MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 21 September 2018 09:20
Demo Lagi, Kali ini Mahasiswa Diadang Pagar Betis Polisi
DIADANG: Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kalsel, Kamis (20/9) siang. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Gelombang aksi unjuk rasa di kembali terjadi. Massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan hampir melakukan aksi di Gedung DPRD Provinsi Kalsel. Gerak mereka diblokade oleh petugas kepolisian di halaman kantor wakil rakyat.

Mahasiswa yang ngotot ingin menemui wakil rakyat sempat saling dorong dengan polisi. Suasana sempat memanas. Mahasiswa emosi karena menuding aparat melakukan pemukulan terhadap beberapa mahasiswa.

Beruntung kegaduhan ini mampu diredam kedua pihak bernegosiasi. Akhirnya perwakilan anggota DPRD Kalsel bersedia keluar menemui massa yang teradang ditengah jalan raya.

Ketua Komisi III Supian HK dan Ketua Komisi II Suwardi Sarlan menawarkan dialog di dalam gedung DPRD Kalsel, tapi hanya diwakili perwakilan massa.Tawaran itu ditolak mahasiswa. Mereka menginginkan semua rekan mahasiswa yang berunjuk rasa di perbolehkan masuk. Kedua pihak tak ada kesepakatan. Anggota dewan yang juga menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia (BI) ini pun akhirnya meninggalkan para pengunjuk rasa.

Mahasiswa kecewa dan menduga kehadiran mereka di gedung dewan tak direstui akibat kasus perusakan aset dalam demo sebelumnya. Padahal massa menjamin mereka akan bersikap damai dan siap diamankan jika anarkis.

Ketua koordinator lapangan unjuk rasa pagi itu, Toha Retop menyayangkan perlakukan dewan dan polisi terhadap para pengunjuk rasa. "Kami dianggap sebagai musuh oleh dewan dan aparat penegak hukum, ini yang membuat kami kecewa, padahal mahasiswa bukan musuh," ucapnya.

Sebenarnya kedatangan ke Gedung DPRD Kalsel hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat Kalsel. Ada tujuh tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kedua, mendesak pemerintah untuk segera meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Ketiga, menuntut pemerintah untuk menggalakkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Keempat, menstabilkan, harga-harga dalam negeri terkait bahan pangan, BBM, BBG dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Kelima, mendesak pemerintah untuk menasionalkan asset negara yang dikelola oleh asing. Keenam menagih janji pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketujuh mencabut Perpres No 20 Tahun 2018 tentang TKA.

"Tapi sayang dewan perwakilan rakyat gagal dalam menampung aspirasi rakyat kalsel," ujarnya.

Ketua Komisi II, Suwardi Sarlan mengatakan memang tidak mengizinkan mahasiswa masuk ke dalam gedung karena faktor keamanan. Namun dia berjanji, aspirasi yang sudah disampaikan pengunjuk rasa akan ditampung dan segera disampaikan kepada pusat. "Malam ini saya akan berangkat ke Jakarta dan akan saya sampaikan langsung ke pusat," ujarnya.

Aksi mahasiswa yang dimulai sekitar pukul 09.30 Wita ini semula akan tetap bertahan sampai pukul 18.00 Wita. Tapi entah kenapa pengunjuk rasa sekitar pukul 14.30 Wita sudah membubarkan diri. (gmp/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 18:26

Hadeehh..! Begini Jadinya Klo Suka Bikin Gaduh di Kos-kosan

BANJARBARU - Berkumpul di dalam satu kamar indekos dan bikin gaduh hingga larut malam, tujuh muda-mudi…

Minggu, 21 Oktober 2018 18:34
Breaking News

5 Rumah di Tanah Laut Diterjang Puting Beliung

TANAH LAUT --Waarga Jalan Pembangunan RT 8 Desa Sungai Rasau Kecamatan Bumi Makmur di kejutkan dengan…

Minggu, 21 Oktober 2018 16:11

Kasihannya ae..! Baru Dipanen 10 Ton Padi Terbakar

MARABAHAN - Musibah memang tidak kenal waktu. Baru mengadakan selamatan dirumahnya, Ijun (40) warga…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:10

Subuh Hilang, Pagi Ditemukan Mengapung

BANJARMASIN -Warga Alalak Selatan, Banjarmasin Utara mendadak gempar. Sesosok jasad ditemukan mengapung…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .