MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 18 September 2018 10:59
Larangan Kresek di Pasar Tradisional Makin Digaungkan
LEBIH KETAT: Larangan penggunaan kantong kresek bakal diberlakukan hingga pasar tradisional. Sebagai penggantinya, digunakan bakul purun untuk membawa belanjaan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kebijakan diet kantong plastik bakal benar-benar menyasar pasar tradisional. Artinya, penggunaan kresek perlahan-lahan akan tergantikan oleh bahan-bahan yang ramah lingkungan.

"Dapat kami laporkan bahwa Banjarmasin ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang melarang penggunaan kantong plastik di pasar-pasar modern. Dan mohon dukungannya tahun ini kita sudah mulai masuk ke pasar-pasar tradisional," ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Proses sosialisasi sendiri sudah dimulai. Kata Ibnu, ada dua pasar yang sudah mulai menerapkan diet kantong plastik. Diantaranya, Pasar Pandu dan Sentra Antasari.

Untuk diketahui, Banjarmasin bisa disebut pelopor. Belakangan sudah ada beberapa kota lain di Indonesia yang mengadopsi aturan serupa.

“Sampai saat ini sudah diikuti 5 kota lain di Indonesia. Mudah-mudahan ke depan semakin bagus, karena pada saat yang sama kita juga harus menjadikan pasar tradisional sebagai pasar yang sehat dan nyaman,” ucapnya.

Jika kantong kresek dilarang di pasar tradisonal, lalu apa penggantinya? Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Khairil Anwar bakal mencoba bakul purun sebagai alternatif. Selain mengangkat kearifan lokal, harganya juga murah. "Ini sudah sesuai dengan Perwali No 18 Tahun 2016," ujarnya.

Satu harga bakul purun diestimasikan senila Rp3.000. Namun, bisa digunakan untuk jangka panjang. Bahannya kuat, tak gampang rusak. Bisa tahan mengangkut sayur-sayuran hingga lauk-pauk.

Khairil mengklaim, program diet kantong plastik itu dinyatakan mampu memangkas 30 persen sampah di kota ini. Apabila dilanjutkan oleh pasar tradisional, maka volume sampah plastik juga semakin berkurang. “Kami bertahap menyampaikan program pemerintah. Ke depannya, melaksanakan ke beberapa pasar yang ada di Banjarmasin. Memang diakui ada pro dan kontra,” tandasnya. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:26

Ombudsman Desak Audit Umur Pipa PDAM

BANJARMASIN - Bocornya pipa PDAM di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi,…

Minggu, 17 Februari 2019 14:38

Mohon Bersabar, Perbaikan Pipa PDAM Bandarmasih Terhambat

BANJARMASIN -- - Perbaikan pipa milik PDAM Bandarmasih di Jalan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:51

Dishub Bakal Sulap Murjani Menjadi Lahan Parkir Haul Sekumpul

BANJARBARU - Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-14 paa 10 Maret…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:41

Imbau Parkir di Murjani, Dishub Siagakan Lima Bus untuk Antar-Jemput Jamaah Haul ke Martapura 

BANJARBARU --  Lapangan Murjani Banjarbaru akan jadi alternatif pilihan lahan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:36

Kebocoran Pipa PDAM Bandarmasih Berdampak ke 100 Ribu Pelanggan

BANJARMASIN - Warga Jalan Gubernur Syarkawi disuguhi tontonan luar biasa,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:32

Paman Birin Berbagi Ilmu Baris-berbaris

BANJARBARU - Ada suasana berbeda usai senam bersama Aparatur Sipil…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:27

Darurat DBD, RS Sampai Kehabisan Kamar dan Stok Darah

BANJARBARU - Melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:19

BPJS: Kami Sudah Habis Digoreng

BANJARMASIN - Tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit terus bermunculan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:52

Orang Tua Murid Tidak Terima Anaknya Dijambak Oknum Guru Olahraga

BANJARBARU - Dugaan sikap kasar seorang oknum guru kepada muridnya…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:27

Kesal Jalan Belum Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

MARTAPURA – Mungkin karena kecewa dan keburu kesal, warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*