MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 10 Oktober 2018 09:37
Tewasnya Pekerja di Kapal saat Mengelas Tongkang, Begini Kronologis Lengkapnya
EVAKUASI: Salah satu korban dari galangan milik PT Nogopatmolo dievakuasi temannya sesama pekerja, kemarin. Apakah terjadi kelalaian atau kerusakan pintu palka sehingga keracunan gas itu bisa terjadi, masih dalam penyelidikan polisi.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Insiden yang menimpa pekerja di kapal terulang, kemarin (9/10) pagi. Kali ini giliran tukang las. Bernama Wintoro, 32 tahun, warga Jalan Pembangunan Ujung, Banjarmasin Barat. Dia tewas saat memperbaiki sebuah tongkang di galangan milik PT Nogopatmolo, Jalan PM HM Noor, Banjarmasin Barat.

Kejadian bermula sekitar pukul 08.30 Wita. Menurut keterangan para saksi, kala itu korban bersama empat rekannya; Abdul Aziz (30), Musa (30), Bambang Akhmadi (44) dan Yansah (36). Keempatnya juga sempat tak sadarkan diri. Beruntung, mereka selamat.

Saksi kejadian, dua bersaudara Toni dan Yoyok Dwi Santoso; pekerja di PT Nogopatmolo, menceritakan, sebelum kejadian korban sibuk menyiapkan peralatan. Namun, entah ke mana, tiba-tiba dia menghilang begitu saja.

Lantaran penasaran, Toni, adik Yoyok bertanya kepada empat pekerja lain. Hasilnya nihil. Tak satu pun melihat.

Toni lalu curiga dengan lambung tongkang yang sudah dijebol. Rupanya, korban membuat lubang seukuran tubuh di sana sebagai pintu masuk.

Toni lantas meminta bantuan pekerja lain untuk mengecek. Akhirnya satu per satu teman korban masuk ke dalam.

Rupanya perasaan Toni tak nyaman. Sebab, empat pekerja yang masuk menyusul tak kunjung keluar. Dia lalu mencoba mengecek sendiri.

“Dia (Toni,Red) sempat masuk dan melihat mereka terdampar di dalam lambung tongkang. Karena merasa ada bau yang cukup menyengat, dia langsung bergegas keluar,” ungkap Yoyok memaparkan cerita adiknya.

Mengetahui ada yang tak beres, Toni lantas meminta bantuan dengan pekerja lain. Mereka pun berupaya melakukan penyelamatan dengan membawa alat pernapasan. Tapi sayang, baru satu orang terevakuasi, tabung alat pernapasan itu pecah. Terbentur dinding lambung tongkang.

“Satu persatu kami evakuasi para korban. Menggunakan kompresor dengan menyemprotkan angin di dalam lambung. Tetapi korban (Wintoro,Red) lebih jauh di dalam. Sehingga kesulitan dievakuasi keluar. Dan sedikit terlambat, karena badan korban besar dan tinggi,” cerita Yoyok.

Dari cerita Yoyok, tongkang yang menelan korban itu tiba di galangan, Minggu (7/10) dini hari. Sebelumnya kapal tersebut digunakan mengangkut batubara. “Sebenarnya standartnya manhole dan palka terlebih dahulu dibuka, dan ini belum dibuka sama sekali masih tertutup. Apakah rusak atau tak bisa, saya tidak mengetahui itu,” ungkapnya.

Menurut Yoyok, mereka punya standar kerja. Setiap kali pengerjaan las tongkang, palka dan manhole harus dibuka. Minimal dua hari sebelumnya. Sehingga ada pergantian udara. “Korban sepertinya lalai. Entah mengapa kami tak mengetahui. Padahal dia sudah lama menggeluti pekerjaan itu,” tuturnya.

Setelah dievakuasi, korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Sayang, nyawanya tak tertolong. Keluarga yang mengetahui terlihat syok. Istri korban, Netri Sumarni (29) tak henti-henti menangis. Perempuan itu ditemani Fahri (7) putranya.

Terkait insiden itu, Wakil Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Sony L Gaol belum bisa memberi keterangan lebih banyak. Mereka butuh waktu untuk melakukan penyelidikan mendalam.

“Kami belum tahu apa penyebabnya yang pasti. Kami sudah mengecek TKP dan melakukan pemeriksaan. Tetapi kami tidak bisa berandai-andai untuk menyatakan hasilnya," ucap Sony. Menurutnya, bisa saja karena sakit atau. "Ya, kita tunggu nanti apa hasilnya,” tutupnya saat di lokasi kejadian.

Sementara itu, pihak PT Nogopatmolo, melalui petugas keamanan jasa pekerjaan dan perbaikan kapal mengaku jika atasan mereka masih sibuk. Dan belum bisa ditemui.(lan/at/nur)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:29

Saksi Mangkir, Polemik Sengketa Tanah di Tegal Arum Belum Temui Titik Terang

BANJARBARU - Sidang Perdata lanjutan polemik sengketa tanah tumpang tindih…

Minggu, 16 Desember 2018 10:41

Darurat!! Hermansyah Nyatakan Banjarmasin Darurat Ngelem

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyatakan kotanya sedang…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:47

Apes Salah Target!! Aksi Jambret Gagal Setelah Korbannya Menerjang Pelaku

BANJARMASIN - Noor Rahman alias Rahman  (46), tertangkap setelah mengambil…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:38

Korsleting Listrik Hanguskan Salah Satu Rumah Warga Sarang Halang

KANDANGAN – Warga Desa Sarang Halang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28

Disidang, Bos Miras Ungkap Alasannya Menjual Minuman Keras

BANJARBARU - Teka teki pemilik dari 485 botol minuman keras…

Jumat, 14 Desember 2018 10:33

Warga Tala Dibuat Geger, Penjaga Warung Akhiri Hidup Dengan Gantung DiriĀ 

PELAIHARI - Warga Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut…

Jumat, 14 Desember 2018 10:27

Hidup Lagi, Satpol PP Amankan Dua PSK di Eks Lokalisasi Pal 18

BANJARBARU - Usai ditutup Pemko Banjarbaru sekitar dua tahun yang…

Jumat, 14 Desember 2018 09:42

Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

BANJARMASIN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai…

Jumat, 14 Desember 2018 09:21

Begini Kronologi Penemuan Mayat Elsa Siswi AKPER Kesdam

BANJARMASIN – Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1 AKPER…

Jumat, 14 Desember 2018 09:12

Karyawan Curi ATM Bos, Tarik Uang Hingga Rp 76 Juta

BANJARMASIN – Kartu ATM hilang. Tapi, isinya terus berkurang hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .