MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 17 September 2018 16:50
Bawa Uang Seratus Ribu ke Pasar, Nih yang Didapat

PROKAL.CO, Di tengah kecemasan masyarakat pada lemahnya nilai tukar rupiah atas dolar, segelintir orang mengkalkulasi bahan makanan apa saja yang diperoleh dari membelanjakan uang dengan nominal Rp100.000. Radar Banjarmasin juga membelanjakan lembaran yang sama di Pasar Pagi Bauntung Banjarbaru. Apa yang didapat?

Zikir Subuh masih terdengar di langgar terdekat saat Radar Banjarmasin mendatangi Pasar Bauntung Banjarbaru. Pasar Pagi yang berada di tengah-tengah kota ini sudah lumayan ramai dengan pengunjung. Lapak-lapak hanya diterangi cahaya seadanya untuk mengusir sisa kegelapan dini hari.

Pertama-tama Radar Banjarmasin mendatangi pedagang buah yang banyak berada tepat di depan gerbang depan. Di sini bermacam-macam pisang dijual. Seinah, salah seorang pedagang menawarkan pisang susu Rp.12.000. Harga ini termasuk standar untuk pisang satu sisir. “Bagus-bagus pisangnya,” ucapnya promosi.

Wartawan kemudian masuk ke dalam pasar di sini, para pedagang rupanya sudah semuanya mengatur lapak. Mereka biasanya sudah ke pasar sejak pukul 03.00 dini hari.

Radar Banjarmasin mengalkulasi untuk satu keluarga kecil yang terdiri dari dua orang dewasa dan seorang anak, satu liter beras dapat dikonsumsi untuk satu- dua hari. Begitu pula dengan bahan lainnya seperti bawang merah dan bawang putih, cabai, tomat, garam dan pisang yang bisa dikonsumsi hingga beberapa hari kemudian.

Setelah menghitung-hitung, inilah yang bisa dibeli dengan uang Rp100.000 dalam standar itu. Pertama 1 Liter beras seharga RP10.000, seperempat bawang merah Rp6.000, seperempat bawang putih Rp6.000, seperempat tomat Rp3.000, satu ons cabai rawit Rp6.000, sebungkus garam Rp3.000, penyedap rasa Rp3.000, dua buah jeruk nipis Rp2.000, daun bawang Rp.2.000

Beberapa harga bahan makanan di atas cenderung normal. Lalu bagaimana dengan ayam, tahu, tempe dan sayuran? Radar Banjarmasin kemudian membeli sepotong ayam ras (berat sekitar 500gr) Rp15.000. Ayam seberat 500gr tersebut hanya cukup untuk sekali makan dan bisa dikatakan kurang jika tidak ada makanan pelengkap lainnya seperti tahu tempe dan sayuran.

Akhirnya wartawan kemudian membeli sepapan tempe ukuran sedang Rp5.000, lima buah tahu Rp3.000, setengah kilo kentang Rp6000, setengah kilo wortel Rp6000 dan akhirnya setengah kilo kol Rp5.000.

Sekarang, rasanya sudah cukup. Uang Rp100.000 tadi kini tinggal recehan di kantong. Jangan lupa, parkir juga harus dibayar. Jika normal, parkir kendaraan roda dua di sini Rp.2.000.

Sambil memperhatikan belanjaan yang sudah dibeli, Radar Banjarmasin mencoba mengajak ngobrol seorang pengunjung pasar. Sambil memilah-milah daging ayam, dia mengatakan emak-emak sekarang harus pandai-pandai mengatur strategi agar dapat mengatasi fluktuasi harga-harga bahan pangan. "Bagaimana uang belanja tetap cukup dan keluarga di rumah masih bisa makan enak," ucapnya.

Wanita itu mengatakan triknya yaitu harus lebih kreatif dalam memasak. Jika ayam dan ikan sedang mahal, maka telur bisa jadi alternatif lain."Di Google kan banyak resep-resep olahan makanan yang bisa dicoba."

 

Jika ditelisik dan dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan ini, harga-harga sembako menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Harga beras dengan kualitas baik dulu berkisar pada harga Rp8.000-9.000. Sekarang bisa mencapai angka di atas Rp10.000. Dengan adanya faktor-faktor ekonomi seperti permintaan pasar, ketersediaan barang dan juga inflasi maka lambat laun bahan makanan yang dapat dibeli dengan uang Rp.100.000 akan berkurang baik, baik kuantitas maupun kualitasnya.

Konsumen yang ingin mendapatkan lebih banyak bahan makanan dari nominal tersebut akan membeli bahan makananan dengan cara membatasi selera. Ketika selera dibatasi maka yang terjadi adalah konsumen menurunkan standar kualitas produk agar mendapatkan harga yang relatif lebih murah.

Atau pakai trik lain ini. Saat membeli sayuran, salah seorang ibu rumah tangga yang diwawancarai mengatakan dia punya cara ampuh mengatasi kenaikan bahan pokok. "Ya harus punya (pedagang) langganan," ucapnya cuek.

Bagaimana?

"Kan nanti kalau duitnya kurang bisa ngutang dulu," ucapnya yang disambut anggukan masam penjual sayuran dan tawa pengunjung yang lain. Dari jauh, kokok ayam mulai terdengar. (ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 08:57

Siang Ini Jembatan Alalak I Ditutup

BANJARMASIN - Pengguna jalan yang kerap melintas di Jembatan Alalak…

Minggu, 24 Maret 2019 08:55

Surat Suara yang Rusak Belum Dimusnahkan

BANJARMASIN - KPU Banjarmasin bisa bernapas lega. Ribuan surat suara…

Minggu, 24 Maret 2019 08:47

KENAPA YA...? Partai Politik Tak Lagi Dilirik di Pilpres 2019

BANJARMASIN - Pembatalan kepesertaan pemilu yang menimpa empat partai politik…

Minggu, 24 Maret 2019 08:05

Jokowi Ajak Warga Kopdar dan Kampanye Akbar di Stadion 17 Mei

BANJARMASIN -- Calon presiden petahana, Joko Widodo bakal berkampanye di…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:33

Baru Maret, Banjarmasin Sudah Dapat 300 Aduan

BANJARMASIN – Persoalan infrastruktur menjadi yang tertinggi. Masuk ke aplikasi…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:24

Gerindra Banjarmasin Bantah Kabar Rencana Kampanye Prabowo di Banua

BANJARMASIN – Koordinator Wilayah Kota Banjarmasin Badan Pemenangan Partai Gerindra,…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:19

Kapolda Kalsel: Masyarakat Diteror Politik Identitas dan Hoax

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani menyebut kebangkitan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:12

Eh, Kok Bisa Empat Parpol ini Dicoret KPU?

BANJARMASIN - Gara-gara tidak menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK),…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:03

Satu Bangunan Ganggu Pembangunan Jembatan Alalak

BANJARMASIN - Pekerjaan Jembatan Alalak I sementara hanya dapat dilakukan…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:55

Sosialisasi Pemilu Melalui Musik

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel gelar Lomba…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*