MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 September 2018 11:14
Udara Pekat, Kasus ISPA Meningkat, Penerbangan Ikut Kena Dampak
BAGI MASKER: Relawan Response Cepat 113 Tanah Laut membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jalan A Yani, Bati-Bati. Kebakaran lahan membuat pagi di Kalsel selalu berselimuti kabut asap.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kabut asap membuat udara Kalsel dalam beberapa pekan terakhir tercemar. Di Banjarbaru misalnya, hal ini ni mulai mengganggu kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat, jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mulai mengalami peningkatan cukup signifikan.
Kasus sendiri meningkat sejak bulan Juli, dengan ditemukannya 3.805 kasus. Di mana pada bulan sebelumnya hanya 2.867 penderita. Kemudian, pada bulan Agustus kasusnya kembali bertambah dengan total 3.979 penderita.
Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja mengatakan, meningkatnya penderita kasus ISPA dalam dua bulan terakhir kemungkinan besar memang disebabkan oleh kabut asap. "Peningkatan kasus terjadi setiap tahun. Ketika kebakaran hutan dan lahan marak," katanya.
Dia mengungkapkan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya kasus terbanyak ditemukan di daerah yang seringkali diselimuti kabut asap. Seperti, Kecamatan Cempaka, Guntung Paikat dan Landasan Ulin. "Di sana 'kan banyak lahan yang masih kosong dan terbakar," ungkapnya.
Untuk meminimalisir kasusnya, pria yang akrab disapa Agus ini menjelaskan bahwa pihaknya telah membagikan masker ke masyarakat. Melalui, Puskesmas di setiap kecamatan. "Jadi pihak Puskesmas yang membagikan masker di masing-masing wilayah. Khususnya, di sekolah-sekolah," jelasnya.
Dia mengimbau, agar masyarakat selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah. Supaya, saluran pernapasan tak terganggu oleh asap maupun debu. "Udara sekarang nampaknya sedang tidak sehat. Jadi, jangan segan pakai masker apabila keluar rumah," pungkasnya.

Sementara itu, dampak kabut asap akibat kebakaran lahan juga membuat penerbangan terganggu. Meskipun diklaim tidak separah hari sebelumnya, kabut asap sempat membuat beberapa jadwal penerbangan kemarin harus tertunda (delay).


"Penerbangan terdampak adalah GA.531, IW1382 dan GA533, ini dikarenakan jarak pandang di bawah minimum pada pukul 07.00 hingga 07.35 Wita," ucap Communication & Legal Section Head Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria .
Aditya Putra menginformasikan bahwa yang terdampak adalah Garuda Indonesia tujuan Jakarta dan Wings Air jurusan Batulicin. "Kalau kedatangan tidak ada kendala," tambahnya.

Sementara itu Area Manajer Lion Air Kalsel, Agung Purnama membenarkan bahwa terjadi gangguan terhadap maskapainya. "Pagi ini yang terganggu yakni penerbangan Wings Air (Lion Air Group) IW1382 penerbangan Banjarmasin tujuan Batulicin," jawabnya. Penundaan berlangsung kurang lebih 50 menit. "Iya selama 50 menit, agar menunggu jarak pandang aman dan safety untuk take off," tambahnya.


Secara terpisah, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Syamsudin Noor Banjarbaru menerangkan kalau menurut pengamatannya kabut asap di area bandara memang cukup tebal pada Kamis (13/9) pagi. "Kabut asap di sekitar Bandara cukup mengganggu jarak pandang khususnya pagi hari, jarak pandang minimun hari