MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 08 September 2018 12:51
Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

2.000 Jenis Anggrek Tumbuh di Kalsel

TERANCAM PUNAH: Anggrek Bulan terancam tergerus oleh penebangan liar dan tambang. Salah satu spesies anggrek ini ditampilkan dalam ajang Festival Anggrek di Taman Kamboja.

PROKAL.CO, Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman bernama latin Orchidaceae ini memiliki tampilan yang memikat dan punya nilai jual tinggi.

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

Menggaungkan lagi nama tanaman ini, kemarin (7/9), Dinas Pariwisata Kalsel menggelar Festival Anggrek di Taman Kamboja Banjarmasin. Event ini diikuti 13 kabupaten dan kota di Kalsel. Tiap daerah membuka stan. Memamerkan masing-masing spesies anggrek yang mereka miliki.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Heriansyah menyebut ada 2.000 jenis tanaman anggrek yang tumbuh di Kalsel. Hidup tersebar di sepanjang Pegunungan Meratus. "Kenapa jadi sampai bikin acara seperti ini? Nama anggrek begitu unggul dan dicari-cari banyak orang. Anggrek dan batu permata memang berpotensi memikat minat wisatawan untuk datang," ujarnya.

Melalui Festival Anggrek 2018, Heri berharap para pelancong luar negeri serta domestik bisa berkunjung. Lebih-lebih acara ini digelar selama tiga hari. Dari tanggal 7 hingga 9 September ini.

"Ini festival pertama yang digelar oleh Pemprov Kalsel. Melibatkan provinsi Jawa Timur serta Papua. Sebelumnya, pameran yang digelar hanya sekadar memamerkan anggrek-anggrek yang tersebar dari Pegunungan Meratus," tuturnya.

Dari sekian banyak spesies anggrek, Anggrek Bulan memikat banyak pengunjung. Tanaman bernama latin Phalaenopsis amabilis ini di Kalsel cuma hidup di Kabupaten Balangan. Tepat di Pegunungan Meratus wilayah Balangan. Dalam festival, DPC Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Balangan memamerkannya.

Jenis anggrek ini berwarna putih. Bunganya tampak tipis. Samar-samar tercium aroma harum dari anggrek jenis yang bisa hidup selama setahun lebih tersebut. Sayang, saat ditampilkan tanamannya sudah layu.

"Meski memiliki tampilan menarik, keberadaannya terancam penebangan liar dan tambang. Tak bisa kita pungkiri, Balangan bermasalah dengan dua jenis usaha ini. Anggrek Bulan jelas kena imbasnya," kata penjaga stan PAI Kabupaten Balangan, Sanusi.

Ia bersyukur masih ada warga setempat yang membudidayakan anggrek jenis ini. "Kalau tidak begitu, salah-salah bisa punah. Padahal harga jualnya mahal. Satu tanaman bisa sampai Rp500 ribu hingga Rp1 juta," jelasnya.

Dengan digelar Festival Anggrek, Sanusi juga menyambutnya dengan baik. Lantaran, ajang ini bisa menjadi corong edukasi untuk masyarakat yang masih banyak belum mengenali tanaman anggrek dengan baik. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .