MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 02 Oktober 2018 09:03
BENER NIH..? Status Kabut Asap Katanya Belum Tanggap Darurat
TAMBAH ARMADA: Mengatasi kabut asap yang semakin merajalela, Pemerin┬Čtah Provinsi Kalsel melalui BPBD Kalsel, menambah heli pengebom air untuk memadamkan titik api yang menjadi penyebab kabut asap.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Lambung Mangkurat terus membara. Hari demi hari titik api terus bermunculan. Bahkan bertambah.

Dari data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Kalsel per 1 Oktober. Total luasan lahan yang terpapar Karhutla sudah mencapai 3.375, 308 hektare. Dengan 857 titik hotspot yang tersebar di seluruh Kab/kota dari 1 Mei hingga 1 Oktober.

Adapun dalam data tersebut, ada tiga wilayah kabupaten/kota yang paling luas terdampak Karhutla. Yakni Kabupaten Banjar sebanyak 795,9 Ha, kemudian Kabupaten Tapin 629,15 Ha serta Kota Banjarbaru sebesar 588,03 Ha.

Akibat banyaknya Karhutla yang terjadi. Beberapa wilayah terdampak oleh kabut asap. Terutama di wilayah Banjarbaru dengan titik paling pekat di area Bandara Syamsudin Noor serta Landasan Ulin. Hingga mencapai jarak pandang minimum 10 meter pada Jumat lalu.

Untuk terus menekan dan memadamkan kobaran Karhutla yang setiap hari selalu menyala. BPBD Provinsi Kalsel kembali menambah armadanya. Khususnya Helikopter Water Bombing. Atau Helikopter yang berfungsi untuk membom titik kebakaran dengan air.

Dari pernyataan Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Wahyuddin. Bahwa saat ini pihaknya sudah memboyong setidaknya ada 6 buah helikopter ke Banua.

“Untuk terupdate sekarang, kita tambah menjadi enam buah heli water bombing serta satu heli patroli,” kata pria yang akrab disapa Ujud ini saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Sebelumnya, jumlah helikopter yang didatangkan oleh BPBD Provinsi Kalsel berjumlah lima buah. Namun karena Karhutla terus meningkat, akhirnya heli kembali didatangkan sebanyak dua buah.

Helikopter ini sendiri katanya beroperasi secara penuh selama setiap harinya. Secara bergantian heli-heli ini memborbardir titik kebakaran yang tersebar. “Bahkan jika parah dua helikopter akan stand by di satu titik,” tambahnya.

Adapun untuk daerah yang sulit dipadamkan masih di wilayah Bandara. Yakni di area Guntung Damar. Yang mana merupakan lahan gambut.

“Lahan gambut masih jadi yang sulit dipadamkan, karena api yang sudah disiram dengan air kembali hidup besoknya, api menjalar lewat bawah tanah, itu yang susah,” kata Ujud.

Kendati Karhutla terus terjadi peningkatan. Ujud menegaskan kalau pihaknya belum menaikkan status kebencanaan. Untuk sekarang ini sendiri status Karhutla di Kalsel adalah Siaga Darurat Karhutla.

“Bila ada 2 kabupaten/kota yang menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat, maka Provinsi dapat meningkatkan status menjadi tanggap darurat di provinsi,” jelasnya.

Namun kata Ujud, hingga saat ini belum ada kab/kota yang terpapar Karhutla untuk meningkatkan status tersebut. Makanya katanya status provinsi masih berada di Siaga Darurat.

Soal usaha yang sudah dan terus dilakukan BPBD Kalsel bersama tim Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri serta stakeholdee kebencanaan lainnya. Ujud mengatakan pihak terus berupaya untuk mengendalikan dan memadamkan api.

“Mulai dari Satgas darat maupun udara kita setiap harinya terus berusaha memadamkannya,” tegasnya. (rvn/by/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*