MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 13 September 2018 15:11
Heri Sasmita Jalani Sidang Perdana, Ini Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
DIBORGOL: Tangan Heri Sasmita yang di borgol dilepaskan ketika ingin memasuki persidangan, Kamis (13/9)

PROKAL.CO, MARABAHAN - Sidang perdana kasus pemukulan H Nuri Al Banjari atau yang sering disapa H Jainuri (57) yang dilakukan mantan Kabak Humas Pengkab Batola Hery Sasmita, Kamis (13/9) digelar di Pengadilan Negeri Marabahan.

Sekitar pukul 10.35 Wita, Heri Sasmita bersama tahanan lainnya tiba di pengadilan menggunakan mobil tahanan kejaksaan. Heri Sasmita dengan tangan di borgol dan mengenakan baju tahan langsung menuju sel tahanan PN Marabahan.

Beberapa saat berada di sel PN Marabahan Heri Sasmita keluar dan memasuki ruang sidang, diikuti pengacara hukum, istri dan penonton lainnya.

Sebelum memulai sidang Hakim ketua sidang Panji answinartha yang didampingi Hakim anggota Petrus Nico Kristian dan Jainul hakim Zainuddin, menanyakan kesehatan terdakwa Hery Sasmita. 

Di persidangan Heri Sasmita mengatakan sehat. Dan dipersidangan juga terungkap bahwa pendidikan terakhir Heri Sasmita seorang Magister (S2).

Sidang pertama yang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Satrio Wahyu Murti dan Deni Niswansya. Dibacakan secara langsung oleh JPU, Deni Niswansya. 

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa Heri Sasmita melakukan penganiayaan dengan sengaja kepada H Jainuri, pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2018 jam 08.30 di komplek kubah Abdussamad.

Perbuatan penganiyaan yang dilakukan Heri Sasmita menurut JPU dalam surat surat dakwaannya, dilakukan dengan cara memukul korban dengan tangan. 

"Sekitar pukul 08.15 Wita saat H Jainuri selesai bersih-bersih di kubah dan pulang ke rumah dekat kubah. Saksi melihat terdakwa Heri Sasmita datang ke kubah tidak meletakan sepatu di rak yang disediakan. Pada saat itu sepatu terdakwa melewati batas yang tetapkan. Dan H Jainuri mendatangi Terdakwa dan langsung menanyakan, 'maaf sepatu siapa itu'. Dan terdakwa mengatakan sepatuku kenapa. H Jainuri kemudian mengatakan meminta tolong sepatu tersebut diletakan di atas rak sepatu. Kemudian terdakwa menanyakan 'kam ni siapa' (kamu siapa) kepada H Jainuri. Kemudian H Jainuri mengatakan aku petugas kebersihan disini," ujar JPU saatembacakan surat dakwaan.

Selanjutnya menurut JPU Heri Sasmita mengatakan kepada korban; 'ikam kada tahu kah lawan aku, aku keluarga yang ada di kubah ini'( kamu tidak kenal aku ya, aku keluarga yang ada di kubah ini). Kemudian H Jainuri membawa Heri ke tempat paman Iwat untuk memperjelas apakah sepatu boleh di pakai di kubah. 'H Jainuri dan terdakwa berjalan bersama-sama menuju kediaman paman Iwat. Sekitar 7 meter berjalan, H Jainuri menoleh ke belakang, dan pada saat itu H Jainuri di pukul oleh terdakwa pada muka bagian dahi dengan menggunakan tangan kanan. Namun pada saat itu H Jainuri tidak melawan dan tetap menuju rumah paman iwat. Setelah 30 meter berjalan, di depan makam H Sulaiman Hb, H Jainuri menelpon h iwat namun tidak di angkat," ujar JPU.

Di tempat tersebut, menurut JPU dalam surat dakwaannya, Tiba-tiba H Jainuri di pukul lagi oleh terdakwa di bagian kepala bagian dahi sebelah kiri satu kali dan bagian belakang kepala sebanyak 3 kali menggunakan tangan kanan dan kiri. Dengan posisi tangan mengepal sehingga membuat luka gores samping hidung sebelah kanan, lebam didahi sebelah kiri dan luka robek di dahi sebelah kanan sekitar 2 cm. 

