MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 21 September 2018 09:05
Anang: Pemko Memancing Kami Memasuki Zona Perang

Sidang Sengketa Informasi Terkait Aset Daerah

ASET: Metro City di Jalan Ujung Murung termasuk data aset yang dituntut dibuka dalam sidang sengketa informasi publik antara Pemko Banjarmasin versus pemohon. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sidang sengketa informasi publik antara Pemko Banjarmasin versus warga berlanjut. Komisi Informasi Kalsel memberi waktu dua pekan bagi pemko untuk membuka data 10 aset daerah yang menjadi objek sengketa.

Persidangan ketiga itu digelar kemarin (20/9) pagi di eks kantor Dinas Perhubungan Kalsel, Jalan RE Martadinata. Baik pihak pemohon maupun termohon sidang berhadir. "Pada 15 hari kedepan kami menggelar sidang putusan. Kalau misalnya nanti ada pihak yang tidak puas, silakan banding ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Setelah itu, bukan ranah kami lagi," kata Ketua Komisi Informasi Kalsel, Samsul Rani.

Pemohon adalah mantan anggota DPRD Kalsel, Anang Rosadi Adenansi dan mantan bakal calon wali kota dari jalur independen pada Pilkada 2015, Rakhmat Nopliardy.

Keduanya pernah menyurati Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk bersikap terbuka. Atas sejumlah aset pemko yang pengelolaannya diserahkan pada pihak ketiga. Apakah masa perjanjian kerja sama itu masih berlaku, telah kedaluwarsa, atau bahkan telah merugikan pemko.

Menunggu selama tiga bulan, surat itu tak kunjung dibalas. Keduanya lantas mengadu ke Komisi Informasi. Dalam persidangan itu, Anang sempat mencak-mencak. Dia tersinggung atas ucapan Kabag Hukum Setdako Banjarmasin, Lukman Fadlun yang mewakili wali kota. "Kami disebut menunjukkan itikad tidak baik. Dengan pernyataan ini, pasangan Ibnu dan Herman telah memancing kami untuk memasuki zona perang," tegas Anang.

"Pemko enggak paham. Anggaran atau aset adalah harta rakyat. Mereka cuma bantu mengurusi. Kalau misalkan ada warga yang menanyakan nasib harta mereka, apakah itu salah?" cecar Anang.

Apa saja data aset yang disengketakan tersebut? Sebut saja Banjarmasin Trade Center di Jalan Pramuka, Pasar Sentra Antasari, Mitra Plaza di Jalan Pangeran Antasari, dan Metro City di Jalan Ujung Murung. Rata-rata adalah aset yang nasibnya kini sumir.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Banjarmasin, Hermansyah lalu angkat suara. Dia mengatakan, istilah "itikad tidak baik" itu dipilih karena pemko sudah menawarkan jalur mediasi. "Kami ingin menuntaskan masalah ini lewat mediasi, tapi malah disengketakan," ujarnya.

Dia juga menegaskan, data 10 aset itu tidak dirilis ke publik bukan karena pemko sengaja untuk menutup-nutupi. Melainkan karena belum komplet. Masih banyak berkas berceceran yang harus dilacak dan dikaji. "Sekian era pemerintahan telah berganti. Beberapa berkas penting berhasil kami temukan. Tapi cuma dalam bentuk fotokopi. Kami khawatir, tanpa dokumen asli, bisa menimbulkan masalah baru," tegas Hermansyah.

Dari 10 aset tersebut, Badan Keuangan dan Aset Daerah Banjarmasin telah membuka enam diantaranya. Sisanya masih disimpan karena jauh dari kata lengkap.

Diwartakan sebelumnya, wali kota membeberkan ada 19 aset pemko yang "keseleo". Dalam artian tersangkut masalah hukum. Atau perjanjian kerja samanya justru merugikan pemko. Dari 19 aset tersebut, baru satu yang berhasil ditinjau ulang.(fud/at/dye)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*