MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 12 Oktober 2018 08:46
Kades Rosing Raya Terpilih Diadukan, Diduga Pakai Ijazah Palsu
MELAPOR: Yacob (tengah), didampingi kuasa hukum saat berada di SPKT Polda Kalsel, mengadukan dugaan kasus pemalsuan ijazah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN -  Kepala Desa (kades) Rosong Raya terpilih, Kecamatan Pulau Laut Selatan,  Kabupaten Kotabaru, terseret ke jalur hukum.  S  yang berdomisili di desa tersebut  didadukan ke Polda Kalsel, diduga menggunakan ijazah palsu saat maju pada pemilihan kepala desa, pada 30 Agustus 2018 lalu.

Laporan itu disampaikan Yacob (48),  warga Jalan Kerayaan Utara RT 4 Kecamatan Pulau Laut. Yakob adalah calon kades yang bertarung melawan S. Ia didampingi kuasa hukum dari Kantor Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) Setyanegara, dari Jakarta dan Jalan Raya Stagen Km 5 Kompleks Ruko Bumi Saijaan Permai Sungai Taib  Kota baru Kalsel.

Direktur Eksekutif LABHI, Dr Ery Setyanegara SH MH, didampingi Direktur Cabang Kotabaru,  Nawawi SH mengungkapkan,  laporan yang akan disampaikan itu berisi tentang dugaan pemalsuan surat ijazah SD ketika waktu mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Yacob sendiri,  jelasnya adalah kandidat kepala desa. Dari empat calon kades, termasuk Syamsul, kades tiga periode. Mereka sama-sama mencalonkan diri untuk maju pada pada 30 Agustus 2018 lalu. Namun dari kemenangan pihak Syamsul,  ada dugaan kecurangan. Yakni dugaan pemalsuan ijazah SD.

“Dari data dan bukti copy yang kami peroleh, ijazah SD Syamsul itu diduga palsu. Nama dan bin nya berbeda. Di ijazah paket B dan C tertulis Syamsul bin Saimuddin. Sedangkan di ijazah SD Samsul bin Sanunding. Kita sudah cek ke sekolah SD yang sesuai data, namun dari pihak sekolah menyatakan tidak ada nama dan bin tersebut,” terang Ery.

Lanjutnya,  saat pemilihan kemenangan Syamsul hanya terpaut 8 suara. Syamsul calon nomor urut 2 memperoleh  suara sebanyak  237, sedangkan Yacob calon nomor empat  menghasilkan 229 suara. Calon nomor 1  Arjamsyah sebanyak 110 suara dan ketiga Iskandar sebanyak 181.

Namun,  bukan itu yang dipermasalahkan. Hasil analisis pihaknya ada indikasi sangat kuat pelanggaran pemalsuan ijazah SD tersebut.  “Kita minta keadilan dan  sengaja datang dan melaporkan ke Polda kalsel, untuk menghindari masalah yang muncul di lapangan. Jika kita lapor ke Polres sana. Bukan berarti kita ada sikap praduga tak bersalah. Nanti biarkan Polda Kalsel, yang memeriksa,” ujarnya.

Jika pihak kepolisian setelah menerima dan menindaklanjuti laporan dan ada hasil penelitian,  sehingga nantinya ada indikasi sebagai tersangka , maka pihaknya akan melayang surat ke Bupati Kotabaru.

“Kita akan layangkan surat penundaan awal ke bupati, untuk meminta penundaan  pelantikan,  satu dari 40  Kades di Kotabaru, yakni Syamsul. Diduga kuat dia bermasalah. Dan kami berharap ada perhatian dari Bupati Kotabaru,” tutupnya. (lan)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*