MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 20 September 2018 08:58
Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum
PERJUANGKAN NASIB: Forum guru honorer K2 mengumpulkan tanda tangan dukungan di Gedung DPRD Banjarmasin, kemarin.

PROKAL.CO, Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke gedung dewan dan menuntut Undang-Undang ASN direvisi. Sekurang-kurangnya, gaji mereka ditambah.

Perekrutan CPNS 2018 disambut gembira. Terutama bagi pelamar muda yang baru lulus kuliah. Namun, bagi para guru honorer, terutama yang telah mengabdi belasan dan bahkan puluhan tahun, kabar itu membawa kegetiran tersendiri.

Kemarin (19/9) pagi, puluhan guru dari Forum Komunikasi Honorer K2 mengadu ke Gedung DPRD Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat. Mereka kemudian diterima oleh Komisi IV dan Dinas Pendidikan.

Istilah K2 merujuk pada honorer yang tidak digaji APBN. Mereka yang telah bekerja minimal sejak 1 Januari 2005 silam. Diperkuat oleh SK (Surat Keputusan) mengajar dari wali kota.

"UU ASN justru melemahkan kami. DPRD Banjarmasin harus mendukung revisi UU itu. Revisi itu sudah digodok, tinggal menunggu pengesahan saja lagi dari pusat," kata Misbah, guru honorer SDN Pengambangan 8.

UU No 5 Tahun 2014 mensyaratkan, batas usia pelamar penerimaan CPNS adalah 35 tahun. "Sedangkan kami rata-rata sudah berusia kepala empat. Umur saya sendiri sudah 43 tahun," imbuhnya.

Terakhir kali, perekrutan K2 dibuka pada 2013 silam. Sebagian sudah diangkat, di Banjarmasin tersisa 127 honorer K2. Seiring waktu, angka itu terus berkurang. Sekarang hanya tersisa 82 honorer saja.

"Ada yang sudah meninggal dunia, kelamaan menunggu diangkat menjadi PNS. Keburu almarhum. Adapula kawan-kawan yang tidak tahan lagi dan memilih berhenti," bebernya.

Mengingat gaji yang diterima tak seberapa, sebagian dari honorer itu memutuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih layak. Semisal berwirausaha.

Ditanya gaji per bulan, Misbah menyebutkan angka Rp1,2 juta. Gaji segitu juga diterima rekannya, Khairunnisa, guru SMPN 6. Jika ingin mencari penghasilan tambahan, bisa dengan mengajar ekstrakurikuler.

"Saya sudah berpindah-pindah mengajar di enam sekolah berbeda. Tapi sampai sekarang masih honorer," ujar guru seni budaya tersebut.

Khairunnisa sudah mengajar selama 20 tahun. Umurnya kini sudah menginjak 46 tahun. "Dewan dan Disdik harus memperjuangkan nasib kami. Tanpa guru, mereka tidak bakal sepintar itu," tegasnya.

Perkara gaji juga menciptakan kecemburuan antar guru. Antara guru yang baru diterima sekolah dan mereka yang sudah mengajar selama puluhan tahun. Nominalnya rupanya tidak dibedakan.

Ketua forum ini, Masniah mengaku sudah capek dengan janji-janji kepala daerah. Bahwa mereka bakal diprioritaskan dalam penerimaan CPNS ketika moratorium dicabut.

"Ternyata, jatah formasi K2 hanya untuk tiga orang. Kami sudah lelah kena PHP (Pemberi Harapan Palsu)," cecar guru SDN Banua Anyar 3 tersebut.

Ini bukanlah upaya pertama. Sebelumnya, mereka mengadu ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Diklat Banjarmasin. Karena penjelasan yang diterima kurang memuaskan, mereka beralih ke DPRD.

Dari 486 formasi yang diusulkan pemko, pusat kemudian mengabulkan 387 formasi. Terbanyak untuk tenaga kesehatan, 231 formasi. Paling sedikit untuk honorer K2, hanya tiga formasi.

Aksi guru honorer di Banjarmasin ini jelas lebih santun. Di berbagai daerah di Indonesia, muncul gelombang unjuk rasa. Bahkan ada yang nekat untuk mogok mengajar. Mengorbankan kebutuhan pendidikan anak muridnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, sebenarnya keluhan guru honorer sudah disampaikan dalam Rembuk Pendidikan Nasional di Bogor, belum lama ini.

Totok menjadi salah satu peserta. Dia menyimak, muncul tuntutan agar formasi K2 menjadi prioritas dalam penerimaan CPNS. "Padahal sudah direkomendasikan, ternyata memang tidak diakomodir pusat," keluhnya.

Perihal batas umur atau pembukaan formasi khusus untuk menampung guru honorer K2, sempat ada wacana untuk menuntut diskresi. Diskresi artinya pengecualian atas undang-undang yang berlaku. "Apakah boleh diberi diskresi? Pertanyaan itu tidak terjawab. Jadi secara nasional, masalah ini berujung buntu," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*