MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 12 Oktober 2018 10:14
Nasib Warga Sekitar Sungai Rimba, Kemarau Bau, Hujan Banjir
TAHUNAN: Sungai Rimba di Jalan Tonhar Landasan Utara Banjarbaru menimbulkan aroma yang tidak sedap akibat endapan limbah industri tahu sehingga membuat warga mengeluhkan kondisi ini.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sudah lama warga RT 2, 3 dan 4 RW 01 Jalan Tonhar Landasan Ulin Utara Banjarbaru mengeluh. Bau tidak sedap yang menyengat sudah jadi derita setiap harinya.

Sungai Rimba yang melintasi tiga RT ini jadi penyebabnya. Bau menyengat sendiri kata warga disebabkan oleh endapan limbah industri tahu dan tempe yang letaknya di hulu dari sungai tersebut.

"Iya, limbahnya dari industri tahu di hulu sana, baunya menyengat sekali, apalagi kalau menjelang malam, itu parah," kata Mukanan, warga RT 4 RW 01 Jalan Tonhar.

Mukanan yang rumahnya berada di samping aliran sungai ini mengaku sudah bertahun-tahun mengalaminya. Terlebih ketika musim kemarau, bau begitu menyengat. "Kalau musim kemarau ini bau sekali, terus kalau musim hujan kita kebanjiran," keluhnya.

Memang dalam pantauan wartawan di lapangan. Sungai Rimba yang dulunya sempat bersih ini menciptakan aroma yang tidak sedap. Belum lagi pemandangannya yang dipenuhi sampah.

Selain Mukanan yang mengeluhkan terkait aroma sungai ini. Syahrozi, warga RT 2 RW 01 yang rumahnya juga bersebelahan dengan sungai juga menuturkan hal senada. "Kalau Magrib itu jendela rumah tidak bisa dalam kondisi terbuka, bau sekali," sebutnya.

Untuk langkah sendiri, menurutnya warga di sana sudah melaporkannya ke pihak terkait. Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru. "Sudah lapor, memang ada peninjauan ke lapangan tetapi gitu-gitu saja, masih saja berbau sungainya," ujarnya.

Terkait hal ini, Radar Banjarmasin coba mengkonfirmasi pihak DLH Banjarbaru. Kabid PPLH Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Muhammad Apriji tidak menampik ada peristiwa aroma tidak sedap di sungai Tonhar tersebut.

"Kita sudah cek, memang ini terjadi terus menerus pertahunnya, kalau musim kemarau bau karena sungainya dangkal," kata Apriji.

Soal indikasi dari warga terkait limbah industri tahu. Apriji juga menemukan fakta demikian. Limbah tersebut katanya datang dari industri-industri tahu dan tempe yang berada di hulu dari sungai ini.

"Sungai di Tonhar ini banyak melewati permukiman juga, jadi memang di Tonhar ini seperti tertumpuk lalu berbau atau tercemar," ceritanya.

Lantas apa tindakannya? Apriji mengklaim sudah menegur beberapa pemilik industri tersebut. "Iya agar jangan membuang limbah ke sungai lagi," tegasnya.

Terakhir, menurut Apriji polemik sungai di Tonhar tersebut bisa diselesaikan dengan tindakan normalisasi. "Normalisasi solusinya, karena ini sudah komplit," ucapnya yang mengatakan kalau normalisasi bukan wewenang dari DLH. "Kita akan rekomendasikan kepada instansi terkait untuk upaya normalisasi ini," tutupnya. (rvn/al/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*