MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 14 September 2018 11:04
Hati-Hati...! Mainan di Taman Ini Karatan dan Tajam, Awas Anak Terluka

Mengunjungi Taman Kamboja yang Dinobatkan Ramah Anak

BUNTUNG: Jungkat-jungkit di Taman Kamboja Banjarmasin kondisinya memprihatinkan.

PROKAL.CO, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina kerap mempromosikan Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi sebagai taman bermain ramah anak. Apakah taman di Banjarmasin Tengah tersebut memang layak mendapat pengakuan dari pemerintah pusat? 

Syarafuddin, Banjarmasin

DARI 514 kabupaten dan kota di Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hanya memilih delapan kota. Dijadikan contoh dalam program pembangunan ruang bermain ramah anak. Banjarmasin termasuk di antara sederetan kota terpilih itu.

Pemko kemudian memilih Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi. Dalam banyak kesempatan, wali kota kerap mempromosikan taman di Banjarmasin Tengah tersebut sebagai taman bermain ramah anak yang telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Untuk mengetahui apakah pengakuan itu layak didapatkan, cukup dengan mengunjungi taman tersebut. Ada belasan fasilitas bermain di sini. Dari ayunan, permainan jungkat-jungkit, mangkok putar, hingga papan perosotan.

Hampir semuanya dalam kondisi memprihatinkan. Sudah karatan, dan patah dengan bagian tajam yang justru berbahaya jika dipakai oleh anak-anak.  "Ada jungkat-jungkit yang sudah patah. Tinggal sebelah saja. Mana mungkin main jungkat-jungkit seorang diri," kata Reindy, 30 tahun, warga Jalan Ratu Zaleha.

Kemarin (13/9) pagi, dia mengajak putranya yang berumur tiga tahun untuk bermain di sini. Biasanya dia membawa anaknya ke Siring Pierre Tendean yang lebih dekat dengan rumah.

Kali ini, dia ingin mencari suasana berbeda dengan memilih Taman Kamboja. Niat itu dibatalkan. "Ada sambungan las yang sudah karatan. Bagian patahnya terbuka. Bisa menyebabkan luka. Bisa-bisa kena infeksi," sebutnya.

Untuk permainan perosotan, papannya memang masih bagus. Namun, ada beberapa jeruji tangga yang sudah patah. Rawan menyebabkan anak terjatuh.

Sekalipun bisa melewati tangga tersebut, meluncur dari papan perosotan, masih ada satu bahaya mengadang. Tanah tempat turunan perosotan bersinggungan dengan gundukan semen. Entah bekas apa. Tapi jika tersenggol bisa menyebabkan kaki cedera.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Taryanto tak menampik kondisi itu. Namun, dia menegaskan bukan berarti pemko sengaja untuk diam membiarkan. Kabar baiknya, fasilitas bermain yang sudah bobrok itu akan diganti pada tahun depan. "Sebab, tahun ini anggaran diprioritaskan untuk menuntaskan pembangunan Air Mancur Menari," ujarnya.

Proyek Air Mancur Menari itu ditarget rampung sebelum akhir Desember. Menelan anggaran sekitar Rp5,4 miliar. Air mancur dengan diameter 43 meter itu digadang-gadang bakal menjadi objek wisata baru di kota ini.

Taryanto menjelaskan, DLH dan Dinas PPPA sudah merampungkan DED (Detail Engineering Design) untuk RBRA (Ruang Bermain Ramah Anak) Banjarmasin. Taman Kamboja menjadi salah satu bagian dari desain besar tersebut. "Jadi seluruh taman bermain anak di kota ini bakal ditata ulang secara keseluruhan," jelasnya. Berapa anggaran yang diusulkan DLH untuk mencapai target tersebut, Taryanto mengaku lupa.

Ada sejumlah syarat yang telah ditetapkan kementerian. Kapan suatu taman layak disebut ramah anak. Pertama, lokasinya harus strategis, berada di pusat kota, dan mudah dijangkau. Kedua, fasilitas bermainnya memenuhi standar nasional dan aman untuk digunakan. Ketiga, memiliki penerangan yang cukup pada malam hari. Terakhir, pengunjung yang hendak masuk tidak dipungut bayaran alias gratis.(at/dye)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 15:56

Hujan Mengguyur, Kabut Asap Mulai Berkurang

BANJARBARU - Dampak kabut asap akibat kebakaran lahan di area Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di…

Selasa, 18 September 2018 15:45

Dewan Tak Cabut Laporan, Kasus Perusakan Tetap Lanjut

BANJARMASIN - Kasus perusakan di gedung DPRD Provinsi Kalsel pada aksi unjuk rasa beberapa hari lalu…

Selasa, 18 September 2018 15:41

Buruh Sawit di Kotabaru Tiga Bulan Tak Gajian, Uang BPJS Diduga Ditilep

Ribuan keluarga buruh sawit megap-megap, terancam kelaparan. Harga minyak sawit tinggi, tapi karyawan…

Selasa, 18 September 2018 14:38
Parlementaria

Area Dekat Bandara Potensial untuk Sentra Perdagangan

BANJARBARU - Soal pariwisata Banjarbaru. Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Wartono mengatakan kalau Kota…

Selasa, 18 September 2018 14:34
Pemko Banjarbaru

Gerakan Salat Subuh Berjamaah Membentuk Karakter Masyarakat Religius

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan didampingi Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah…

Selasa, 18 September 2018 13:43
Pemkab Tanah Bumbu

Haornas di Tanah Bumbu Dimeriahkan Aneka Perlombaan

BATULICIN - Ratusan masyarakat di Tanah Bumbu turut memeriahkan Peringatan Hari olah Raga Nasional (Haornas)…

Selasa, 18 September 2018 13:42
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Sampaikan Tiga Raperda 2018

BATULICIN - Plt Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Ambo…

Selasa, 18 September 2018 13:40
Pemkab Tanah Bumbu

Rumah Tahfiz Quran Dibuatkan Perda

BATULICIN - Demi mewujudkan generasi penghafal Quran  di Tanah Bumbu, saat ini pemerintah daerah…

Selasa, 18 September 2018 13:33
Pemkab Tabalong

ASN Tabalong Contoh Pembayaran PBB P2

TANJUNG - Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah daerah, TNI, Polri dan badan usaha milik negara…

Selasa, 18 September 2018 11:11

Kabut Asap Kian Pekat, DLH Akan Keluarkan Peringatan

BANJARMASIN - Dua hari terakhir, kabut asap kian pekat di Banjarmasin. Terutama pada pagi dan malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .