MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 10 Oktober 2018 09:28
Tahun 2020 PAUD Diwajibkan, Orang Tua: Ongkosnya Mahal
PRA SEKOLAH: Murid PAUD saat mengikuti lomba mewarnai di Menara Pandang, Siring Pierre Tendean, April lalu.

PROKAL.CO, Selama ini hanya dikenal istilah wajib belajar sembilan tahun. 2020 mendatang, ditetapkan wajib PAUD. Pendidikan anak usia dini bukan lagi dianggap sebagai pendidikan alternatif. Lalu, Banjarmasin sudah sampai mana?

NAYLA menyebut zaman telah berubah. Pada masa kecilnya, sedikit sekali teman sepermainan yang masuk TK (Taman Kanak-Kanak). Kebanyakan langsung mendaftar saja ke SD ketika sudah dianggap cukup umur.

"Saya dulu juga langsung masuk SD. Sekarang, enggak bisa lagi. Kedua anak saya harus masuk PAUD," ujarnya dengan nada setengah terpaksa.

Perempuan 35 tahun itu memang tidak benar-benar menginginkannya. Alasannya, ongkos PAUD tidaklah murah. Apalagi untuk lembaga pendidikan ternama.

"Kalau tidak ikut PAUD, katanya nanti susah pas mau masuk SD. Saya mendengar cerita ini dari tetangga. Dan betul, anak pertama saya ijazah PAUD-nya dicari-cari pihak sekolah," kisahnya.

Putri pertamanya sekarang duduk di bangku SD. Saat masuk PAUD, warga Jalan Veteran itu harus membayar uang pendaftaran Rp1,2 juta. Dengan iuran bulanan sebesar Rp125 ribu. Nayla menyebutkan nama PAUD yang cukup terkenal di Banjarmasin.

Belajar dari situ, untuk putri kedua dia pilihkan TK yang biasa-biasa saja. Biaya pendaftarannya Rp650 ribu dengan SPP bulanan Rp65 ribu. "Masuk SD sekarang sudah gratis. Masuk PAUD malah belum. Lucu juga," tukasnya.

Sebagai karyawati perusahaan swasta yang gajinya belum memenuhi standar UMR (Upah Minimum Regional), angka-angka di atas memang cukup membebani.

"Tapi yang mahal memang lebih bagus. Dikasih makan siang. Anak bisa dititipkan sampai saya pulang kerja. Ada harga ada rupa," imbuhnya.

Ditanya plus dan minusnya PAUD, menurut Nayla banyak hal positif. Saat baru masuk SD, anaknya mudah membaur dengan teman sekelas dan gurunya. Lingkungan belajar tak lagi menjadi asing.

"PAUD diwajibkan? Mungkin bagi saya dan banyak orang tua tidak masalah. Saya mengasihani mereka yang ekonominya tak mampu. Ongkos TK masih mahal," pungkasnya.

Apa yang didengar Nayla memang bukan isapan jempol. Pemerintah sudah menerbitkan PP No 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. Dimana pemerintah daerah harus mengejar wajib PAUD untuk anak berusia 4-6 tahun.

Anak yang hendak mendaftar SD, diminta menunjukkan ijazah PAUD. Sebagai bukti bahwa calon siswa telah menjalani pra sekolah minimal selama setahun. Karena wajib PAUD berlaku terhitung tahun 2020. Artinya, aturan ini sebenarnya mulai diterapkan sejak tahun ajaran baru 2019.

 

Kemarin (9/10) di Balai Kota, aturan itu disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Banjarmasin dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari kementerian hadir Kepala Seksi Program Dirjen PAUD dan Dikmas, Khairullah.

Dia mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan DAK (Dana Alokasi Khusus) non fisik, namanya BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) PAUD. Tiap anak dijatah Rp600 ribu per tahun.

"Tak kenal kaya atau miskin. Kalau terdaftar, berhak dibantu," ujarnya. Untuk Banjarmasin, tahun ini dijatah hampir Rp12 miliar.

BOP pertama kali dikucurkan pada 2013. Nominalnya kecil sekali. Rp324 miliar untuk skala nasional. "Alhamdulillah, tahun ini sudah mencapai Rp4,07 triliun," sebutnya semringah.