Selanjutnya menurut JPU, perbuatan penganiyaan yang dilakukan Terdakwa berakhir setelah saksi Suprianur, Asbihan, Rudi, dan Ajis tiba di lokasi kejadian. "Terdakwa disuruh pulang oleh saksi Suprianur dan Ajis. Terdakwa kembali ke parkiran mobilnya, dan mengatakan 'tambahi lagi dua orang siapa yang kada tahu Heri sasmita ni di Marabahan ni, semua tahu ja ( tambah 2 orang lagi, siapa yang tidak kenal Heri Sasmita di Marabahan)," ujar JPU di persidangan.

Lagi, JPU dalam dakwaannya mengatakan, Bahwa atas perbuatan terdakwa kepada H Jainuri berdasarkan hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Abdul Aziz Marabahan, dengan kesimpulan terdapat luka memar pada dahi sebelah kanan, dan mata sebelah kanan. Luka robek pada pelipis sebelah kanan, dan dahi sebelah kanan dan luka goresan pada hidung sebelah kanan dikarenakan bersentuhan dengan benda Bulik. Akibat perbuatan tersebut kepala H Jainuri merasa punggung dan sakit. Pada tanggal 24 Juli sekitar 17.00 Wita masuk rumah sakit karena mata H Jainuri terus mengeluarkan air dan matanya pusing. "H Jainuri dirawat inap selama 4 hari dan tidak bisa bekerja dan beraktivitas selama sekitar 10 hari," ujar JPU.

Terakhir menurut JPU dalam Surat Dakwaannya, atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan di ancam pidana dengan ketentuan pasal 351 ayat 1 KUHP.

Selesai membacakan surat dakwaan, hakim menanyakan kepada Heri Sasmita apakah akan mengajukan Eksepsi. Heri langsung berdiskusi dengan pengacaranya Saipul Bahri. "Kami tidak mengajukan Eksepsi," kata Samsul Bahri pengacara Heri Sasmita.

Terakhir hakim menutup sidang dan menyatakan sidang ditutup dan kembali akan dilakukan kembali pada tanggal 20 September 2018 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. Dan sebelum agenda sidang berikutnya hakim akan melakukan Pemeriksan Setempat (PS) pada hari Senin 17 September mendatang. "Pemeriksaan Setempat akan terbuka bagi umum, para hadirin tidak boleh membuat keributan. Apabila melakukan keributan akan kami keluarkan dan dikenakan saksi pidana," kata Hakim ketua Panji answinarth sebelum menutup persidangan.(mr-152)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Sebulan Diburu, Jambret ini Akhirnya Berhasil Diringkus

BANJARMASIN - Kerja keras selama sebulan, akhirnya berbuah manis. Personel Opsnal Polsekta Banjarmasin…

Senin, 17 September 2018 13:03

NGERII..!! Orang Gila Mengamuk di PAUD, Begini Kejadiannya

BATULICIN - Warga sekitar lingkungan PAUD Ikhlas Membangun di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, mendadak…

Senin, 17 September 2018 12:59

Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak…

Senin, 17 September 2018 11:53

Asik Mabuk, Tiga Remaja Diamankan

BANJARBARU - Meski masih tergolong anak di bawah umur, ironisnya tiga remaja berinisial AH, 14, NIR,…

Senin, 17 September 2018 10:05

Sisir Jalan Dianggap Rawan, Belasan Pemuda Mabuk Dijaring

BANJARMASIN - Belasan pemuda terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran Polsekta…

Senin, 17 September 2018 09:45

Pejabat Polda Kalsel Pantau Personel yang Bertugas di Lombok

BANJARMASIN- Jajaran Polda Kalsel bertolak meninjau langsung personel yang ditugaskan ke Lombok NTB,…

Minggu, 16 September 2018 13:47

GILA..! Lima Bocah di Banjarmasin Diciduk Sedang Beginian

BANJARMASIN - Lima bocah tertangkap basah personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Kelayan Timur Polsek Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .