MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 01 Oktober 2018 11:17
Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film
NONBAR: Warga Kampung Bunga di Sungai Andai menggelar nonton bareng film pemberontakan G30S/PKI, Sabtu (29/9) malam.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar di Kampung Bunga, Sungai Andai, Sabtu (29/9) malam.

Nonbar ini adalah inisiatif dari warga setempat. Agar mereka yang hidup di era melenial lebih mewaspadai masuknya pemahaman ekstrem yang belakangan ini jadi isu hangat.

Muhammad Fadil, salah satu penonton dalam nonbar itu mengaku bersemangat. Dia begitu antusias menyaksikan film yang mengangkat sejarah kelam Indonesia tersebut.

“Bagus sekali, karena generasi sekarang seperti kami-kami ini bisa tahu peristiwa kelam pada masa lalu,” tutur remaja SMP tersebut.

Menurut pandangannya, apa yang tergambar dalam film tersebut adalah pemberontakan yang keji. Demi mengubah ideologi, mereka tak segan menghabisi nyawa sejumlah jenderal TNI.

“Ini jadi pelajaran bagi kami yang masih muda. Dan menjadi kewaspadaan kami terhadap paham-paham tertentu yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.

Pemutaran film G30S/PKI konsisten dilakukan pada tahun 90-an. Bahkan ditayangkan di TV nasional setiap tanggal 30 September. Namun, setelah repormasi film tersebut tak lagi diputar. Belakangan, pemutaran tersebut kembali gencar dilakukan.

Danramil 1007/04 Banjarmasin Utara, Mayor Inf Ahmad Amin menyambut baik kegiatan yang digelar warga Kampung Bunga. Karena merupakan hal positif dan dapat ditiru masyarakat lainnya. Sebagai warga negara harus mengingat sejarah dan tidak boleh melupakannya.

“Generasi muda biar tahu, supaya paham PKI tidak timbul lagi dan generasi muda tidak terkontaminasi paham komunis,” tandasnya.

Menurutnya, pemutaran film ini bukan berarti memperlihatkan kekejaman yang dilakukan PKI pada masa itu. Melainkan bagaimana dampak paham komunis yang berupaya masuk. Apalagi kala itu Indonesia sedang carut marut. Perekonomian tidak stabil.

“Di wilayah Koramil 1007/04 bukan hanya di Kampung Bunga saja, besok (Kemarin, Red) malam sudah ada yang minta untuk pemutaran film ini,” sebut Amin.

Amin punya satu pesan. Bagi warga terutama anak-anak yang menonton, sejatinya harus didampingi orang tua. Agar mereka tahu, mengerti dan memahami. (gmp/ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*