MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 17 September 2018 12:59
Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Melihat Para Petarung Api Berjibaku di Gunung Damar, Medan Perang Tersengit Karhutla di Kalsel

KARHUTLA: Anggota BPBD Kalsel saat berupaya memadamkan karhutla di wilayah Guntung Damar, Landasan Ulin.

PROKAL.CO, Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak benar-benar bisa dipadamkan di sini.

SUTRISNO, Banjarbaru

Guntung Damar terlihat seperti membara. Meski telah dipadamkan berkali-kali, api yang membakar lahan di wilayah tersebut ternyata sangat sulit untuk dijinakkan.

Padahal memadamkan api di sini adalah prioritas pertama. Berada tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor, angin akan berembus membawa asap ke bandara. Pemadam harus memadamkan jika tak mau asap mengganggu aktivitas penerbangan.

"Karhutla di Guntung Damar menjadi yang abadi. Sampai sekarang masih menyala. Pilot heli water bombing (pengebom air) saja sampai geleng-geleng," kata Kepala BPBD Kalsel Wahyudin, kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, dalam sehari heli 70 kali membombing kebakaran lahan yang ada di wilayah Kalsel. Terbanyak, ialah di kawasan Guntung Damar. "Di sana setiap hari dibom 31 kali. Tapi, tetap saja tidak padam," ungkapnya.

Sampai saat ini total lahan yang terbakar di kawasan Guntung Damar sudah mencapai 20 hektare. Jumlah tersebut akan terus bertambah, jika api belum juga bisa dipadamkan. "Supaya api tidak cepat meluas, heli juga membasahi lahan yang belum terbakar," ujar pria yang akrab disapa Ujud ini.

Selain di Guntung Damar, dia menyebut di kawasan Landasan Ulin ada satu titik lagi yang menjadi perhatian mereka yaitu wilayah Kasturi. "Di Kasturi ini karhutla juga cukup luas. Sekarang totalnya sudah mencapai 21 hektare," ucapnya.

Untuk bisa mengatasi secara cepat kebakaran hutan dan lahan di Kalsel, khususnya di Banjarbaru. Menurutnya, perlu ada tambahan heli water bombing. Sebab, saat ini satu unit heli yang sudah beroperasi terlihat kewalahan. "Dalam waktu dekat bakal ada dua heli lagi yang datang. Mudah-mudahan tak ada kendala," ujarnya.

Dua unit heli water bombing itu sendiri kini sedang berada di Kalteng dan Kalbar. "Sekarang masih proses pergeseran dari sana (Kalteng dan Kalbar) ke sini," pungkasnya.

Sementara itu, kabut asap kemarin mengganggu penerbangan di wilayah Kalimantan Selatan. Akibatnya Lion Air dengan kode penerbangan JT 310 yang kemarin (16/9) berangkat dari Surabaya menuju Balikpapan harus putar arah.

Menejer Humas Airnav Indonesia Yohanes Sirait membetulkan adanya gangguan asap di ruang udara Kalimantan Selatan. ”Kabut asap sudah tiga hari ini menyelimuti Banjarmasin. Visibility rata rata 300 sampai 400 meter,” ucapnya kemarin ketika dihubungi Jawa Pos.

Menurut laporan yang diterima Yohanes, kemarin pagi visibility kembali 300 meter. ”Ketika JT 310 dari Surabaya ke Banjarmasin mau mendarat, visibilitu sudah mencapai 800 meter. Tapi pilot tetap belum bisa melihat landasan,” ungkapnya. Padahal pesawat sudah berputar selama 30 menit dan sudah mendapat persetujuan untuk mendarat.

Sementara itu Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air, mengatakan Lion Air telah mengudara dari Bandara Juanda, Surabaya, dengan menggunakan jadwal keberangkatan terbaru pukul 08.49 WIB, setelah cuaca di bandar udara tujuan dinyatakan aman (safe to flight, Red).

Pesawat Boeing 737-900ER yang membawa tujuh kru serta 178 penumpang sudah akhirnya mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, pada 10.38 WITA. ”Keterlambatan kedatangan JT310 di Syamsudin Noor

dikarenakan cuaca buruk berupa kabut asap yang mengakibatkan jarak pandang pendek sehingga tidak

memenuhi kualifikasi keselamatan penerbangan,” ucapnya.

Danang menuturkan sebelumnya Lion Air bernomor JT310 mengudara tepat waktu pukul 05.54 WIB sesuai jadwal keberangkatan dari Bandara Juanda. Ketika akan mendarat di Syamsudin Noor, pilot memutuskan terbang kembali ke bandar udara asal. Pesawat mendarat kembali di Bandara Juanda pukul 08.15 WIB. ”Kami meminimalisir dampak yang timbul dari keterlambatan penerbangan tersebut, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B Panjaitan mengakui bahwa di beberapa bandara memang masih diselimuti kabut asap dengan ketebalan yang bervariasi.

Meski demikian, laporan dari tim Manggala Agni (MA), salah satunya di sekitar Bandara Syamsudin Noor masih menyatakan cuaca cerah meski berkabut. Penerbangan pun dinyatakan normal. “Jarak pandang lebih dari 1 kilometer. Sementara di kota Banjarbaru 2 hingga 5 kilometer ,” kata Rafles kemarin.

Raffles menjelaskan Manggala Agni dan Posko Induk BPBD di sekitar Guntung Damar Banjarbaru di belakang Bandara dan Kec. Liang Anggang Banjarbaru terus melakukan kegiatan pemadaman. Utamanya pada titik kebakaran lahan gambut yg terbakar sejak bulan Agustus 2018.

Sementara itu, pemadaman via udara udara masih fokus di sekitar Bandara, Lingkar Utara dan Selatan Banjarbaru serta Martapura Barat Kabupaten Banjar yang kondisi apinya belum padam hasi penadaman kemarin. ”Helikopter untuk water bombing (WB) masih dalam masa perbaikan mesin, satgas udara sementara hanya melakukan patroli udara, untuk water bombing menunggu hasil briefing,” katanya.(ris/lyn/tau//ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 18:26

Hadeehh..! Begini Jadinya Klo Suka Bikin Gaduh di Kos-kosan

BANJARBARU - Berkumpul di dalam satu kamar indekos dan bikin gaduh hingga larut malam, tujuh muda-mudi…

Minggu, 21 Oktober 2018 18:34
Breaking News

5 Rumah di Tanah Laut Diterjang Puting Beliung

TANAH LAUT --Waarga Jalan Pembangunan RT 8 Desa Sungai Rasau Kecamatan Bumi Makmur di kejutkan dengan…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:10

Subuh Hilang, Pagi Ditemukan Mengapung

BANJARMASIN -Warga Alalak Selatan, Banjarmasin Utara mendadak gempar. Sesosok jasad ditemukan mengapung…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .