MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 02 Oktober 2018 09:03
BENER NIH..? Status Kabut Asap Katanya Belum Tanggap Darurat
TAMBAH ARMADA: Mengatasi kabut asap yang semakin merajalela, Pemerin┬Čtah Provinsi Kalsel melalui BPBD Kalsel, menambah heli pengebom air untuk memadamkan titik api yang menjadi penyebab kabut asap.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Lambung Mangkurat terus membara. Hari demi hari titik api terus bermunculan. Bahkan bertambah.

Dari data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Kalsel per 1 Oktober. Total luasan lahan yang terpapar Karhutla sudah mencapai 3.375, 308 hektare. Dengan 857 titik hotspot yang tersebar di seluruh Kab/kota dari 1 Mei hingga 1 Oktober.

Adapun dalam data tersebut, ada tiga wilayah kabupaten/kota yang paling luas terdampak Karhutla. Yakni Kabupaten Banjar sebanyak 795,9 Ha, kemudian Kabupaten Tapin 629,15 Ha serta Kota Banjarbaru sebesar 588,03 Ha.

Akibat banyaknya Karhutla yang terjadi. Beberapa wilayah terdampak oleh kabut asap. Terutama di wilayah Banjarbaru dengan titik paling pekat di area Bandara Syamsudin Noor serta Landasan Ulin. Hingga mencapai jarak pandang minimum 10 meter pada Jumat lalu.

Untuk terus menekan dan memadamkan kobaran Karhutla yang setiap hari selalu menyala. BPBD Provinsi Kalsel kembali menambah armadanya. Khususnya Helikopter Water Bombing. Atau Helikopter yang berfungsi untuk membom titik kebakaran dengan air.

Dari pernyataan Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Wahyuddin. Bahwa saat ini pihaknya sudah memboyong setidaknya ada 6 buah helikopter ke Banua.

“Untuk terupdate sekarang, kita tambah menjadi enam buah heli water bombing serta satu heli patroli,” kata pria yang akrab disapa Ujud ini saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Sebelumnya, jumlah helikopter yang didatangkan oleh BPBD Provinsi Kalsel berjumlah lima buah. Namun karena Karhutla terus meningkat, akhirnya heli kembali didatangkan sebanyak dua buah.

Helikopter ini sendiri katanya beroperasi secara penuh selama setiap harinya. Secara bergantian heli-heli ini memborbardir titik kebakaran yang tersebar. “Bahkan jika parah dua helikopter akan stand by di satu titik,” tambahnya.

Adapun untuk daerah yang sulit dipadamkan masih di wilayah Bandara. Yakni di area Guntung Damar. Yang mana merupakan lahan gambut.

“Lahan gambut masih jadi yang sulit dipadamkan, karena api yang sudah disiram dengan air kembali hidup besoknya, api menjalar lewat bawah tanah, itu yang susah,” kata Ujud.

Kendati Karhutla terus terjadi peningkatan. Ujud menegaskan kalau pihaknya belum menaikkan status kebencanaan. Untuk sekarang ini sendiri status Karhutla di Kalsel adalah Siaga Darurat Karhutla.

“Bila ada 2 kabupaten/kota yang menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat, maka Provinsi dapat meningkatkan status menjadi tanggap darurat di provinsi,” jelasnya.

Namun kata Ujud, hingga saat ini belum ada kab/kota yang terpapar Karhutla untuk meningkatkan status tersebut. Makanya katanya status provinsi masih berada di Siaga Darurat.

Soal usaha yang sudah dan terus dilakukan BPBD Kalsel bersama tim Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri serta stakeholdee kebencanaan lainnya. Ujud mengatakan pihak terus berupaya untuk mengendalikan dan memadamkan api.

“Mulai dari Satgas darat maupun udara kita setiap harinya terus berusaha memadamkannya,” tegasnya. (rvn/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 10:30

Coba Melerai Perkelahian Malah Kena Tikam

RANTAU - MF (16), warga Transad Blok Q Rt 07…

Selasa, 19 Februari 2019 10:26

Diduga Bocor, Pejudi Sabung Ayam Kabur Sebelum URC Tiba

BALIKPAPAN - Pemberantasan perjudian terus dilakukan jajaran kepolisian. Kali ini,…

Selasa, 19 Februari 2019 10:21

Pasien Bernyanyi, Bandar Terciduk

AMUNTAI -- Jajaran anggota Polsek Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Senin, 18 Februari 2019 13:32

Miris!! Pasutri ini Bawa Anak Kecil Dalam Melancarkan Aksinya

BANJARBARU - Video pencurian sepeda motor yang terekam kamera CCTV…

Senin, 18 Februari 2019 11:39

Dua Tahun Berlalu, Kasus Kunker Fiktif DPRD Banjar Belum Terselesaikan

MARTAPURA - Masih ingat dengan kasus kunjungan kerja (kunker) fiktif…

Senin, 18 Februari 2019 10:47

Hati-Hati...!!!! Kesehatan PSK Tidak Lagi Diperiksa

BANJARBARU - Meski resmi ditutup sejak Desember 2016 silam. Namun,…

Senin, 18 Februari 2019 10:33

Tak Terima Ditegur Bermain Domino, Pemuda JN Menikam HN Dengan Sajam

KANDANGAN – Diduga hanya karena tersinggung ditegur berhenti bermain kartu…

Senin, 18 Februari 2019 10:17

Kasus Pencurian Pikup Masih Belum Terpecahkan

BANJARMASIN - Kasus pencurian mobil pikup di halaman Parkir Hotel…

Senin, 18 Februari 2019 10:13
BREAKING NEWS

Petugas Kebersihan Tanah Laut Tewas di Jalan

PELAIHARI - Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman Rakyat dan Lingkungan Hidup…

Senin, 18 Februari 2019 09:40

Pengurus Yayasan Amal Gadungan Diciduk Sama yang Asli

BANJARMASIN - Percobaan pencurian kotak amal kembali terjadi, kemarin (17/2)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*