MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 17 September 2018 16:50
Bawa Uang Seratus Ribu ke Pasar, Nih yang Didapat

PROKAL.CO, Di tengah kecemasan masyarakat pada lemahnya nilai tukar rupiah atas dolar, segelintir orang mengkalkulasi bahan makanan apa saja yang diperoleh dari membelanjakan uang dengan nominal Rp100.000. Radar Banjarmasin juga membelanjakan lembaran yang sama di Pasar Pagi Bauntung Banjarbaru. Apa yang didapat?

Zikir Subuh masih terdengar di langgar terdekat saat Radar Banjarmasin mendatangi Pasar Bauntung Banjarbaru. Pasar Pagi yang berada di tengah-tengah kota ini sudah lumayan ramai dengan pengunjung. Lapak-lapak hanya diterangi cahaya seadanya untuk mengusir sisa kegelapan dini hari.

Pertama-tama Radar Banjarmasin mendatangi pedagang buah yang banyak berada tepat di depan gerbang depan. Di sini bermacam-macam pisang dijual. Seinah, salah seorang pedagang menawarkan pisang susu Rp.12.000. Harga ini termasuk standar untuk pisang satu sisir. “Bagus-bagus pisangnya,” ucapnya promosi.

Wartawan kemudian masuk ke dalam pasar di sini, para pedagang rupanya sudah semuanya mengatur lapak. Mereka biasanya sudah ke pasar sejak pukul 03.00 dini hari.

Radar Banjarmasin mengalkulasi untuk satu keluarga kecil yang terdiri dari dua orang dewasa dan seorang anak, satu liter beras dapat dikonsumsi untuk satu- dua hari. Begitu pula dengan bahan lainnya seperti bawang merah dan bawang putih, cabai, tomat, garam dan pisang yang bisa dikonsumsi hingga beberapa hari kemudian.

Setelah menghitung-hitung, inilah yang bisa dibeli dengan uang Rp100.000 dalam standar itu. Pertama 1 Liter beras seharga RP10.000, seperempat bawang merah Rp6.000, seperempat bawang putih Rp6.000, seperempat tomat Rp3.000, satu ons cabai rawit Rp6.000, sebungkus garam Rp3.000, penyedap rasa Rp3.000, dua buah jeruk nipis Rp2.000, daun bawang Rp.2.000

Beberapa harga bahan makanan di atas cenderung normal. Lalu bagaimana dengan ayam, tahu, tempe dan sayuran? Radar Banjarmasin kemudian membeli sepotong ayam ras (berat sekitar 500gr) Rp15.000. Ayam seberat 500gr tersebut hanya cukup untuk sekali makan dan bisa dikatakan kurang jika tidak ada makanan pelengkap lainnya seperti tahu tempe dan sayuran.

Akhirnya wartawan kemudian membeli sepapan tempe ukuran sedang Rp5.000, lima buah tahu Rp3.000, setengah kilo kentang Rp6000, setengah kilo wortel Rp6000 dan akhirnya setengah kilo kol Rp5.000.

Sekarang, rasanya sudah cukup. Uang Rp100.000 tadi kini tinggal recehan di kantong. Jangan lupa, parkir juga harus dibayar. Jika normal, parkir kendaraan roda dua di sini Rp.2.000.

Sambil memperhatikan belanjaan yang sudah dibeli, Radar Banjarmasin mencoba mengajak ngobrol seorang pengunjung pasar. Sambil memilah-milah daging ayam, dia mengatakan emak-emak sekarang harus pandai-pandai mengatur strategi agar dapat mengatasi fluktuasi harga-harga bahan pangan. "Bagaimana uang belanja tetap cukup dan keluarga di rumah masih bisa makan enak," ucapnya.

Wanita itu mengatakan triknya yaitu harus lebih kreatif dalam memasak. Jika ayam dan ikan sedang mahal, maka telur bisa jadi alternatif lain."Di Google kan banyak resep-resep olahan makanan yang bisa dicoba."

 

Jika ditelisik dan dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan ini, harga-harga sembako menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Harga beras dengan kualitas baik dulu berkisar pada harga Rp8.000-9.000. Sekarang bisa mencapai angka di atas Rp10.000. Dengan adanya faktor-faktor ekonomi seperti permintaan pasar, ketersediaan barang dan juga inflasi maka lambat laun bahan makanan yang dapat dibeli dengan uang Rp.100.000 akan berkurang baik, baik kuantitas maupun kualitasnya.

Konsumen yang ingin mendapatkan lebih banyak bahan makanan dari nominal tersebut akan membeli bahan makananan dengan cara membatasi selera. Ketika selera dibatasi maka yang terjadi adalah konsumen menurunkan standar kualitas produk agar mendapatkan harga yang relatif lebih murah.

Atau pakai trik lain ini. Saat membeli sayuran, salah seorang ibu rumah tangga yang diwawancarai mengatakan dia punya cara ampuh mengatasi kenaikan bahan pokok. "Ya harus punya (pedagang) langganan," ucapnya cuek.

Bagaimana?

"Kan nanti kalau duitnya kurang bisa ngutang dulu," ucapnya yang disambut anggukan masam penjual sayuran dan tawa pengunjung yang lain. Dari jauh, kokok ayam mulai terdengar. (ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 17:33

TP PKK Balangan Gelar Lomba Pemanfaatan Toga

PARINGIN --- Lomba pemanfaatan toga tingkat Kabupaten Balangan tahun 2018,…

Selasa, 20 November 2018 12:28

Mantap Brata 2019, Jajaran Polri Bersiap Amankan Pesta Demokrasi

BANJARMASIN - Pemilu 2019 tak lama lagi akan digelar. Seluruh…

Selasa, 20 November 2018 12:08

Kampanye Pesta Demokrasi Terlihat Sepi

MARABAHAN - Sejak tanggal 23 September 2018 sudah memasuki masa…

Selasa, 20 November 2018 12:03

Deteksi Sejak Dini Untuk Hentikan Penyebaran

PELAIHARI – Sejumlah tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah…

Selasa, 20 November 2018 11:18

Gara-Gara Salah Ketik Malah ini Yang Terjadi

Puluhan guru honorer gugur pada tahap administrasi PPG (Pendidikan Profesi…

Selasa, 20 November 2018 11:10

Perangkingan Hasil Ujian CPNS Cuma Sebatas Wacana

BANJARMASIN – Usulan perangkingan hasil ujian CPNS terus mengemuka. Sebagai…

Selasa, 20 November 2018 10:58

106 Kepala Daerah Akan Kunjungi Banjarmasin

BANJARMASIN - Seratus bupati dan wali kota akan bertandang ke…

Selasa, 20 November 2018 10:47

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani Turut Angkat Bicara

SECARA terpisah, Walikota Banjarbaru,  turut angkat bicara soal kasus ini.…

Selasa, 20 November 2018 10:20

Tambah Rambu Larangan Parkir Guna Kurangi Kemacetan

BANJARBARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru berencana akan menambah…

Selasa, 20 November 2018 09:50

Kabar Ikan Asin Berformalin, Ikan Asin di Kotabaru Berasal Dari Ikan Segar

KOTABARU - Kabar adanya ikan asin berformalin di Hulu Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .