MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 06 September 2018 15:03
Dolar Naik, Bagaimana Dengan Harga BBM? Ini Jawaban Pertamina
ANTRE: Naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah, diharapkan tak berimbas pada naiknya harga Bahan Bakar Minyak.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – PT Pertamina (Persero) menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina tak akan mengalami penyesuaian karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Melalui rilisnya, Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, sebagai salah satu badan usaha hilir migas, Pertamina akan terus memantau kondisi nilai tukar rupiah dan tetap mampu menjaga penyediaan dan melayani kebutuhan BBM di masyarakat.

Selain itu, pertamina akan melaporkan setiap perubahan harga BBM kepada Pemerintah, khususnya kepada Menteri ESDM, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

“Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga. Selain itu, ketika ada penyesuaian, Pertamina akan patuh pada aturan pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan terlebih dahulu,” tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito.

Sayangnya, meski memastikan tak akan menaikkan harga, tetapi pasokan BBM di Banjarmasin dan Banjabaru khususnya jenis premium masih sulit dicari di beberapa SPBU. Tak hanya jenis premium, BBM jenis pertalite pun di beberapa SPBU sulit ditemui.

Sulitnya mendapatkan BBM jenis premium ini diakui salah seorang warga, Surya Atmaja. Dia mengaku terpaksa membeli BBM jenis Pertamax karena dua BBM jenis tersebut sedang kosong. “Biasanya mudah saja beli premium meski antrenya sedikit mengular. Saat ini rada susah menemui premium di SPBU,” terang Surya.

Kadang tak hanya premium, dia menyebut BBM jenis pertalite pun kadang kehabisan. Seperti yang dirasakannya kemarin. “Mau bagaimana lagi, daripada tak bisa jalan. Terpaksa harus beli pertamax meski harganya tinggi,” keluhnya.

Terpisah,Region Manager Communcation Kalimantan, Yudi Nugraha mengungkapkan, pihaknya tak mengurangi kuota BBM untuk Kalsel, baik jenis premium maupun pertalite. Diterangkannya, rata-rata pasokan harian ke Kalsel untuk premium berkisar 902 kiloliter perhari. Sedangkan pertalite berkisar 522 kiloliter dan pertamax 275 kiloliter per hari.

Dia mengakui, stok BBM jenis premium dan pertalite di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Banjarmasin sempat kritis beberapa hari, khususnya pada akhir pekan tadi. Yudi menyebut, stok saat ini sudah kembali normal karena pemenuhan stok di SPBU berlangsung sampai sekarang. “Tak ada pengurangan kuota BBM, apalagi ada hubungannya dengan kenaikan nilai tukar Rupiah,” tegas Yudi.

Pengelola stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Pulau Laut memastikan pasokan BBM di tempatnya sejauh ini terpenuhi semua.

“Kalau dulu karena ada keterlambatan saja, tapi sekarang pasokan di SPBU kami sejauh ini aman-aman saja,” ucap Manajer Operasional SPBU Pulau Laut, Arief Inayatullah, kemarin (5/9).

Arief pun mengaku pasokan BBM di SPBU yang dikelolanya tidak mengalami perubahan. Pertamina mengirimkan BBM jenis pertalite dan pertamax antara 10 ribu hingga 20 ribu kiloliter per hari, sedangkan premium sekitar 10 ribu kiloliter per hari. Diantara ketiga jenis BBM tersebut diakuinya paling laku adalah premium karena harganya tergolong murah dibandingkan jenis lainnya.

“Khusus pertalite dan pertamax, kalau habis dan kita minta penambahan pengiriman pasti dikirim, penambahan itu karena tempat penyimpanan kita hanya mampu menampung 15 kilo liter,” ujarnya.

Dalam sehari, sebut Arief, pasokan BBM dari Pertamina tiba di SPBU sekitar pukul 09.00 pagi. Setelah masuk ke tempat penyimpanan, langsung bisa distribusikan kepada para konsumen. “Kalau premium itu paling antara 7-8 jam atau sekitar pukul 5 sore sudah habis,” ucapnya.

Meski premium paling laris, dia melihat kondisi masyarakat di Banjarmasin tidak seperti di luar Kalsel. Jika premium sedang kosong, masyarakat tidak segan-segan untuk membeli jenis pertalite dan pertamax. “Masyarakat di tempat kita ini yang penting BBM ada, yang bisa bikin bergejolak kalau tidak ada BBM yang bisa dibeli sama sekali,” ucapnya.

Apakah cepat habisnya premium karena banyaknya para pelangsir yang menggunakan jeriken membeli untuk dijual eceran, Arief melihat itu bukan penyebabnya. Karena meskipun sudah dilarang, para pelangsir mengubah pola dengan menggunakan mobil atau kendaraan yang menggunakan tangki bermuatan lebih banyak. (gmp/mof/ay/ran)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 07 September 2018 13:14

Demo Selamatkan Rupiah, Suara Mahasiswa Tak Didengar Anggota Dewan

BANJARMASIN - Rupiah masih terpuruk di angka hampir Rp 15ribu per dollarnya. Sejumlah mahasiswa-mahasiswi…

Sabtu, 11 Agustus 2018 08:57

Pemko: Pelabuhan Mantuil Dibuka untuk Investor Asing

BANJARMASIN - Pemko dan Pelindo menyeriusi pengembangan industri dan pelabuhan di Mantuil, Banjarmasin…

Kamis, 09 Agustus 2018 13:49

BURUAN..!! Pemprov Kalsel Bebaskan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor

BANJARMASIN - Dalam rangka Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-68, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan keringanan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14

Uniknya Warung Amal HKSN, Boleh Bayar Lebih, Boleh Makan Gratis

Warung Amal HKSN boleh dibilang nekat. Membuka rumah makan dengan konsep "eat as you can, pay as you…

Sabtu, 28 Juli 2018 14:52

Jelang Iduladha, Harga Sapi Kurban Melonjak Naik

BANJARMASIN - Banyak umat muslim membeli hewan kurban pada hari raya Iduladha. Meningkatnya permintaan…

Rabu, 25 Juli 2018 10:06

DUH.. Tiket Pesawat Langka dan Mahal

BANJARBARU - Penerbangan jurusan Bandara Syamsudin Noor, dalam beberapa pekan terakhir nampaknya sedang…

Selasa, 24 Juli 2018 12:01

Hore.. Pajak Berkurang UMKM Senang

BANJARMASIN - Ada aturan baru mengenai penurunan tarif pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)…

Senin, 23 Juli 2018 16:36

Pelanggan Barbershop Turun Meningkat, Tapi Jasanya Menurun

BANJARMASIN - Bisnis pangkas rambut pria (barbershop) menjadi populer beberapa tahun terakhir. Jika…

Jumat, 20 Juli 2018 09:38

Penjual Bendera Jelang 17 Agustus Mulai Terlihat

BANJARBARU – Kurang dari sebulan lagi, peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dirayakan.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:33

Kerajinan Ilung Makin Berkembang di HST

BARABAI – Kerajinan anyaman ilung (eceng gondok) merupakan produk unggulan Kabupaten Hulu Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .