MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 15 September 2018 09:27
Seruu..!! Lomba Balap Jukung Tradisional di Jafri Zam-Zam
ADU CEPAT: Lomba balap jukung tradisional di Sungai Kerukan, Banjarmasin Barat, kemarin 14/9 pagi. Lomba itu digelar merayakan hari jadi kota ke-492 tahun.

PROKAL.CO, JUKUNG yang dikayuh Jumiati melaju dengan mulus. Meninggalkan lawan jauh di belakang, hampir separuh lintasan. Penonton pun sontak mengelu-elukannya.

Momen ini muncul kemarin (14/9) pagi di Sungai Kerukan, Jalan Jafri Zamzam. Dalam lomba balap jukung tradisional yang digelar Kecamatan Banjarmasin Barat.

Jumiati memang lawan yang harus diwaspadai. "Di kampung, saya juara dua tahun berturut-turut lomba balap jukung untuk perayaan 17 Agustus," ujarnya bangga.

Warga Kelurahan Pelambuan ini hanya ibu rumah tangga biasa. Bukan atlet dayung. Namun, semasa kecil dia tinggal di Kampung Kuin. Akrab dengan kehidupan di Pasar Terapung.

Lomba ini dibikin beregu. Jukung kecil dimuati dua orang. Yang berpacu di lintasan sepanjang 100 meter. Dengan kelebaran sungai antara 11 sampai 13 meter.

Yang menggelikan, Jumiati tak mengenal siapa tandemnya di belakang. "Namanya? Enggak tahu. Enggak kenal. Namanya saja lomba dadakan," ujarnya seraya tertawa terbahak.

Dia benar. Hampir semua peserta tidak melakoni latihan. Berlomba untuk bersenang-senang. Bukan turnamen serius untuk mengejar medali.

Kebanyakan bahkan baru kali ini merasakan bagaimana mengayuh jukung. Aksi para amatiran ini sontak menjadi hiburan bagi penonton. Ada yang jukungnya zig-zag, adapula yang baru memulai start jukungnya keburu karam.

Insiden jukung terbalik itu dialami Misransyah. Mulanya warga Kelurahan Belitung Utara ini optimis bisa memenangi lomba. "Entahlah. Apakah salah si perahu atau salah berat badan kami," ujarnya tergelak.

Misransyah serta rekannya kalah dan basah kuyup. Jukung itu tenggelam hingga ke dasar sungai. "Awalnya stabil, melaju dengan mulus. Pas pertengahan jalan, seperti lepas kontrol," jelasnya.

Lomba ini diramaikan oleh peserta spesial. Yang menampilkan adu balap antara Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. Sayang, lomba baru dimulai, sudah terlihat siapa pemenangnya.

Jukung Ibnu meluncur dengan nyaman. Sedangkan jukung Hermansyah malah keluar jalur. Bahkan hampir menubruk siring pembatas sungai. Kemenangan yang terlampau mudah bagi Ibnu.

Maklum, lahir di Puruk Cahu pada 43 tahun silam, Ibnu adalah anak pesisir Sungai Barito. Berenang dan mendayung jukung merupakan permainan sehari-harinya semasa kecil.

"Setelah sekian lama tidak memegang dayung, saya sendiri kaget, kok masih bisa," kata Ibnu.

Dia berharap, lewat lomba ini, masyarakat Banjarmasin kian bangga dengan budaya sungainya. "Mari kita hidupkan lagi sungai-sungai yang telah mati di kota ini," ajak Ibnu.

Sementara dari panitia, Camat Banjarmasin Barat, Karlina menyebutkan, lomba ini diikutin 32 tim laki-laki dan 16 tim perempuan. Perlombaan memakai sistem knock out (gugur). Lomba ini masih satu rangkaian dengan perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-492.

"Ini lomba perdana, tapi kami sudah merasa yakin untuk membuatnya menjadi event tahunan," tukas Karlina. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .