MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 14 September 2018 10:29
Pertamina dan Pemerintah Harus Transparan Terkait Langkanya Gas 3 Kg
MAHAL: Elpiji 3 kg di salah satu pangkalan di Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram yang  bergejolak di masyarakat menimbulkan banyak tanggapan miring. Banyak yang menduga karena pengecer dan agen. Namun menurut  Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Kalimantan Selatan (YLK) Kalsel, Ahmad Murjani mengatakan pangkal permasalahannya ada pada pengawasan.

“Pertamina dan pemerintah harus melakukan pengawasan yang ekstra terhadap distribusinya,” tegasnya.  Dengan pengawasan yang ketat, dia yakin tidak akan terjadi kelangkaan seperti  ini.  Karena dia melihat kondisi ini bukan baru kali ini terjadi, melainkan sudah beberapa kali. Meski telah dilakukan operasi pasar di sejumlah kawasan,  namun masih saja terjadi.

Bahkan,  kabarnya Pertamina sudah menambah  kuota gas elpiji bersubsidi.  Tapi nyatanya masih menimbulkan gejolak di masyarakat. Pertamina dan pemerintah seharusnya turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi. “Sehingga dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan,” pintanya.

Dia menyarankan kepada Pertamina agar lebih terbuka kepada publik mengenai kelangkaan ini.  Jika memang ada kebijakan yang mempengaruhi pendistribusian gas ke wilayah Kalsel dapat disampaikan melalui media.

Murjani melihat selama ini stigma yang timbul, kelangkaan ini disebabkan karena pangkalan atau agen yang lebih mementingkan menjual kepada pengecer ketimbang masyarakat.  Padahal kalaupun terjadi penjualan ke pengecer, dia yakin jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dosen pasca sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cahaya Bangsa Banjarmasin ini mendesak kepada Pertamina dan pemerintah agar segera memberikan solusi yang tepat. Sehingga masyarakat tidak dirugikan. 

“Pertamina dan pemerintah harus tegas menyampaikan kepada masyarakat kondisi sebenarnya yang terjadi, karena ini menjadi tanggungjawab Pertamina dan pemerintah,” harapnya. (gmp)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 16:12

Dafam Awali Tahun Dengan Silaturahmi

BANJARBARU – Manajemen Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Rabu (16/1)…

Rabu, 16 Januari 2019 16:04

Masih Dipusingkan Soal DPT

JANGAN DULU memikirkan ide kampanye di Lapas, Pemerintah dan penyelenggara…

Rabu, 16 Januari 2019 14:00

Barito Rekrut Pemain Liga 3

BANJARMASIN – Barito Putera juga mengikat tiga pemain baru. Mantan…

Rabu, 16 Januari 2019 13:36

Proyek Masa Depan, Manajemen Barito Beri Kontrak Jangka Panjang

JAKARTA - Barito Putera mengonfirmasi pemberian kontrak jangka panjang untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 12:55

Empat Kabupaten Dalam Siaga Bencana

BANJARMASIN - Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir,…

Rabu, 16 Januari 2019 12:49

Berebut Suara Penghuni Penjara

Narapidana di Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tetap diberikan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:41

Persaingan Mulai Berjalan Tidak Sehat

BANJARMASIN - Telepon seluler Akhmad Zainuddin Djahri terus berdering. Semua…

Rabu, 16 Januari 2019 12:32

Banjir Membuat Dua Kecamatan di Tapin Lumpuh

Banjir selalu menjadi momok di musim hujan. Yang paling menyedihkan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:28

Uji Petik Pendapatan THM, Tujuannya Ini...

BANJARMASIN – Uji petik terhadap pendapatan tempat hiburan malam di…

Rabu, 16 Januari 2019 10:21

Revitalisasi 154 Hektare Kawasan Kumuh

BANJARMASIN – Kawasan kumuh di Banjarmasin di klaim tersisa 154…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*