MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43
Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Namanya Bikin Ciut, Gelarnya Membuat Bergetar

DIKENANG SHABAT: Hasan Senso (kiri) bersama Supiansyah dan Antung Aman.

PROKAL.CO, Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar. Banyak cerita para sahabat mengenang pria yang terkenal berani ini.

Gerimis mengiringi pemakaman Hasan Senso, kemarin sore. Keluarga, kerabat dan para sahabat terlihat mengantarkan jasadnya ke peristirahatan terakhir di alkah keluarga di Karang Intan.

Kiprah pria yang namanya sangat disegani tersebut memberi kesan mendalam, terutama bagi teman dekat dan orang yang mengaku sering mendapat pertolongannya.

Nama Hasan Senso sebenarnya Muhammad Hasan. Gelar “Senso” di belakang namanya merujuk gergaji mesin pemotong pohon; Chainsaw.

Konon, Hasan mendapatkan gelar itu sewaktu bekerja menjadi pemotong kayu dan pencari emas di Sungai Durian, Kalteng. Waktu itu di masin muda. Mesin pemotong mengenai tubuhnya. Jangan luka di kulit, sakit pun tidak dirasakannya.

Kabar lain, mesin pemotong pernah diuji coba lagi memotong bagian tubuhnya. Tidak ada yang luka. Itu jadi gambaran bahwa ilmu kebal Hasan Senso sangat mumpuni dan menakutkan. Gelar Senso pun menempel sampai akhir hayatnya.

Tapi, cerita-cerita itu hanya kabar dari mulut ke mulut dan tidak ada saksi mata yang menyaksikan. Almarhum sendiri tidak pernah menyombongkan apalagi pamer kehebatan selama bergaul.

Sekretaris KNPI Banjar Ardi mengatakan Hasan Senso sosok yang sangat mengayomi, membela kawan, dan pantang menyerah. Tak seperti namanya yang terkesan angker dan kasar, Hasan selalu mengutamakan pendekatan kekeluargaan tiap menghadapi masalah di lapangan.

Ardi mengaku sangat kehilangan tokoh Karang Intan tersebut, ujar Ardi memanfaatkan kehebatannya untuk kebaikan.


“Beliau khusnul khatimah, meninggal setelah sakit, informasi keluarga sempat jatuh dari kendaraan sebulan yang lalu,” kata Ardi lagi.

Senada diungkapkan oleh Gusti Abdurrahman atau Antung Aman. Ketua Komisi IV DPRD Banjar ini juga sangat dekat dengan Hasan Senso. Antung menilai, Hasan adalah pria yang setia kawan, bernyali besar, dan jujur.

“Orang lebih banyak mengenal nama dibanding sosoknya sendiri. Kadang kita juga merinding karena gelar beliau. Tapi setelah berkawan sangat lama justru gelar itu tidak sebanding dengan perilaku aslinya. Banyak yang tahu nama saja dibanding melihat atau bertemu Hasan. ” kata Antung Aman.


Sejatinya, menurut Antung, Hasan Senso adalah sosok penolong dan hobi mengumpulkan kawan. Berkat nama besarnya banyak kendala selesai, rekan seperjuangan bisa hidup dengan cara baik dan pekerjaan yang cukup mapan.

Kasmili, mantan Ketua Komisi III DPRD Banjar pun mengaku kaget mendengar kabar sahabatnya wafat. Tiga hari sebelum meninggal, dia mengatakan masih bertemu Hasan Senso di Pasar Martapura dan berbincang-bincang santai.

Di umur yang sangat matang, Hasan Sinso ujar Kasmili berubah 180 derajat, rajin beribadah dan cinta dengan agama. Selalu menyelipkan nasihat baik kepada dirinya dan kawan-kawan yang lain. Keterlibatannya dalam kegiatan amar maruf nahi munkar sangat teruji di Ormas Garu Sikat.

Untuk menghormati Hasan, Kasmili mengatakan akan menghidupkan kembali organisasi kemasyarakatan tersebut.


“Hasan adalah saudara dunia akhirat, dangsanak yang sangat supel, ramah, suka mendengarkan pendapat kawan,” ungkapnya.

Disinggung gelar Senso di belakang namanya, Kasmili menafsirkan dengan cara yang lebih bijaksana. Menurutnya, Senso itu diartikan sendiri oleh almarhum, maknanya tajam membela kebaikan dan kebenaran, siap berdiri di depan bila ada masalah. "Bukti beliau baik, sangat banyak yang mengantar ke pemakaman,” pungkasnya.(mam/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .