MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 18 September 2018 10:59
Larangan Kresek di Pasar Tradisional Makin Digaungkan
LEBIH KETAT: Larangan penggunaan kantong kresek bakal diberlakukan hingga pasar tradisional. Sebagai penggantinya, digunakan bakul purun untuk membawa belanjaan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kebijakan diet kantong plastik bakal benar-benar menyasar pasar tradisional. Artinya, penggunaan kresek perlahan-lahan akan tergantikan oleh bahan-bahan yang ramah lingkungan.

"Dapat kami laporkan bahwa Banjarmasin ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang melarang penggunaan kantong plastik di pasar-pasar modern. Dan mohon dukungannya tahun ini kita sudah mulai masuk ke pasar-pasar tradisional," ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Proses sosialisasi sendiri sudah dimulai. Kata Ibnu, ada dua pasar yang sudah mulai menerapkan diet kantong plastik. Diantaranya, Pasar Pandu dan Sentra Antasari.

Untuk diketahui, Banjarmasin bisa disebut pelopor. Belakangan sudah ada beberapa kota lain di Indonesia yang mengadopsi aturan serupa.

“Sampai saat ini sudah diikuti 5 kota lain di Indonesia. Mudah-mudahan ke depan semakin bagus, karena pada saat yang sama kita juga harus menjadikan pasar tradisional sebagai pasar yang sehat dan nyaman,” ucapnya.

Jika kantong kresek dilarang di pasar tradisonal, lalu apa penggantinya? Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Khairil Anwar bakal mencoba bakul purun sebagai alternatif. Selain mengangkat kearifan lokal, harganya juga murah. "Ini sudah sesuai dengan Perwali No 18 Tahun 2016," ujarnya.

Satu harga bakul purun diestimasikan senila Rp3.000. Namun, bisa digunakan untuk jangka panjang. Bahannya kuat, tak gampang rusak. Bisa tahan mengangkut sayur-sayuran hingga lauk-pauk.

Khairil mengklaim, program diet kantong plastik itu dinyatakan mampu memangkas 30 persen sampah di kota ini. Apabila dilanjutkan oleh pasar tradisional, maka volume sampah plastik juga semakin berkurang. “Kami bertahap menyampaikan program pemerintah. Ke depannya, melaksanakan ke beberapa pasar yang ada di Banjarmasin. Memang diakui ada pro dan kontra,” tandasnya. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 09:52

Masih Kosong, RTH Taman Pintar Dilanjutkan Bulan Depan

BANJARBARU - Setelah tahap satu rampung akhir tahun 2018 lalu.…

Selasa, 25 Juni 2019 09:49

Sampai Kini, TPA Regional Kesulitan Beroperasi

BANJARBARU - Belum memiliki alat berat, membuat TPA Regional Banjarbakula…

Selasa, 25 Juni 2019 09:27

Sayed Jafar Mau Nyalon Lagi di 2020

KOTABARU - Bupati Sayed Jafar menyatakan kesiapan kembali berlaga di…

Senin, 24 Juni 2019 15:35
SMK PP Negeri Banjarbaru

SMK-PPN Banjarbaru seleksi peserta PWMP

SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Banjarbaru melaksanakan kegiatan seleksi…

Senin, 24 Juni 2019 11:03

Gambut, Penyangga Pangan atau Penyangga Kota?

Sejatinya, pemerintah Kabupaten Banjar sudah menyiapkan lahan abadi pertanian dalam…

Senin, 24 Juni 2019 10:29
Pemkab Balangan

Pembangunan Asrama Mahasiswi Balangan di Yogyakarta Masuk Perencanaan

PARINGIN – Suasana akrab dan kekeluargaan terasa pada gelaran halalbihalal…

Senin, 24 Juni 2019 09:53

Tak Ada Tawar-Menawar untuk Posisi Karmila, Harry: PAN Terbuka untuk Koalisi

BANJARMASIN - Harry Wijaya menjadi kandidat terkuat untuk menduduki kursi…

Senin, 24 Juni 2019 09:49
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Dilatih Budi daya Kelapa Sawit

BATULICIN - Dinas Pertanian Tanbu mengadakan Pelatihan Manajemen Budi daya…

Senin, 24 Juni 2019 09:48
Pemkab Tanah Bumbu

PMD Gelar Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten

BATULICIN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Rapat…

Senin, 24 Juni 2019 09:47
Pemkab Tanah Bumbu

Giliran Sungai Loban Disambangi Wabup

BATULICIN - Wakil Bupati Tanbu H Ready Kambo menyambangi Kantor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*