi ditambah dengan keperluan perusahaan untuk membayar pinjaman bank. Karena kata Tofan, hampir sebagian besar perusahaan itu memiliki pinjaman di bank yang beberapa dalam bentuk dolar. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar pinjaman bank pasti akan berdampak terhadap suku bunga pinjaman.

“Salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan nilai tukar rupiah ini ya dengan menaikkan nilai suku bunga,” katanya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar kelompok barang yang diekspor dari Kalimantan Selatan merupakan hasil eksplorasi umber daya alam terutama hasil tambang danbeberapa komoditas unggulan di sektor pertanian dan kehutanan. Tahun ini ekspor produk kelapa sawit sendiri nilainya sebesar 497 juta USD dan menduduki urutan kedua komoditas ekspor di banua setelah batubara. (gmp/zal/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 10:05

Sedekah Sampah Ala Pemko Banjarmasin

Pemko Banjarmasin rupanya tak kehabisan ide untuk menekan jumlah sampah…

Selasa, 26 Maret 2019 10:02

Siap-siap..! Jembatan Alalak I Ditutup Total Pekan Depan

BANJARMASIN - Kemacetan parah terjadi di jalur penghubung Banjarmasin dan…

Selasa, 26 Maret 2019 09:56
Pemkab Tanah Bumbu

Kapolsek Sungai Loban Ajak Anggotanya Tingkatkan Imtaq

BATULICIN - Sosok polisi yang humanis merupakan harapan masyarakat saat…

Selasa, 26 Maret 2019 09:54
Pemkab Tanah Bumbu

Hj Sadariah Lantik Ketua PKK Kecamatan

BATULICIN - Ketua TP-PKK Kabupaten Tanah Bumbu Hj Sadariah melantik…

Selasa, 26 Maret 2019 09:51
Pemkab Tanah Bumbu

Taruna Akademi TNI AL Kunjungi Tanbu

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyambut kunjungan Cortesycall (CC)…

Selasa, 26 Maret 2019 09:48

Banjarbaru Tunggu Kejelasan Dana Kelurahan

BANJARBARU - Kelurahan tampaknya harus lebih bersabar lagi untuk bisa…

Selasa, 26 Maret 2019 09:33
Pemko Banjarbaru

Minggu Pagi, Menari Baegal di Kawasan Malioboro

BANJARBARU - Selain pada Sabtu (23/2) malam di Pentas Kangen…

Selasa, 26 Maret 2019 09:27

Bentuk Bandara Baru Sudah Mulai Terlihat

BANJARBARU - Satker Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor bergerak cepat…

Selasa, 26 Maret 2019 09:22
Pemko Banjarbaru

Tarian Baegal Memecah Deras Hujan di Jogja

Launching kalender event Banjarbaru tahun 2019 berbeda. Lokasinya tidak di…

Selasa, 26 Maret 2019 09:17

KPU Tunjuk 316 Lokasi Rapat Umum di Kalsel

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel menetapkan 316 lokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*