Diceritakannya, anggarannya menjadi kecil karena datanya minim. Dapodik (Data Pokok Pendidikan) PAUD banyak yang kosong. Banyak pengelola PAUD yang belum menyadari pentingnya data tersebut. "Malas mendata karena dianggap kurang penting," ujarnya.

Terkait jumlah anak didik, pengajar, kekurangan fasilitas dan kondisi bangunan sekolah. "Kalau datanya kosong atau tidak update, apa yang harus kami bantu? Ketika menyadari bakal dibantu, baru muncul semangat mengisi data," imbuhnya.

Untuk Banjarmasin, dia menyebut pendataannya sudah maju. Yang sulit adalah daerah pelosok. Berhadapan dengan masalah klasik seperti pengajar yang gagap aplikasi atau lokasinya belum terjangkau jaringan internet.

Terhitung tahun depan, mulai dikucurkan DAK fisik untuk perbaikan gedung TK. Sekaligus pengadaan alat permainan edukatif. Namun, baru TK berstatus negeri saja yang dibantu.

"Sekitar Rp4 triliun untuk tiga ribu lebih TK. Tak banyak memang. Maklum, ini baru awal," jelasnya. Apakah Banjarmasin juga kebagian bantuan, dia mengiyakan, tapi angkanya belum ditetapkan.

Kembali pada mahalnya biaya PAUD, Khairullah meminta pemerintah jangan disalahkan. Sebab, yang terjadi di lapangan bukanlah kekurangan anggaran, tapi justru kelebihan anggaran.

"Misalkan satu daerah kami jatah bantuan BOP Rp1 miliar. Yang terserap cuma Rp900 juta. Jadi sisanya kembali ke kas negara. Sayang kan sisanya tidak terpakai," pungkasnya.

Sebagai gambaran, pada tahun 2017 tersedia DAK non fisik Rp3,58 triliun. Namun, yang terserap Rp3,24 triliun. Rupanya, belum semua bantuan dari pusat bisa dimaksimalkan oleh daerah. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 19:05

Sahbirin Dianugerahi Pena Hijau Award

BANJARBARU – Kebijakan gerakan revolusi hijau, menanam dan menanam untuk anak cucu kita yang dikeluarkan…

Senin, 22 Oktober 2018 18:40

Polemik Kenaikan UMP 2019: Buruh Mengeluh Pengusaha Menjerit

BANJARMASIN – Pemerintah memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2019 mendatang…

Senin, 22 Oktober 2018 18:38
Pemilu 2019

Banyak Warga Tercecer dari DPT Pemilu 2019

BANJARMASIN – Helmy tampak bingung. Namanya tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu…

Senin, 22 Oktober 2018 18:28

Pak Walikota, Jalan ini Lima Tahun Lebih tak Diperbaiki

BANJARBARU - Warga Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, mempertanyakan kinerja Pemko Banjarbaru…

Senin, 22 Oktober 2018 18:23

Relokasi Pasar Bauntung, Sekda Sebut Ada Provokator

BANJARBARU - Sekda Kota Banjarbaru Said Abdullah angkat bicara, terkait pro dan kontra rencana relokasi…

Senin, 22 Oktober 2018 16:14
Parlementaria Banjarbaru

Dewan Minta Tambah Sekolah Rujukan untuk Penyandang Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 diantaranya merupakan penyandang…

Senin, 22 Oktober 2018 16:13
Berita Banjarbaru

Walikota Imbau Warga Waspadai Peralihan Musim

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama wakilnya Darmawan Jaya Setiawan dan Kepala Bagian…

Senin, 22 Oktober 2018 16:11
Berita Tanah Bumbu

Melindungi Pekerja dan Pelaku Usaha

BATULICIN - Kepala Disnakertranskop dan UM Tanbu, Suhartoyo, mengatakan semua pekerjaan pasti ada resiko…

Senin, 22 Oktober 2018 16:05
Berita Tanah Bumbu

TNP2K Kunjungi Tanah Bumbu

BATULICIN - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dibawah Sekretariat Wakil Presiden…

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .