MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 21 September 2018 09:15
Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Ke Sekolah Jalan memutar, Sampai Sekolah Siswa Sudah Pulang

PEDALAMAN: Suasana sekolah SD Terpencil di Desa Aniyungan Kecamatan Halong.

PROKAL.CO, Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak kiranya jika mereka menunutut pemerintah memudahkan mereka melamar CPNS.


Ayam jantan subuh berkokok. Sabah Noor, guru honor berusia 50 tahun, bangun dari lelap. Usai ibadah, dia kemudian menyiapkan makan untuk suami anak-anaknya yang masih kecil.

Matahari terbit. Sabah Noor masih harus mengurus ini dan itu. Baju sekolah anak-anak. Buku-buku untuk mengajar. Beres-beres sisa makan.

Matahari mulai naik, suami berangkat kerja naik mobil antar jemput perusahaan. Sementara Sabah menghidupkan motor bebek tuanya, mengantar anak-anak ke sekolah, sekaligus berangkat ke tempat mengajar.

Sudah puluhan tahun guru itu mendidik anak-anak. Tahun 2002 dia diangkat jadi guru honor di SMPN 1 Pulau Laut Barat. Sebelum di sana, Sabah sudah pula mehonor di beberapa sekolah lainnya.

Puluhan tahun silam,0jumTh guru tidak sebanyak sekarangski hanya lulusan SMEA (SMA sederajat), tapi Sabah Noor diminta mengajar oleh sekolah.

Bertahun-tahun mengajar, jadi kebiasaan. Kontribusi Sabah di dunia pendidikan diberikan apresiasi oleh pemerintah daerah. Bertahun silam statusnya diangkat jadi guru honor daerah. Artinya pemerintah resmi mempekerjakannya di dunia pendidikan.

Uang honor dipakai untuk biaya hidup keluarganya. Suami Sabah hanya karyawan biasa di sebuah perusahaan pelabuhan di Pulau Laut Barat, dengan gaji yang juga pas-pasan.

Mendengar tidak ada kuota PNS untuk usia di atas 35 tahun, Sabah mengaku sedih. Bukan semata karena dirinya sendiri. "Masih banyak yang tua yang sudah sarjana, tapi tidak bisa daftar PNS. Saya tahu betul, gaji honor tidak cukup," ujarnya.

Tidak usah katanya diceritakan detail kehidupan guru honor. Semua tahu. Mereka pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kadang harus gali lobang tutup lubang.

Saat kabar tentang penerimaan CPNS, Ehen langsung gembira. Dia merasa inilah peluangnya setelah menunggu selama belasan tahun. Namun harapan pria 36 tahun itu sirna kala akhirnya peerintah memberi batasan usia maksimal bagi pendaftar, tidak boleh lebih dari 35 tahun.

Sudah lebih dari satu dekade sejak tahun 2005 Ehen mengabdikan diri mengajar di Sekolah Dasar Terpencil di Desa Aniyungan Kecamatan Halong, sekitar 60 kilometer dari ibukota Balangan, Paringin. Sekolah itu terletak di tengah hutan Meratus.


Perjuangan? Tak perlu diragukan, dedikasi Ehen untuk mencerdaskan anak pedalaman Meratus penuh duka. Dia menerima gaji 250 ribu per bulan selama bertahun-tahun.

Jangan kira mengajar di pedalaman gampang. Untuk menuju sekolah saja sudah membutuhkan kekuatan yang tidak sembarang guru mau melakukannya.

Jarak menuju sekolah ini dari pusat Kecamatan Halong hanya 30 menit menggunakan kendaraan bermotor yang sudah dimodifikasi khusus jadi semi trail. Namun jika hujan, tak jarang satu-satunya akses jalan terdekat terputus akibat longsor dan banjir. Akibatnya para guru harus mengambil jalan mengeliling dengan jarak tempuh lebih jauh. Tak jarang, sesampainya di sekolah, para murid sudah pada pulang.

Untunglah, sejak satu tahun terakhir jalan menuju sekolah sudah dilakukan pengerasan oleh pemerintah daerah.


Kini sebagai tenaga honor daerah, Ehen sudah menerima gaji Rp1,1 juta sejak tahun 2015. Jumlah itu masih jauh dari cukup Karena itu, . Ehen juga bekerja sampingan sebagai penyadap karet. “Jadi sebelum pergi ke sekolah, menyempatkan diri ke kebun dulu buat menyadap karet jam empat subuh,” ujarnya.

Ehen yang mengajar pelajaran Olahraga merangkap guru kelas ini memang hanya mengantongi ijazah SMA, tetapi ia berharap ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk memperhatikan keberlangsungan pendidikan di pedalaman.

Rekan Ehen, Ressa bahkan hanya menerima tak lebih dari Rp500 ribu per bulan. “Pernah menerima gaji dari Rp50 ribu saat tahun-tahun pertama ngajar. Mulai ngajar di sini tahin 2005. Tapi karena kita ikhlas mendidik itu tidak jadi masalah. Sekarang sudah ada tambahan tunjangan dari pemerintah daerah sekitar Rp500 ribu per bulan,” ucapnya.


Namun Ressa sedikit lebih beruntung, karena usianya masih 34 tahun. Kesempatan sarjana pendidikan ini untuk menjadi PNS bisa ia dapatkan melalui tes di jalur umum.

SD Terpencil Aniyungan saat ini memiliki delapan orang guru. Lima guru sudah berstatus PNS, sisanya masih honor yang rata-rata sudah mengabdi sejak tahun 2005 ke bawah.
Muridnya tergolong sedikit yaitu 14 orang. Bahkan ada dua kelas yang hanya diisi satu orang murid. Namun setiap tahunnya selalu ada murid baru yang diterima sekolah.

Lelu Dinata, PNS di SD Terpencil Aniyungan yang sudah mengajar di sana sejak 2002 sangat berharap teman-teman seperjuangannya bisa bernasib yang sama dengannya: diangkat jadi PNS melalui jalur khusus. Seperti tahun 2007.
Menurut Lelu, selain merupakan warga sekitar, mereka adalah tenaga pendidik yang benar-benar ikhlas mengajar. Berbagi ilmu. Walau dalam segala keterbatasan.
“Selama ini kita pernah beberapa kali dapat tenaga guru PNS dari luar. Baru satu tahun tugas sudah minta pindah ke sekolah lain dengan berbagai alasan. Kalau para honor sekarang diangkat tidak mungkin mereka minta pindah,” tukasnya. (why)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .