MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 14 September 2018 11:04
Hati-Hati...! Mainan di Taman Ini Karatan dan Tajam, Awas Anak Terluka

Mengunjungi Taman Kamboja yang Dinobatkan Ramah Anak

BUNTUNG: Jungkat-jungkit di Taman Kamboja Banjarmasin kondisinya memprihatinkan.

PROKAL.CO, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina kerap mempromosikan Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi sebagai taman bermain ramah anak. Apakah taman di Banjarmasin Tengah tersebut memang layak mendapat pengakuan dari pemerintah pusat? 

Syarafuddin, Banjarmasin

DARI 514 kabupaten dan kota di Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hanya memilih delapan kota. Dijadikan contoh dalam program pembangunan ruang bermain ramah anak. Banjarmasin termasuk di antara sederetan kota terpilih itu.

Pemko kemudian memilih Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi. Dalam banyak kesempatan, wali kota kerap mempromosikan taman di Banjarmasin Tengah tersebut sebagai taman bermain ramah anak yang telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Untuk mengetahui apakah pengakuan itu layak didapatkan, cukup dengan mengunjungi taman tersebut. Ada belasan fasilitas bermain di sini. Dari ayunan, permainan jungkat-jungkit, mangkok putar, hingga papan perosotan.

Hampir semuanya dalam kondisi memprihatinkan. Sudah karatan, dan patah dengan bagian tajam yang justru berbahaya jika dipakai oleh anak-anak.  "Ada jungkat-jungkit yang sudah patah. Tinggal sebelah saja. Mana mungkin main jungkat-jungkit seorang diri," kata Reindy, 30 tahun, warga Jalan Ratu Zaleha.

Kemarin (13/9) pagi, dia mengajak putranya yang berumur tiga tahun untuk bermain di sini. Biasanya dia membawa anaknya ke Siring Pierre Tendean yang lebih dekat dengan rumah.

Kali ini, dia ingin mencari suasana berbeda dengan memilih Taman Kamboja. Niat itu dibatalkan. "Ada sambungan las yang sudah karatan. Bagian patahnya terbuka. Bisa menyebabkan luka. Bisa-bisa kena infeksi," sebutnya.

Untuk permainan perosotan, papannya memang masih bagus. Namun, ada beberapa jeruji tangga yang sudah patah. Rawan menyebabkan anak terjatuh.

Sekalipun bisa melewati tangga tersebut, meluncur dari papan perosotan, masih ada satu bahaya mengadang. Tanah tempat turunan perosotan bersinggungan dengan gundukan semen. Entah bekas apa. Tapi jika tersenggol bisa menyebabkan kaki cedera.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Taryanto tak menampik kondisi itu. Namun, dia menegaskan bukan berarti pemko sengaja untuk diam membiarkan. Kabar baiknya, fasilitas bermain yang sudah bobrok itu akan diganti pada tahun depan. "Sebab, tahun ini anggaran diprioritaskan untuk menuntaskan pembangunan Air Mancur Menari," ujarnya.

Proyek Air Mancur Menari itu ditarget rampung sebelum akhir Desember. Menelan anggaran sekitar Rp5,4 miliar. Air mancur dengan diameter 43 meter itu digadang-gadang bakal menjadi objek wisata baru di kota ini.

Taryanto menjelaskan, DLH dan Dinas PPPA sudah merampungkan DED (Detail Engineering Design) untuk RBRA (Ruang Bermain Ramah Anak) Banjarmasin. Taman Kamboja menjadi salah satu bagian dari desain besar tersebut. "Jadi seluruh taman bermain anak di kota ini bakal ditata ulang secara keseluruhan," jelasnya. Berapa anggaran yang diusulkan DLH untuk mencapai target tersebut, Taryanto mengaku lupa.

Ada sejumlah syarat yang telah ditetapkan kementerian. Kapan suatu taman layak disebut ramah anak. Pertama, lokasinya harus strategis, berada di pusat kota, dan mudah dijangkau. Kedua, fasilitas bermainnya memenuhi standar nasional dan aman untuk digunakan. Ketiga, memiliki penerangan yang cukup pada malam hari. Terakhir, pengunjung yang hendak masuk tidak dipungut bayaran alias gratis.(at/dye)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 14:22

Warga Amaco Tagih PLN Perbaikan Elektronik yang Rusak

BANJARBARU - Hampir dua pekan sudah kejadian rusaknya peralatan elektronik…

Minggu, 20 Januari 2019 14:05

Sudah Masuk DPT, Tapi Bagaimana Napi Kenali Para Caleg?

BANJARMASIN - Kampanye di dalam lapas dan rutan jelas dilarang.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:57

Balai Jalan Khawatirkan Kondisi Jalan Pulau Pinang

BANJARMASIN - Jalan Ahmad Yani menjadi rute vital yang bakal…

Minggu, 20 Januari 2019 13:11

50 Hari Jelang Haul Guru Sekumpul, Beberapa Jalan Perlu di Tambal dan Penerangan

MARTAPURA - Menghadapi Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, sangat banyak…

Minggu, 20 Januari 2019 12:52

Menengok Kawasan Rumah Disabilitas Milik Pemko

Diresmikan pada April 2018, kini tempat tinggal di kawasan Rumah…

Minggu, 20 Januari 2019 12:38

Paman Birin di Anugerahi Alumni Berprestasi

Keluarga Besar SMAN 5 (Smali) Banjarmasin menganugerahkan alumni berprestasi kepada…

Minggu, 20 Januari 2019 11:40

Sungai Kemuning Bakal Diservis Penuh

BANJARBARU - Pembangunan siring di sepanjang Sungai Kemuning terus berjalan.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:33

Pengelola Indekos Mulai Terapkan Jam Malam

BANJARBARU – Pernah mendapati pasangan belum menikah di indekos yang…

Minggu, 20 Januari 2019 11:17

Belum Genap Sebulan Bupati Banjar Kembali Rombak Kabinetnya

MARTAPURA - Tak sampai satu bulan, Bupati Banjar H Khalilurrahman…

Minggu, 20 Januari 2019 10:52

PJN Kalsel Siapkan Jalur Alternatif Untuk Warga Alalak

BANJARMASIN - Proses pembangunan Jembatan Alalak kian terlihat. Sebagian dinding…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*