MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 11 Oktober 2018 10:21
Tiga Formasi CPNS ini Masih Minim Peminatnya
BAWA ANAK: Seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) membawa putranya saat menyerahkan berkas pendaftaran ke Kantor BKPP Banjarbaru, Rabu (10/10) kemarin.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Memasuki hari ke-15 pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), puluhan pelamar Rabu (10/10) kemarin terlihat memadati Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru untuk menyerahkan berkas.

Tercatat sudah ada 699 pelamar yang telah melengkapi berkas dan dianggap memenuhi syarat administrasi, dari 1.254 orang yang sudah mendaftar di portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN).

Namun dari ribuan peserta yang mendaftar, ternyata masih ada tiga formasi yang belum ada pelamarnya. Yaitu, dokter spesialis jantung, patologi anatomi dan bedah syaraf.

Sementara, formasi yang paling banyak diminati ialah guru kelas ahli pertama dengan jumlah 308 pelamar. Disusul guru pendidikan Agama Islam pertama 246 pelamar. Kemudian formasi perawat ahli pertama dengan 198 pendaftar.

Kasubid Informasi dan Fasilitasi ASN BKPP Banjarbaru Syahri Fadhli mengaku tidak tahu kenapa masih ada beberapa formasi yang belum ada peminatnya. "Bisa jadi baru ada yang melamar di sisa waktu pendaftaran. Kami berharap, semua formasi nantinya terisi," katanya.

Dia mengungkapkan, masa pendaftaran CPNS secara online berakhir pada 15 Oktober. Sementara penyerahan berkas akan ditutup satu hari setelahnya. "Masa pendaftaran ini diperpanjang empat hari dari sebelumnya," ungkapnya.

Secara terpisah, Kabag TU RSD Idaman M Firmansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah memprediksi formasi dokter spesialis bakal minim pelamar. "Sudah kami duga, sebab dokter spesialis sangat langka. Kalaupun ada, mereka memilih ke rumah sakit yang menawarkan tunjangan lebih besar dan fasilitas lengkap," ucapnya.

Padahal, saat ini RSD Idaman sangat memerlukan adanya dokter spesialis jantung, patologi anatomi dan bedah syaraf berstatus PNS. Karena, selama ini mereka hanya meminjam dari rumah sakit lain. "Kalau tidak ada dokter spesialis, terpaksa pasien kami rujuk ke rumah sakit lain," tambah pria yang akrab disapa Firman ini.

Menurutnya, untuk bisa merekrut dokter spesialis BKPP Banjarbaru harus jemput bola bekerja sama dengan sejumlah universitas. "BKPP perlu datang ke universitas yang mempunyai bidang studi dokter spesialis, lalu menawarkan ke dokter yang masih kuliah untuk menjadi PNS melalui jalur khusus tanpa tes," pungkasnya. (ris/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 10:06

RUSAK TER