MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 20 September 2018 08:58
Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum
PERJUANGKAN NASIB: Forum guru honorer K2 mengumpulkan tanda tangan dukungan di Gedung DPRD Banjarmasin, kemarin.

PROKAL.CO, Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke gedung dewan dan menuntut Undang-Undang ASN direvisi. Sekurang-kurangnya, gaji mereka ditambah.

Perekrutan CPNS 2018 disambut gembira. Terutama bagi pelamar muda yang baru lulus kuliah. Namun, bagi para guru honorer, terutama yang telah mengabdi belasan dan bahkan puluhan tahun, kabar itu membawa kegetiran tersendiri.

Kemarin (19/9) pagi, puluhan guru dari Forum Komunikasi Honorer K2 mengadu ke Gedung DPRD Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat. Mereka kemudian diterima oleh Komisi IV dan Dinas Pendidikan.

Istilah K2 merujuk pada honorer yang tidak digaji APBN. Mereka yang telah bekerja minimal sejak 1 Januari 2005 silam. Diperkuat oleh SK (Surat Keputusan) mengajar dari wali kota.

"UU ASN justru melemahkan kami. DPRD Banjarmasin harus mendukung revisi UU itu. Revisi itu sudah digodok, tinggal menunggu pengesahan saja lagi dari pusat," kata Misbah, guru honorer SDN Pengambangan 8.

UU No 5 Tahun 2014 mensyaratkan, batas usia pelamar penerimaan CPNS adalah 35 tahun. "Sedangkan kami rata-rata sudah berusia kepala empat. Umur saya sendiri sudah 43 tahun," imbuhnya.

Terakhir kali, perekrutan K2 dibuka pada 2013 silam. Sebagian sudah diangkat, di Banjarmasin tersisa 127 honorer K2. Seiring waktu, angka itu terus berkurang. Sekarang hanya tersisa 82 honorer saja.

"Ada yang sudah meninggal dunia, kelamaan menunggu diangkat menjadi PNS. Keburu almarhum. Adapula kawan-kawan yang tidak tahan lagi dan memilih berhenti," bebernya.

Mengingat gaji yang diterima tak seberapa, sebagian dari honorer itu memutuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih layak. Semisal berwirausaha.

Ditanya gaji per bulan, Misbah menyebutkan angka Rp1,2 juta. Gaji segitu juga diterima rekannya, Khairunnisa, guru SMPN 6. Jika ingin mencari penghasilan tambahan, bisa dengan mengajar ekstrakurikuler.

"Saya sudah berpindah-pindah mengajar di enam sekolah berbeda. Tapi sampai sekarang masih honorer," ujar guru seni budaya tersebut.

Khairunnisa sudah mengajar selama 20 tahun. Umurnya kini sudah menginjak 46 tahun. "Dewan dan Disdik harus memperjuangkan nasib kami. Tanpa guru, mereka tidak bakal sepintar itu," tegasnya.

Perkara gaji juga menciptakan kecemburuan antar guru. Antara guru yang baru diterima sekolah dan mereka yang sudah mengajar selama puluhan tahun. Nominalnya rupanya tidak dibedakan.

Ketua forum ini, Masniah mengaku sudah capek dengan janji-janji kepala daerah. Bahwa mereka bakal diprioritaskan dalam penerimaan CPNS ketika moratorium dicabut.

"Ternyata, jatah formasi K2 hanya untuk tiga orang. Kami sudah lelah kena PHP (Pemberi Harapan Palsu)," cecar guru SDN Banua Anyar 3 tersebut.

Ini bukanlah upaya pertama. Sebelumnya, mereka mengadu ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Diklat Banjarmasin. Karena penjelasan yang diterima kurang memuaskan, mereka beralih ke DPRD.

Dari 486 formasi yang diusulkan pemko, pusat kemudian mengabulkan 387 formasi. Terbanyak untuk tenaga kesehatan, 231 formasi. Paling sedikit untuk honorer K2, hanya tiga formasi.

Aksi guru honorer di Banjarmasin ini jelas lebih santun. Di berbagai daerah di Indonesia, muncul gelombang unjuk rasa. Bahkan ada yang nekat untuk mogok mengajar. Mengorbankan kebutuhan pendidikan anak muridnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, sebenarnya keluhan guru honorer sudah disampaikan dalam Rembuk Pendidikan Nasional di Bogor, belum lama ini.

Totok menjadi salah satu peserta. Dia menyimak, muncul tuntutan agar formasi K2 menjadi prioritas dalam penerimaan CPNS. "Padahal sudah direkomendasikan, ternyata memang tidak diakomodir pusat," keluhnya.

Perihal batas umur atau pembukaan formasi khusus untuk menampung guru honorer K2, sempat ada wacana untuk menuntut diskresi. Diskresi artinya pengecualian atas undang-undang yang berlaku. "Apakah boleh diberi diskresi? Pertanyaan itu tidak terjawab. Jadi secara nasional, masalah ini berujung buntu," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 19:05

Sahbirin Dianugerahi Pena Hijau Award

BANJARBARU – Kebijakan gerakan revolusi hijau, menanam dan menanam untuk anak cucu kita yang dikeluarkan…

Senin, 22 Oktober 2018 18:40

Polemik Kenaikan UMP 2019: Buruh Mengeluh Pengusaha Menjerit

BANJARMASIN – Pemerintah memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2019 mendatang…

Senin, 22 Oktober 2018 18:38
Pemilu 2019

Banyak Warga Tercecer dari DPT Pemilu 2019

BANJARMASIN – Helmy tampak bingung. Namanya tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu…

Senin, 22 Oktober 2018 18:28

Pak Walikota, Jalan ini Lima Tahun Lebih tak Diperbaiki

BANJARBARU - Warga Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, mempertanyakan kinerja Pemko Banjarbaru…

Senin, 22 Oktober 2018 18:23

Relokasi Pasar Bauntung, Sekda Sebut Ada Provokator

BANJARBARU - Sekda Kota Banjarbaru Said Abdullah angkat bicara, terkait pro dan kontra rencana relokasi…

Senin, 22 Oktober 2018 16:14
Parlementaria Banjarbaru

Dewan Minta Tambah Sekolah Rujukan untuk Penyandang Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 diantaranya merupakan penyandang…

Senin, 22 Oktober 2018 16:13
Berita Banjarbaru

Walikota Imbau Warga Waspadai Peralihan Musim

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama wakilnya Darmawan Jaya Setiawan dan Kepala Bagian…

Senin, 22 Oktober 2018 16:11
Berita Tanah Bumbu

Melindungi Pekerja dan Pelaku Usaha

BATULICIN - Kepala Disnakertranskop dan UM Tanbu, Suhartoyo, mengatakan semua pekerjaan pasti ada resiko…

Senin, 22 Oktober 2018 16:05
Berita Tanah Bumbu

TNP2K Kunjungi Tanah Bumbu

BATULICIN - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dibawah Sekretariat Wakil Presiden…

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .