MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 20 September 2018 08:58
Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum
PERJUANGKAN NASIB: Forum guru honorer K2 mengumpulkan tanda tangan dukungan di Gedung DPRD Banjarmasin, kemarin.

PROKAL.CO, Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke gedung dewan dan menuntut Undang-Undang ASN direvisi. Sekurang-kurangnya, gaji mereka ditambah.

Perekrutan CPNS 2018 disambut gembira. Terutama bagi pelamar muda yang baru lulus kuliah. Namun, bagi para guru honorer, terutama yang telah mengabdi belasan dan bahkan puluhan tahun, kabar itu membawa kegetiran tersendiri.

Kemarin (19/9) pagi, puluhan guru dari Forum Komunikasi Honorer K2 mengadu ke Gedung DPRD Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat. Mereka kemudian diterima oleh Komisi IV dan Dinas Pendidikan.

Istilah K2 merujuk pada honorer yang tidak digaji APBN. Mereka yang telah bekerja minimal sejak 1 Januari 2005 silam. Diperkuat oleh SK (Surat Keputusan) mengajar dari wali kota.

"UU ASN justru melemahkan kami. DPRD Banjarmasin harus mendukung revisi UU itu. Revisi itu sudah digodok, tinggal menunggu pengesahan saja lagi dari pusat," kata Misbah, guru honorer SDN Pengambangan 8.

UU No 5 Tahun 2014 mensyaratkan, batas usia pelamar penerimaan CPNS adalah 35 tahun. "Sedangkan kami rata-rata sudah berusia kepala empat. Umur saya sendiri sudah 43 tahun," imbuhnya.

Terakhir kali, perekrutan K2 dibuka pada 2013 silam. Sebagian sudah diangkat, di Banjarmasin tersisa 127 honorer K2. Seiring waktu, angka itu terus berkurang. Sekarang hanya tersisa 82 honorer saja.

"Ada yang sudah meninggal dunia, kelamaan menunggu diangkat menjadi PNS. Keburu almarhum. Adapula kawan-kawan yang tidak tahan lagi dan memilih berhenti," bebernya.

Mengingat gaji yang diterima tak seberapa, sebagian dari honorer itu memutuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih layak. Semisal berwirausaha.

Ditanya gaji per bulan, Misbah menyebutkan angka Rp1,2 juta. Gaji segitu juga diterima rekannya, Khairunnisa, guru SMPN 6. Jika ingin mencari penghasilan tambahan, bisa dengan mengajar ekstrakurikuler.

"Saya sudah berpindah-pindah mengajar di enam sekolah berbeda. Tapi sampai sekarang masih honorer," ujar guru seni budaya tersebut.

Khairunnisa sudah mengajar selama 20 tahun. Umurnya kini sudah menginjak 46 tahun. "Dewan dan Disdik harus memperjuangkan nasib kami. Tanpa guru, mereka tidak bakal sepintar itu," tegasnya.

Perkara gaji juga menciptakan kecemburuan antar guru. Antara guru yang baru diterima sekolah dan mereka yang sudah mengajar selama puluhan tahun. Nominalnya rupanya tidak dibedakan.

Ketua forum ini, Masniah mengaku sudah capek dengan janji-janji kepala daerah. Bahwa mereka bakal diprioritaskan dalam penerimaan CPNS ketika moratorium dicabut.

"Ternyata, jatah formasi K2 hanya untuk tiga orang. Kami sudah lelah kena PHP (Pemberi Harapan Palsu)," cecar guru SDN Banua Anyar 3 tersebut.

Ini bukanlah upaya pertama. Sebelumnya, mereka mengadu ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Diklat Banjarmasin. Karena penjelasan yang diterima kurang memuaskan, mereka beralih ke DPRD.

Dari 486 formasi yang diusulkan pemko, pusat kemudian mengabulkan 387 formasi. Terbanyak untuk tenaga kesehatan, 231 formasi. Paling sedikit untuk honorer K2, hanya tiga formasi.

Aksi guru honorer di Banjarmasin ini jelas lebih santun. Di berbagai daerah di Indonesia, muncul gelombang unjuk rasa. Bahkan ada yang nekat untuk mogok mengajar. Mengorbankan kebutuhan pendidikan anak muridnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, sebenarnya keluhan guru honorer sudah disampaikan dalam Rembuk Pendidikan Nasional di Bogor, belum lama ini.

Totok menjadi salah satu peserta. Dia menyimak, muncul tuntutan agar formasi K2 menjadi prioritas dalam penerimaan CPNS. "Padahal sudah direkomendasikan, ternyata memang tidak diakomodir pusat," keluhnya.

Perihal batas umur atau pembukaan formasi khusus untuk menampung guru honorer K2, sempat ada wacana untuk menuntut diskresi. Diskresi artinya pengecualian atas undang-undang yang berlaku. "Apakah boleh diberi diskresi? Pertanyaan itu tidak terjawab. Jadi secara nasional, masalah ini berujung buntu," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:22
Breaking News

Jasad Salasiah Yang Masih Diluar Rumah Mengeluarkan Darah dan Lendir

BANJARMASIN-Satu hari satu malam sudah Salasiah (39) korban terkena gigitan…

Selasa, 11 Desember 2018 13:07

Golkar Terima Bantuan Dana Paling Banyak Dari Pemprov Kalsel

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel sejak awal tahun tadi ternyata telah…

Selasa, 11 Desember 2018 12:36

Dinyatakan Meninggal, Salasiah Coba di Hidupkan Kembali Oleh Pihak Keluarga

Secara medis, Salasiah telah dinyatakan meninggal. Namun pihak keluarga masih…

Selasa, 11 Desember 2018 11:22

Bupati Balangan Apresiasi Pelaksanaan Lasung Batu Festival

PARINGIN – Karang Taruna Desa Lasung Batu Kecamatan Paringin berkreativitas,…

Selasa, 11 Desember 2018 10:58

Kejari Banjarbaru Tandai Tiga Kantor Dinas Pemko Dalam Misinya

BANJARBARU - Setiap tanggal 9 Desember. Peringatan Hari Anti Korupsi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:39

Ternyata Ini Penyebab Air Dari PDAM Macet di Wiilayah Banjarbaru

BANJARBARU - Semenjak Sabtu (8/12) kemarin. Beberapa wilayah di Banjarbaru…

Selasa, 11 Desember 2018 10:28

90 Persen Prolegda DPRD Balangan Terlaksana

PARINGIN – Menjelang akhir tahun anggaran 2018, intensitas perjalanan dinas…

Selasa, 11 Desember 2018 10:27

Bupati Terima Penghargaan di Bidang Perkebunan

PARINGIN – Bupati Balangan H Ansharuddin, Senin (10/12) kemarin kembali…

Selasa, 11 Desember 2018 10:26

Nominator Peraih Adipura Kencana Menyisakan Tiga Perwakilan Dari Kalimantan

BANJARMASIN - Sejumlah nominator peraih Adipura Kencana telah rontok. Dari…

Selasa, 11 Desember 2018 10:17

Kesetrum, Empat Pemasang Tiang Internet Tersengat Arus Listrik Tegangan Tinggi

BANJARMASIN - Empat pekerja pemasang tiang Internet dilarikan ke rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .