MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 05 September 2018 11:46
Dollar Naik, Belum Tentu Eksportir Sawit Untung
BAKAL MELONJAK: Pelabuhan peti kemas Trisakti di Banjarmasin. Selain Trisakti, dua pelabuhan lain yang melayani pengiriman komoditas ke luar negeri ada di Satui Tanah Bumbu dan Tarjun Kotabaru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir mencapai Rp 15.000 per dolar, memberi dampak positif bagi eksportir. Meski demikian, perusahaan pengekspor minyak mentah sawit di banua tak sepenuhnya setuju hal itu.

"Kenaikan nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah saat ini, tidak serta merta berdampak pada keuntungan yang diperoleh oleh kami di PT GHN (Golden Hope Nusantara). Inti bisnis kami adalah ekspor refined products dari CPO dan keuntungan sangat tergantung kepada harga penjualan secara keseluruhan," ujar Humas Mimanas Group Clara kepada Radar Banjarmasin, Selasa (4/9) malam kemarin.

Dia menambahkan, yang nyata kenaikan dolar berdampak pada pengeluaran perusahaan. "Juga memasukkan faktor-faktor pengurang seperti biaya produksi, tingkat suku bunga pinjaman dalam mata uang Dolar AS dan biaya-biaya lainnya," ujarnya.

Sekadar diketahui, GHN adalah perusahaan pabrik minyak CPO yang berada di Pulau Laut. GHN adalah salah satu perusahaan besar yang masuk dalam grup Minamas.


Di Indonesia sendiri ada tiga ribu perusahaan sawit itu termasuk perkebunan rakyat. Dengan hasil produksi 42 juta Ton produksi minyak sawit mentah, 31 juta Ton atau 73 persen diantaranya terserap di pasar ekspor.

Kepala Bagian Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Tofan Mahdi menyebutkan hal itu tidak signifikan. “Yang harus disadari melemahnya nilai tukar rupiah itu menyebabkan meningkatnya biaya-biaya produksi, overhead cost yang dikeluarkan perusahaan dan lainnya juga naik,” kata Tofan yang dihubungi melalui telepon genggamnya, kemarin (4/9).

Kenapa bisa begitu? Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tentu akan mendorong meningkatnya laju inflasi. “Apabila harga-harga naik, pastinya karyawan juga menuntut kenaikan gaji, inilah dampaknya terhadap perusahaan,” jelasnya.

Belum lagi ditambah dengan keperluan perusahaan untuk membayar pinjaman bank. Karena kata Tofan, hampir sebagian besar perusahaan itu memiliki pinjaman di bank yang beberapa dalam bentuk dolar. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar pinjaman bank pasti akan berdampak terhadap suku bunga pinjaman.

“Salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan nilai tukar rupiah ini ya dengan menaikkan nilai suku bunga,” katanya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar kelompok barang yang diekspor dari Kalimantan Selatan merupakan hasil eksplorasi umber daya alam terutama hasil tambang danbeberapa komoditas unggulan di sektor pertanian dan kehutanan. Tahun ini ekspor produk kelapa sawit sendiri nilainya sebesar 497 juta USD dan menduduki urutan kedua komoditas ekspor di banua setelah batubara. (gmp/zal/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 15:37

Dinkes Serius Larang Tindakan Pasung

BANJARMASIN – Rumah-rumah yang diduga adanya tindakan pemasungan didatangi Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 11:31

Mendesak..! Kalsel Kekurangan Tenaga Arsiparis, Idealnya Punya 55 Orang, Kita Hanya Punya 5

BANJARBARU - Kebutuhan Kalsel akan tenaga fungsional arsiparis sepertinya semakin…

Jumat, 19 Juli 2019 11:17

Rp381 Miliar, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran APBD Banjarmasin, DPRD: Itu Tak Wajar..!

BANJARMASIN - Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) APBD Banjarmasin menjadi…

Jumat, 19 Juli 2019 10:56

Ketua Gerindra Banjarmasin Siap, Baik Dicalonkan Jadi Wali Kota maupun Wakil

BANJARMASIN - Ketua DPC Partai Gerindra Banjarmasin, M Yamin mulai…

Jumat, 19 Juli 2019 10:00
UPDATE JEMAAH HAJI ASAL BANUA

Tinggalkan Madinah, Sekarang Jemaah Kloter I Sudah Menuju Makkah

BANJARBARU - Jemaah Calon Haji (JCH) Kalsel yang tergabung dalam…

Jumat, 19 Juli 2019 09:53
Pemkab Tanah Bumbu

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

BATULICIN - Wabup Tanbu H Ready Kambo melantik 38 Pejabat…

Jumat, 19 Juli 2019 09:48
Pemkab Tanah Bumbu

Barang Bawaan Jemaah Dibatasi

BATULICIN - Pemkab Tanbu menyediakan dua armada truk untuk mengangkut…

Jumat, 19 Juli 2019 09:44
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Lepas JCH Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor melepas sekaligus memberangkatkan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:22

Driver Online Datangi Ombudsman

BANJARMASIN - Sopir taksi online yang tergabung dalam Forum Driver…

Jumat, 19 Juli 2019 09:06

Serikat Pekerja Metal Desak Dewan Perjuangkan Hak Buruh

BANJARMASIN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel kembali didemo.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*