MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 30 September 2018 11:10
Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)
BERSAMA SAHABAT: Imam Muttaqin mengangkat Hanafi ke atas sepeda motornya. Keduanya sudah berteman selama tiga bulan terakhir.

PROKAL.CO, Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki dan tangan kanan, Hanafi rajin salat berjemaah di masjid.

--------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

---------------------------------------

HANAFI lahir di Kabupaten Kapuas, Kalteng, 35 tahun silam. Dia bungsu dari tujuh bersaudara. Semua kakaknya memiliki tubuh normal. Sementara Hanafi terlahir separuh. Tanpa kedua kaki dan tangan kanan.

"Saya ingin pergi sekolah, tapi mama tidak mau," ujarnya saat mengenang masa kecil. Kami bertemu seusai salat Jumat (28/9) di Masjid Al Muttaqin di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara.

Siang itu, dia mengenakan peci putih, baju koko hijau lumut, dan sarung cokelat gelap. Pakaian itu telah dimodifikasi sesuai kebutuhannya. Sarung dipangkas pendek hingga selangkangan. Lengan bajunya dipotong dan dikelim.

Hanafi kemudian belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan bantuan seorang bibi. "Beliau rutin datang ke rumah mengajari saya. Sering dibawakan buku-buku bacaan," imbuhnya.

Beranjak dewasa, Hanafi mencari uang di rental Playstation milik seorang teman. Tak puas dengan pekerjaan itu, tahun 2013 ia merantau ke Banjarmasin. Sekarang Hanafi tinggal di Gang Rambutan Jalan Keramat Raya, Banjarmasin Timur.

Di rumah kontrakan tersebut, Hanafi tinggal bersama istri dan dua anak. Untuk menghidupi keluarganya, dia berjualan ponsel bekas via lapak online. "Saya berdoa semoga suatu hari bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik," harapnya.

Sempat tergoda menjadi atlet paralympic (ajang olahraga untuk penyandang disabilitas), Hanafi gentar. "Saya disuruh berenang, ngeri juga," ujarnya seraya tertawa.

Lalu, apa istimewanya Hanafi? Ada ribuan penyandang disabilitas di Banjarmasin. Jawabannya ada dua. Pertama, dia pantang mengemis. Mendulang rupiah atas belas kasihan orang lain. "Saya tidak akan merendahkan diri," tegasnya.

Kedua, selama setahun terakhir, Hanafi rutin salat berjemaah di masjid. Dengan memesan ojol (ojek online) untuk mengantarnya ke masjid. Terutama pada waktu zuhur sampai isya. "Kalau subuh terpaksa salat di rumah. Tak ada ojol yang bisa diorder pada jam segitu," ujarnya.

Tak selalu mudah. Lantaran beberapa ojol buru-buru membatalkan orderan setiba di teras rumahnya. "Saya tak marah. Melihat kondisi begini, mereka bakal repot karena harus menggotong saya ke jok motor," jelasnya.

Bukan hanya salat lima waktu, Hanafi juga rajin mengejar pengajian. Dari musala ke masjid, dari satu majelis taklim ke majelis taklim lainnya.

Ditanya adakah cerita spesial terkait "titik balik" yang membuat Hanafi rajin ke masjid, dia menggelengkan kepala. Jawabannya tidak mengandung pesan dakwah yang menggebu-gebu. Tanpa drama yang berlebihan. Apalagi kisah supranatural yang masih menjadi favorit masyarakat Banjar.

Motivasi Hanafi sungguh sangat sederhana. "Saya kesepian di rumah. Saya ingin memiliki banyak teman. Jadi saya ingin ke masjid," jawabnya polos.

Tuhan toh tidak tidur. Beban Hanafi kini lebih ringan. Tiga bulan yang lewat, dia berkenalan dengan Imam Muttaqin, 36 tahun, warga Jalan Sultan Adam. Imam bukan sekadar teman. Dia lah yang mengantarkan Hanafi pulang ke rumah seusai pengajian dengan sepeda motor bebeknya.

Imam adalah lelaki berkulit putih, berjenggot lebat dengan mata sayu. "Kami janjian via WhatsApp. Malam ini masjid mana? Jam berapa? Jadi Hanafi datang dengan ojol, pulangnya saya antarkan," ujarnya.

Bagaimana keduanya bisa bertemu? Imam sering salat di Masjid Ar Rahmah, Sungai Andai. Kebetulan, Hanafi juga senang salat di situ. Beberapa kali melihat Hanafi, Imam tertarik dengan penampilannya yang tidak biasa.

"Suatu hari, alhamdulillah, saya berhasil salat satu shaf dengan Hanafi. Saya ajak berkenalan. Mendengar kisahnya, saya tergerak pengin membantu," kisahnya.

Kini, Hanafi dan Imam telah menyusun jadwal yang rapi. Pada Kamis malam pengajian di Masjid Ar Rahmah, Sungai Andai. Jumat malam di Masjid An Nur, Kampung Arab. Sabtu malam di Masjid Hasanuddin Majedie, Kayu Tangi. Sedangkan pada Minggu malam di Masjid Ar Rahim, Jalan Sultan Adam. Dan terakhir Senin malam di Masjid Muttaqin.

Sejak bertemu Hanafi, Imam mengaku kian bersemangat. "Kalau muncul rasa malas, teringat Hanafi, semangat saya timbul lagi," ujarnya.

Selama wawancara berlangsung, Hanafi tampak sebagai sosok yang rendah hati. Suaranya pelan, jawabannya irit, diam menunggu ditanya, tanpa ada niatan untuk menggurui. Ketika dipotret, dia juga tampak kaku dan agak malu-malu.

Kembali kepada Hanafi, dia ingin memberikan sebuah pesan singkat kepada sidang pembaca. "Jangan tinggalkan salat lima waktu. Itu saja," pungkasnya. (fud/at/nur)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*