MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 10 Oktober 2018 09:28
Tahun 2020 PAUD Diwajibkan, Orang Tua: Ongkosnya Mahal
PRA SEKOLAH: Murid PAUD saat mengikuti lomba mewarnai di Menara Pandang, Siring Pierre Tendean, April lalu.

PROKAL.CO, Selama ini hanya dikenal istilah wajib belajar sembilan tahun. 2020 mendatang, ditetapkan wajib PAUD. Pendidikan anak usia dini bukan lagi dianggap sebagai pendidikan alternatif. Lalu, Banjarmasin sudah sampai mana?

NAYLA menyebut zaman telah berubah. Pada masa kecilnya, sedikit sekali teman sepermainan yang masuk TK (Taman Kanak-Kanak). Kebanyakan langsung mendaftar saja ke SD ketika sudah dianggap cukup umur.

"Saya dulu juga langsung masuk SD. Sekarang, enggak bisa lagi. Kedua anak saya harus masuk PAUD," ujarnya dengan nada setengah terpaksa.

Perempuan 35 tahun itu memang tidak benar-benar menginginkannya. Alasannya, ongkos PAUD tidaklah murah. Apalagi untuk lembaga pendidikan ternama.

"Kalau tidak ikut PAUD, katanya nanti susah pas mau masuk SD. Saya mendengar cerita ini dari tetangga. Dan betul, anak pertama saya ijazah PAUD-nya dicari-cari pihak sekolah," kisahnya.

Putri pertamanya sekarang duduk di bangku SD. Saat masuk PAUD, warga Jalan Veteran itu harus membayar uang pendaftaran Rp1,2 juta. Dengan iuran bulanan sebesar Rp125 ribu. Nayla menyebutkan nama PAUD yang cukup terkenal di Banjarmasin.

Belajar dari situ, untuk putri kedua dia pilihkan TK yang biasa-biasa saja. Biaya pendaftarannya Rp650 ribu dengan SPP bulanan Rp65 ribu. "Masuk SD sekarang sudah gratis. Masuk PAUD malah belum. Lucu juga," tukasnya.

Sebagai karyawati perusahaan swasta yang gajinya belum memenuhi standar UMR (Upah Minimum Regional), angka-angka di atas memang cukup membebani.

"Tapi yang mahal memang lebih bagus. Dikasih makan siang. Anak bisa dititipkan sampai saya pulang kerja. Ada harga ada rupa," imbuhnya.

Ditanya plus dan minusnya PAUD, menurut Nayla banyak hal positif. Saat baru masuk SD, anaknya mudah membaur dengan teman sekelas dan gurunya. Lingkungan belajar tak lagi menjadi asing.

"PAUD diwajibkan? Mungkin bagi saya dan banyak orang tua tidak masalah. Saya mengasihani mereka yang ekonominya tak mampu. Ongkos TK masih mahal," pungkasnya.

Apa yang didengar Nayla memang bukan isapan jempol. Pemerintah sudah menerbitkan PP No 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. Dimana pemerintah daerah harus mengejar wajib PAUD untuk anak berusia 4-6 tahun.

Anak yang hendak mendaftar SD, diminta menunjukkan ijazah PAUD. Sebagai bukti bahwa calon siswa telah menjalani pra sekolah minimal selama setahun. Karena wajib PAUD berlaku terhitung tahun 2020. Artinya, aturan ini sebenarnya mulai diterapkan sejak tahun ajaran baru 2019.

 

Kemarin (9/10) di Balai Kota, aturan itu disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Banjarmasin dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari kementerian hadir Kepala Seksi Program Dirjen PAUD dan Dikmas, Khairullah.

Dia mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan DAK (Dana Alokasi Khusus) non fisik, namanya BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) PAUD. Tiap anak dijatah Rp600 ribu per tahun.

"Tak kenal kaya atau miskin. Kalau terdaftar, berhak dibantu," ujarnya. Untuk Banjarmasin, tahun ini dijatah hampir Rp12 miliar.

BOP pertama kali dikucurkan pada 2013. Nominalnya kecil sekali. Rp324 miliar untuk skala nasional. "Alhamdulillah, tahun ini sudah mencapai Rp4,07 triliun," sebutnya semringah.

Diceritakannya, anggarannya menjadi kecil karena datanya minim. Dapodik (Data Pokok Pendidikan) PAUD banyak yang kosong. Banyak pengelola PAUD yang belum menyadari pentingnya data tersebut. "Malas mendata karena dianggap kurang penting," ujarnya.

Terkait jumlah anak didik, pengajar, kekurangan fasilitas dan kondisi bangunan sekolah. "Kalau datanya kosong atau tidak update, apa yang harus kami bantu? Ketika menyadari bakal dibantu, baru muncul semangat mengisi data," imbuhnya.

Untuk Banjarmasin, dia menyebut pendataannya sudah maju. Yang sulit adalah daerah pelosok. Berhadapan dengan masalah klasik seperti pengajar yang gagap aplikasi atau lokasinya belum terjangkau jaringan internet.

Terhitung tahun depan, mulai dikucurkan DAK fisik untuk perbaikan gedung TK. Sekaligus pengadaan alat permainan edukatif. Namun, baru TK berstatus negeri saja yang dibantu.

"Sekitar Rp4 triliun untuk tiga ribu lebih TK. Tak banyak memang. Maklum, ini baru awal," jelasnya. Apakah Banjarmasin juga kebagian bantuan, dia mengiyakan, tapi angkanya belum ditetapkan.

Kembali pada mahalnya biaya PAUD, Khairullah meminta pemerintah jangan disalahkan. Sebab, yang terjadi di lapangan bukanlah kekurangan anggaran, tapi justru kelebihan anggaran.

"Misalkan satu daerah kami jatah bantuan BOP Rp1 miliar. Yang terserap cuma Rp900 juta. Jadi sisanya kembali ke kas negara. Sayang kan sisanya tidak terpakai," pungkasnya.

Sebagai gambaran, pada tahun 2017 tersedia DAK non fisik Rp3,58 triliun. Namun, yang terserap Rp3,24 triliun. Rupanya, belum semua bantuan dari pusat bisa dimaksimalkan oleh daerah. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:26

Ombudsman Desak Audit Umur Pipa PDAM

BANJARMASIN - Bocornya pipa PDAM di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi,…

Minggu, 17 Februari 2019 14:38

Mohon Bersabar, Perbaikan Pipa PDAM Bandarmasih Terhambat

BANJARMASIN -- - Perbaikan pipa milik PDAM Bandarmasih di Jalan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:51

Dishub Bakal Sulap Murjani Menjadi Lahan Parkir Haul Sekumpul

BANJARBARU - Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-14 paa 10 Maret…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:41

Imbau Parkir di Murjani, Dishub Siagakan Lima Bus untuk Antar-Jemput Jamaah Haul ke Martapura 

BANJARBARU --  Lapangan Murjani Banjarbaru akan jadi alternatif pilihan lahan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:36

Kebocoran Pipa PDAM Bandarmasih Berdampak ke 100 Ribu Pelanggan

BANJARMASIN - Warga Jalan Gubernur Syarkawi disuguhi tontonan luar biasa,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:32

Paman Birin Berbagi Ilmu Baris-berbaris

BANJARBARU - Ada suasana berbeda usai senam bersama Aparatur Sipil…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:27

Darurat DBD, RS Sampai Kehabisan Kamar dan Stok Darah

BANJARBARU - Melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:19

BPJS: Kami Sudah Habis Digoreng

BANJARMASIN - Tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit terus bermunculan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:52

Orang Tua Murid Tidak Terima Anaknya Dijambak Oknum Guru Olahraga

BANJARBARU - Dugaan sikap kasar seorang oknum guru kepada muridnya…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:27

Kesal Jalan Belum Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

MARTAPURA – Mungkin karena kecewa dan keburu kesal, warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*