MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 08 September 2018 12:51
Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

2.000 Jenis Anggrek Tumbuh di Kalsel

TERANCAM PUNAH: Anggrek Bulan terancam tergerus oleh penebangan liar dan tambang. Salah satu spesies anggrek ini ditampilkan dalam ajang Festival Anggrek di Taman Kamboja.

PROKAL.CO, Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman bernama latin Orchidaceae ini memiliki tampilan yang memikat dan punya nilai jual tinggi.

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

Menggaungkan lagi nama tanaman ini, kemarin (7/9), Dinas Pariwisata Kalsel menggelar Festival Anggrek di Taman Kamboja Banjarmasin. Event ini diikuti 13 kabupaten dan kota di Kalsel. Tiap daerah membuka stan. Memamerkan masing-masing spesies anggrek yang mereka miliki.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Heriansyah menyebut ada 2.000 jenis tanaman anggrek yang tumbuh di Kalsel. Hidup tersebar di sepanjang Pegunungan Meratus. "Kenapa jadi sampai bikin acara seperti ini? Nama anggrek begitu unggul dan dicari-cari banyak orang. Anggrek dan batu permata memang berpotensi memikat minat wisatawan untuk datang," ujarnya.

Melalui Festival Anggrek 2018, Heri berharap para pelancong luar negeri serta domestik bisa berkunjung. Lebih-lebih acara ini digelar selama tiga hari. Dari tanggal 7 hingga 9 September ini.

"Ini festival pertama yang digelar oleh Pemprov Kalsel. Melibatkan provinsi Jawa Timur serta Papua. Sebelumnya, pameran yang digelar hanya sekadar memamerkan anggrek-anggrek yang tersebar dari Pegunungan Meratus," tuturnya.

Dari sekian banyak spesies anggrek, Anggrek Bulan memikat banyak pengunjung. Tanaman bernama latin Phalaenopsis amabilis ini di Kalsel cuma hidup di Kabupaten Balangan. Tepat di Pegunungan Meratus wilayah Balangan. Dalam festival, DPC Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Balangan memamerkannya.

Jenis anggrek ini berwarna putih. Bunganya tampak tipis. Samar-samar tercium aroma harum dari anggrek jenis yang bisa hidup selama setahun lebih tersebut. Sayang, saat ditampilkan tanamannya sudah layu.

"Meski memiliki tampilan menarik, keberadaannya terancam penebangan liar dan tambang. Tak bisa kita pungkiri, Balangan bermasalah dengan dua jenis usaha ini. Anggrek Bulan jelas kena imbasnya," kata penjaga stan PAI Kabupaten Balangan, Sanusi.

Ia bersyukur masih ada warga setempat yang membudidayakan anggrek jenis ini. "Kalau tidak begitu, salah-salah bisa punah. Padahal harga jualnya mahal. Satu tanaman bisa sampai Rp500 ribu hingga Rp1 juta," jelasnya.

Dengan digelar Festival Anggrek, Sanusi juga menyambutnya dengan baik. Lantaran, ajang ini bisa menjadi corong edukasi untuk masyarakat yang masih banyak belum mengenali tanaman anggrek dengan baik. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*