MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 20 September 2018 09:00
Ibnu Terperangah, di Pusat Kota Masih Ada Pemukiman Seperti ini
BUKAN GANG: Dewi menuntun ayahnya Slamet menuju rumahnya yang baru. Setelah menerima bantuan bedah rumah dari Baznas Banjarmasin. Lorong sempit inilah yang membuat wali kota terperangah.

PROKAL.CO, WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terperangah ketika mengunjungi rumah milik Slamet di Gang Kembang Jalan Haryono MT, kemarin (19/9) pagi.

Slamet, 69 tahun, adalah penerima bantuan bedah rumah dari Baznas (Badan Amil Zakat Nasional). Bukan rumahnya, melainkan akses menuju rumah itulah yang membuat Ibnu kaget.

Disebut gang pun tak layak, apalagi jika disebut jalan. Untuk mencapai rumah Slamet, harus berjalan kaki melewati lorong yang gelap dan lembab. Lebarnya cuma satu meter. Terhimpit oleh tembok dan WC umum.

Sementara rumah Slamet berada di ujung lorong yang buntu. "Saya tidak terbayang. Dalam kondisi darurat, mereka mau lari ke mana?" kata Ibnu.

Makin miris karena jarak antara rumah Slamet dan Balai Kota tak sampai satu kilometer. "Jujur, saya benar-benar kaget. Di pusat kota yang tak jauh dari Balai Kota masih ada permukiman seperti ini," imbuhnya.

Ibnu berjanji akan meminta Kelurahan Kertak Baru Ilir dan Dinas Permukiman dan Perumahan untuk berkoordinasi. Kawasan itu berhak untuk dibantu. "Apalagi sekarang sudah ada program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh)," tukasnya.

Lalu, siapa sebenarnya Slamet? Lelaki ini lahir tahun 1949. Semasa badannya masih sehat, Slamet bekerja sebagai juru parkir. Sekitar awal tahun 2000-an, daya penglihatannya rusak karena katarak. Kini dia praktis buta total.

Sedangkan istrinya, Zahrah, juga ikut sakit-sakitan. Selama 10 bulan terakhir, kaki perempuan berusia 60 tahun itu tak lagi bisa digerakkan.

Untuk keluar dan masuk rumah berukuran 3x8 meter itu, Slamet mengandalkan bantuan putrinya, Sari Dewi, 30 tahun. Tanpa dituntun, mustahil dia berhasil melewati lorong tersebut.

"Rumah ini sudah lapuk. Hampir roboh. Saya sendiri yang memperbaikinya, berkali-kali. Tetapi sejak mata saya rusak, saya pasrahkan saja," cerita Slamet.

Dia kemudian meraba-raba lantai dan tembok rumahnya yang baru. Slamet sangat penasaran ingin melihatnya secara langsung. Berkali-kali dia mengusap mata di balik kacamata hitamnya.

Prihatin, warga kemudian mengusulkan permohonan bantuan bedah rumah. Petugas Dinas Sosial sudah bolak-balik berkunjung. Hingga Baznas menjanjikan pertolongan.

Dewi bersyukur keluarganya dibantu bedah rumah. Mengingat selama ini sedikit sekali bantuan yang keluarganya terima. "Kami cuma mendapat raskin (beras miskin). Ada kartu BPJS, tapi cuma untuk saya dan ibu. Bapak belum dapat," jelasnya.

Dari penuturan tetangga, keluarga Slamet dulu memiliki tanah warisan yang cukup luas. Sepetak demi sepetak dijual. Rumah demi rumah dibangun, hingga hunian Slamet terjebak sendirian di tengah. Lorong itu juga dulunya merupakan bangunan yang diubah menjadi gang.

Ketua Baznas Banjarmasin, KH Murjani Sani mengatakan, tahun ini dikucurkan bantuan sebesar Rp118 juta membedah dua rumah warga miskin di kota ini. Selain rumah Slamet, juga dibantu rumah milik Nurdin di Jalan Batu Benawa, Teluk Dalam.

"Program ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2009. Karena keterbatasan dana, total baru 15 rumah yang bisa dibantu. Sebagian diambil dari infak para jemaah haji dan umrah," jelas Murjani.

Bantuan tidak diserahkan dalam bentuk uang tunai. Baznas membelikan bahan material bangunan. Sedangkan pembongkaran dan pembangunan ulang rumah dikerjakan warga sekitar. Pemasangan sambungan air leding dan listrik juga ditanggung Baznas.

"Warga turun tangan untuk bergotong-royong. Semua bekerja dengan sukarela. Anak-anak bahkan bantu mengangkut bahan material," kata Wardi, 50 tahun, tetangga Slamet. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*