MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 13 September 2018 15:11
Heri Sasmita Jalani Sidang Perdana, Ini Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
DIBORGOL: Tangan Heri Sasmita yang di borgol dilepaskan ketika ingin memasuki persidangan, Kamis (13/9)

PROKAL.CO, MARABAHAN - Sidang perdana kasus pemukulan H Nuri Al Banjari atau yang sering disapa H Jainuri (57) yang dilakukan mantan Kabak Humas Pengkab Batola Hery Sasmita, Kamis (13/9) digelar di Pengadilan Negeri Marabahan.

Sekitar pukul 10.35 Wita, Heri Sasmita bersama tahanan lainnya tiba di pengadilan menggunakan mobil tahanan kejaksaan. Heri Sasmita dengan tangan di borgol dan mengenakan baju tahan langsung menuju sel tahanan PN Marabahan.

Beberapa saat berada di sel PN Marabahan Heri Sasmita keluar dan memasuki ruang sidang, diikuti pengacara hukum, istri dan penonton lainnya.

Sebelum memulai sidang Hakim ketua sidang Panji answinartha yang didampingi Hakim anggota Petrus Nico Kristian dan Jainul hakim Zainuddin, menanyakan kesehatan terdakwa Hery Sasmita. 

Di persidangan Heri Sasmita mengatakan sehat. Dan dipersidangan juga terungkap bahwa pendidikan terakhir Heri Sasmita seorang Magister (S2).

Sidang pertama yang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Satrio Wahyu Murti dan Deni Niswansya. Dibacakan secara langsung oleh JPU, Deni Niswansya. 

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa Heri Sasmita melakukan penganiayaan dengan sengaja kepada H Jainuri, pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2018 jam 08.30 di komplek kubah Abdussamad.

Perbuatan penganiyaan yang dilakukan Heri Sasmita menurut JPU dalam surat surat dakwaannya, dilakukan dengan cara memukul korban dengan tangan. 

"Sekitar pukul 08.15 Wita saat H Jainuri selesai bersih-bersih di kubah dan pulang ke rumah dekat kubah. Saksi melihat terdakwa Heri Sasmita datang ke kubah tidak meletakan sepatu di rak yang disediakan. Pada saat itu sepatu terdakwa melewati batas yang tetapkan. Dan H Jainuri mendatangi Terdakwa dan langsung menanyakan, 'maaf sepatu siapa itu'. Dan terdakwa mengatakan sepatuku kenapa. H Jainuri kemudian mengatakan meminta tolong sepatu tersebut diletakan di atas rak sepatu. Kemudian terdakwa menanyakan 'kam ni siapa' (kamu siapa) kepada H Jainuri. Kemudian H Jainuri mengatakan aku petugas kebersihan disini," ujar JPU saatembacakan surat dakwaan.

Selanjutnya menurut JPU Heri Sasmita mengatakan kepada korban; 'ikam kada tahu kah lawan aku, aku keluarga yang ada di kubah ini'( kamu tidak kenal aku ya, aku keluarga yang ada di kubah ini). Kemudian H Jainuri membawa Heri ke tempat paman Iwat untuk memperjelas apakah sepatu boleh di pakai di kubah. 'H Jainuri dan terdakwa berjalan bersama-sama menuju kediaman paman Iwat. Sekitar 7 meter berjalan, H Jainuri menoleh ke belakang, dan pada saat itu H Jainuri di pukul oleh terdakwa pada muka bagian dahi dengan menggunakan tangan kanan. Namun pada saat itu H Jainuri tidak melawan dan tetap menuju rumah paman iwat. Setelah 30 meter berjalan, di depan makam H Sulaiman Hb, H Jainuri menelpon h iwat namun tidak di angkat," ujar JPU.

Di tempat tersebut, menurut JPU dalam surat dakwaannya, Tiba-tiba H Jainuri di pukul lagi oleh terdakwa di bagian kepala bagian dahi sebelah kiri satu kali dan bagian belakang kepala sebanyak 3 kali menggunakan tangan kanan dan kiri. Dengan posisi tangan mengepal sehingga membuat luka gores samping hidung sebelah kanan, lebam didahi sebelah kiri dan luka robek di dahi sebelah kanan sekitar 2 cm. 

Selanjutnya menurut JPU, perbuatan penganiyaan yang dilakukan Terdakwa berakhir setelah saksi Suprianur, Asbihan, Rudi, dan Ajis tiba di lokasi kejadian. "Terdakwa disuruh pulang oleh saksi Suprianur dan Ajis. Terdakwa kembali ke parkiran mobilnya, dan mengatakan 'tambahi lagi dua orang siapa yang kada tahu Heri sasmita ni di Marabahan ni, semua tahu ja ( tambah 2 orang lagi, siapa yang tidak kenal Heri Sasmita di Marabahan)," ujar JPU di persidangan.

Lagi, JPU dalam dakwaannya mengatakan, Bahwa atas perbuatan terdakwa kepada H Jainuri berdasarkan hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Abdul Aziz Marabahan, dengan kesimpulan terdapat luka memar pada dahi sebelah kanan, dan mata sebelah kanan. Luka robek pada pelipis sebelah kanan, dan dahi sebelah kanan dan luka goresan pada hidung sebelah kanan dikarenakan bersentuhan dengan benda Bulik. Akibat perbuatan tersebut kepala H Jainuri merasa punggung dan sakit. Pada tanggal 24 Juli sekitar 17.00 Wita masuk rumah sakit karena mata H Jainuri terus mengeluarkan air dan matanya pusing. "H Jainuri dirawat inap selama 4 hari dan tidak bisa bekerja dan beraktivitas selama sekitar 10 hari," ujar JPU.

Terakhir menurut JPU dalam Surat Dakwaannya, atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan di ancam pidana dengan ketentuan pasal 351 ayat 1 KUHP.

Selesai membacakan surat dakwaan, hakim menanyakan kepada Heri Sasmita apakah akan mengajukan Eksepsi. Heri langsung berdiskusi dengan pengacaranya Saipul Bahri. "Kami tidak mengajukan Eksepsi," kata Samsul Bahri pengacara Heri Sasmita.

Terakhir hakim menutup sidang dan menyatakan sidang ditutup dan kembali akan dilakukan kembali pada tanggal 20 September 2018 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. Dan sebelum agenda sidang berikutnya hakim akan melakukan Pemeriksan Setempat (PS) pada hari Senin 17 September mendatang. "Pemeriksaan Setempat akan terbuka bagi umum, para hadirin tidak boleh membuat keributan. Apabila melakukan keributan akan kami keluarkan dan dikenakan saksi pidana," kata Hakim ketua Panji answinarth sebelum menutup persidangan.(mr-152)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 13:30

Operasi Zebra 2018 Berakhir, Ini Yang Terjadi Selama Operasi

KANDANGAN – Operasi Zebra 2018 resmi berakhir di seluruh Indoensia, Senin (12/11) tadi. Selama…

Kamis, 15 November 2018 13:24

Sales Divonis 54 bulan, Begini Kronologinya

BANJARMASIN - Setelah dua pekan sempat tertunda, agenda putusan sidang perkara penggelapan dalam jabatan…

Kamis, 15 November 2018 13:14

KOCAK!! Kapten Kapal Terjaring Razia

BANJARMASIN - Ulah dua orang lelaki mengendarai sepeda motor matik Honda Vario,membuat para petugas…

Kamis, 15 November 2018 11:25

WADUH...! Pria Ini Tikam Kekasihnya karena Cemburu

BANJARMASIN - Muhammad Fikriansyah alias Fikri bakal menjalani harinya di balik jeruji besi. Ini terhitung…

Kamis, 15 November 2018 09:05

HEBOH...! Polisi Kejar-Kejaran Dan Sempat Berduel Dengan "Pak Ogah"

BANJARBARU - Dua orang "Pak Ogah" yang beroperasi liar di U-Turn depan Tower Taman Van Der Pijl, Rabu…

Kamis, 15 November 2018 08:51

WOW...! Polres Banjarbaru Tilang 1.660 Pengendara

BANJARBARU - Setelah digelar sejak 30 Oktober 2018 lalu, Operasi Zebra Intan 2018 yang digelar Polres…

Rabu, 14 November 2018 11:25

Pelanggaran Didominasi Pengendara Tidak Pakai Helm

MARABAHAN - Setelah melakukan Operasi Zebra, dari tanggal 30 Oktober sampai 12 November, Polres Batola…

Rabu, 14 November 2018 11:18

Hampir Mengelabui Aparat, Koh Malimen Akhirnya Dibekuk

MARTAPURA – Malimen alias Hasan atau Karim, bisa juga dipanggil Koh Malimen tak berkutik ketika…

Rabu, 14 November 2018 11:15

Anak Jalanan Martapura Digunduli, Kasihan atau Rasakan ?

MARTAPURA – Polsek Martapura Kota mengamankan 20 anak jalanan dan 7 diantaranya masih di bawah…

Rabu, 14 November 2018 10:43

Hasil Tiga Bulan 78,34 Gram Sabu

BANJARMASIN - Sebanyak 14 tersangka kasus kepemilikan narkoba menyaksikan barang terlarang milik mereka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .