MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 21 September 2018 09:21
Waspada..!! Penculikan Anak Hebohkan Banjarbaru, Begini Modusnya
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Dalam beberapa hari terakhir, Kota Banjarbaru dihebohkan dengan dua isu percobaan penculikan anak. Kabar ini jelas membuat masyarakat resah, apalagi para orangtua yang mempunyai buah hati berusia belia.

Kabar yang pertama ialah percobaan penculikan murid SD di sekitaran Jalan RO Ulin, Loktabat Selatan yang disebar oleh akun media sosial facebook bernama Samsul Ramli, Rabu (9/9) tadi.

Dalam statusnya, Samsul Ramli menceritakan bahwa dirinya telah menerima kabar salah satu keponakannya terselamatkan dari percobaan penculikan saat pulang dari salah satu sekolah dasar di kawasan Jalan RO Ulin atau daerah yang biasa disebut Klaus Reppe.

Dari informasi yang diterimanya, keponakannya tersebut dipaksa naik sepeda motor oleh dua orang misterius tidak jauh dari gerbang sekolahnya. Korban pun bersedia dan dibawa oleh dua orang itu.

Namun, sesampainya di jalan raya korban melihat bapaknya di seberang jalan yang bermaksud menjemputnya. Anak itu lalu berteriak memanggil bapaknya. Mendengar teriakannya, dua orang yang membawanya pun langsung menurunkannya kemudian kabur.

Hanya dalam beberapa jam, status yang memuat kronologi percobaan penculikan itupun mendapatkan respon dari puluhan warganet. Ada yang menulis di kolom komentar, adapula yang membagikannya. Akan tetapi, Kamis (20/9) kemarin status itu tak ada lagi di beranda facebook Samsul Ramli. Nampaknya, pemilik akun telah menghapusnya.

Kemudian, isu penculikan anak yang kedua ialah kabar berkeliarannya penculik anak dengan modus pura-pura menjadi orang gila. Informasi tersebut tersebar di media sosial WhatsApp lengkap dengan foto seorang wanita yang disebut-sebut sebagai penculiknya.

Dalam pesan WA yang disebar oleh masyarakat itu dijelaskan bahwa wanita yang ada di foto tengah berada di wilayah Banjarbaru. Dia tak segan masuk ke dalam rumah orang dan mengambil apa saja, termasuk anak-anak yang tak diawasi oleh orang tuanya.

Radar Banjarmasin pun mencoba mencaritahu kebenaran tentang dua informasi tentang penculikan anak itu. Dengan cara mendatangi sekolah dasar yang berada di sekitaran Klaus Reppe dan meminta keterangan dari pihak kepolisian.

Di kawasan Klaus Reppe atau Jalan RO Ulin, sekolah yang disebut-sebut dalam status akun media sosial facebook bernama Samsul Ramli adalah SDN 2 Loktabat Selatan. Ketika wartawan ke sana untuk mengonfirmasi kebenaran isu percobaan penculikan, pihak sekuriti mengabarkan bahwa kepala sekolah sedang tidak masuk lantaran sakit. "Kepala sekolah tidak masuk. Selain beliau tidak ada yang boleh berbicara kepada media, karena harus satu pintu," katanya.

Saat ditanya mengenai info penculikan, dirinya tak menampik jika anak yang dimaksud merupakan murid SD itu. Tapi, dia mengaku tak tahu pasti apakah kejadian tersebut benar atau tidak. "Dia memang sekolah di sini. Tapi hari ini kebetulan tidak masuk. Mengenai cerita penculikan itu, tidak tahu benar atau tifak. Bisa jadi hanya salah paham," ucapnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang wali murid saat menunggu anaknya di sekolah yang berdekatan dengan Kantor Dinas Pendidikan tersebut. "Katanya info penculikan itu hoax. Itu hanya salah paham. Dua orang itu memang mau mengantarkan anak tersebut, lalu di tengah jalan ada bapaknya kemudian mereka turunkan," ungkapnya.

Menurutnya, kalau memang dua orang itu penculik pasti akan tetap membawa anak tersebut kabur. Sebab, bapaknya berada di seberang jalan yang terhalang oleh trotoar. "Kalau dibawa lari pasti tidak akan terkejar. Tapi, karena orang itu memang bermaksud mengantar anak itu jadi ya diturunkan," ujar wanita yang menolak namanya dikorankan ini.

Dugaan wanita tersebut dikuatkan pihak kepolisian, saat dikonfirmasi Kompol Purbo Raharjo melalui Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Kota Iptu Yuli Tetro menyebut bahwa kabar percobaan penculikan itu tidak benar. "Polres sudah mendatangi anak dan orangtuanya. Dan kabar itu hoax," ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan isu berkeliarannya penculik anak yang pura-pura jadi orang gila? Kanit menyebut jika informasi tersebut juga belum ada kebenarannya. "Info darimana itu? Bisa jadi fitnah," ucapnya.

Meski, kedua informasi penculikan disebut hoax. Namun, tak ada salahnya sekolah dan orang tua waspada dan menjaga ketat anak-anaknya. Seperti halnya, SDN 1 Loktabat Utara. Beredarnya kabar penculikan membuat pihak sekolah mewanti-wanti orang tua murid supaya memberitahu ke anak-anaknya agar menolak jika dijemput orang tak dikenal.

"Tadi (kemarin) dalam kegiatan 10 Muharam, wali murid kebetulan kumpul di sekolah. Jadi, kami pesan supaya anaknya tidak mau kalau dijemput orang selain keluarganya," kata Kepala SDN 1 Loktabat Utara Zubaidah. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*