MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 12 September 2018 13:29
Jangan Sepelekan Kurang Tidur, Buruk Akibatnya untuk Kesehatan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, Pernah kesulitan tidur? Mata terjaga meski jam memasuki dini hari. Hal tersebut biasa terjadi pada penderita insomnia.

Insomnia adalah gangguan tidur. Kondisi ini menyebabkan penderitanya tak bisa tidur meskipun telah memasuki jam beristirahat. Keadaan itu bisa jadi tak hanya dialami sekali-sekali saja, melainkan sering.

Kondisi itu pada akhirnya mengakibatkan kurang istirahat. Dampaknya pada jam beraktivitas, tubuh malah menjadi tidak fit.

Tidur itu dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Kebugaran tubuh akan dirasakan bila kebutuhan istirahatnya tercukupi. Terlebih ketika tidur di malam hari, di dalam tubuh terjadi berbagai proses. Sebut saja seperti reproduksi hormon pertumbuhan, peningkatan sistem kekebalan tubuh, mengistirahatkan organ-organ tubuh, hingga pertumbuhan sel kulit. "Regenerasi kulit pun lebih cepat terjadi ketika seseorang tidur," jelas Mei Vita Ariyani, dokter umum di Klinik LBC Banjarmasin.

Kekurangan tidur tidak mengherankan berdampak buruk bagi tubuh. Tidur yang tak cukup akan menyebabkan gangguan. Ini akan terasa baik secara fisik maupun secara mental.

Pada fisik, gangguan akibat kurang tidur ini ditandai dengan tubuh yang loyo. Pasokan energi pada tubuh menjadi berkurang. Energi telah diforsir untuk aktivitas tubuh selama tak bisa tidur pada malam hari sebelumnya. Padahal, tidur cukup di malam hari adalah waktu yang tepat untuk pemulihan energi tubuh.

Sedangkan pada mental, orang yang kurang tidur akan sulit berkonsentrasi. "Tidak tidur di malam hari dapat menghambat proses yang seharusnya tubuh lakukan pada saat itu. Ini jelas tak baik untuk kesehatan," ucap Mei. 

Gangguan tidur itu terdiri dari dua tipe, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Sedangkan insomnia sekunder adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lain. Kondisi itu memicu tubuh untuk susah terlelap. Misalnya mengalami depresi, penyakit lambung,  peradangan sendi, atau kanker. Mengonsumsi obat-obatan atau alkohol pun bisa menimbulkan insomnia sekunder.(mr-150/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*