MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 08 September 2018 12:59
Lomba Seru Digelar Sambut Hari Jadi Kota Banjarmasin
GELI TAPI ASYIK: Peserta berlari membawa belut ke baskom terakhir di di lapangan basket Patung Bekantan, kemarin pagi

PROKAL.CO, KEMERIAHAN perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-492 sudah mulai terasa. Kemarin (7/9) pagi di Siring Pierre Tendean, Kecamatan Banjarmasin Tengah menggelar sejumlah lomba. Seperti lomba belut estafet dan ketapel tradisional.

Lomba itu terbuka untuk pegawai kelurahan dan warga setempat. Para ibu mengikuti lomba memindahkan belut. Sedangkan para bapak mengikuti lomba menembak ketapel.

Lomba pertama menempati lapangan basket di samping Patung Bekantan. Setiap regu diisi tiga perempuan. Mereka harus memindahkan belut dengan lari estafet. Pada tiga baskom kecil yang dijaga oleh teman seregu.

"Siapa yang berhasil membawa belut hingga selamat sampai ke tujuan, dialah pemenangnya," kata Camat Banjarmasin Tengah, Diyanoor. Tentu saja tak semudah itu. Sebagian peserta lomba tak bisa menutupi rasa gelinya pada belut.

Namanya belut, sudah pasti licin. Mudah meluncur dari genggaman tangan. Jarak larinya juga lumayan, sekitar 30 meter. "Tingkat kesulitannya luar biasa. Melawan rasa takut dan geli pada belut," imbuh Diyannor.

Sedangkan untuk lomba ketapel, pemain diberi jarak tembak delapan meter di samping lapangan basket. Targetnya berupa kaleng biskuit dan susu aneka ukuran. Dari yang paling besar hingga terkecil.

Yang paling kecil diganjar poin 15. Kaleng sedang memiliki 10 poin. Dan yang besar, yang paling mudah diincar, hanya diberi 5 poin. Regu dengan pemilik poin terbanyak bakal keluar sebagai pemenang.

"Ini untuk melatih fokus. Seberapa jitu tembakan mereka. Sekalian juga mengangkat permainan rakyat yang sudah kian dilupakan," tukas Diyanoor.

Untuk menambah tingkat kesulitan lomba, amunisi dibatasi. Setiap regu yang berisi tiga orang, hanya diberi beberapa butir kelereng oleh panitia.

Salah seorang peserta lomba ini, Rini dari Kelurahan Seberang Masjid. Dia mengaku tak pernah memegang belut sebesar itu. "Di dapur memang pernah memasak belut. Tapi tidak sebesar ini. Astaga, saya jadi ngeri sendiri," ujarnya tergelak.

Menurutnya, kunci memenangi lomba ini bukan sekadar bermodal kecepatan lari dan kekompakan antar anggota regu. "Lebih kepada teknik cara memegang belut. Kalau lepas dan jatuh ke lapangan, bakal susah membawanya kembali," imbuhnya.

Sebelum lomba digelar, ratusan warga bersama Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengikuti senam pagi bersama. Bukan hanya rekreasi, acara ini juga diramaikan dengan kegiatan amal.

Pihak kecamatan telah menyiapkan bantuan sembako sebanyak 125 paket. Dibagi-bagikan kepada lansia dari keluarga berpenghasilan rendah yang tersebar di wilayah kecamatan. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*