MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 12 Oktober 2018 15:24
Fintek Syariah Untuk Pengembangan UMKM Di Banua
TEROBOSAN: Chairman & Founder PT Ammana Fintech Syariah, Supriyono memberikan sosialisasi soal program finansial teknologi dihadapan puluhan pelaku UMKM Banua di Gedung LPMP Kalsel di Banjarbaru pada Kamis (11/10). Foto: muhammad rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Untuk memajukan perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di penjuru negeri termasuk di Kalsel. PT Ammana Fintek Syariah melakukan sosialisasi soal finansial teknologi kepada para pelaku UMKM.

Bertempat di gedung LPMP Kalsel di Jalan Gotong Banjarbaru pada Kamis (11/10). Bersama KEIN (Komite Ekonomi Industri Nasional), Perusahaan financial technology (fintech) penyedia platform investasi peer-to-peer (P2P) lending

pertama di Indonesia berbasis syariah ini menjelaskan soal terobosan teranyarnya kepada para pelaku UMKM di Kalsel.

Chairman & CO-Founder ammana, Supriyono yang menjadi pembicara dalam roadshow tersebut mengatakan bahwa fintek ini menerapkan pembagian keuntungan dari hasil investasi dengan sistem murni. Yakni bagi hasil antara investor dengan Mitra Ammana.

"Kita hanya dan khusus untuk UMKM serta usaha-usaha kreatif lainnya, program ini tidak untuk konsumtif," jelasnya.

Keputusan ini sendiri katanya. berdasarkan tingkat kebutuhan para UMKM. Sebab Supriyono melihat bahwa UMKM di Indonesia masih perlu didukung secara penuh oleh berbagai pihak.

"Mereka memang sangat membutuhkan akses permodalan, bayangkan dari 60 juta UMKM, baru 20 persen yang baru akses, nah sisanya ini yang jadi perhatian," sebutnya.

Dikatakannya, keberadaan Ammana Fintek Syariah ini sendiri sangat memungkinkan masyarakat umum untuk berinvestasi, berwakaf hingga ikut mengembangkan UMKM dengan lebih mudah serta aman.

"Fintek ini kita konsep saling menguntungkan dan membantu, UMKM jadi dapat suntikan modal, kemudian investor juga punya alternatif lain dalam berinvestasi, tak ketinggalan kita juga melibatkan mitra sebagai perantara antara pelaku UMKM dengan kita," paparnya.

Pendanaan usaha secara digital ini sendiri kata Supriyono dilakukan dengan sistem online to offline. Yang mana pelaku UMKM akan mendaftarkan usahanya secara offline kepada mitra resmi Ammana.

"Setelah daftar akan kita verifikasi, jika sudah terverifikasi maka usahanya akan masuk di aplikasi digital kita, dan para calon investor akan berinvestasi jika sesuai dengan targetnya," tambahnya.

Aplikasi digital ini pun ucapnya sangat mudah didapat.Sebab sudah tersedia dan dapat diunduh di Playstore dan Appstore. "Investor bisa melihat data dan bukti UMKM ini melalui aplikasi," katanya. 

Lalu, untuk penghimpunan mitra (borrowers) sendiri dilakukan secara manual atau penghimpunan langsung melalui mitra lapangan. "Hal ini untuk mengakomodir masyarakat umum yang membutuhkan dana, cuman mungkin maaih tidak paham dalam penggunaan teknologi," bebernya.

Untuk urusan keamanan investasi maupun UMKM. Supryono menegaskan bahwa pihaknha sangat teliti dan menjami keamanan tersebut.

"Kita sudah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2017, lalu Februari sudah dioperasikan, jadi jangan takut atau kawatir untuk ikut mendaftarkan UMKM nya maupun bagi investor untuk berinvestasi, apalagi mitra kita juga akan rutin melakukan monitoring langsung," serunya.

Saat ini, Fintek ini sendiri kata Supriyono sudah menaungi kurang lebih 1000 UMKM yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia. Sedangkan investornya dari seluruh Indonesia.

"Untuk pulau Kalimantan, Kalsel yang pertama kita kunjungi dan berikan sosialisasi, jadi Insya Allah dalam waktu dekat mitra kita di sini sudah bisa melayani UMKM, kalau Investor sudah bisa tinggal unduh aplikasi tadi," ucapnya.

Berbicara soal berapa banyak modal untuk berinvestasi di Ammana ini. Ternyata modal minimum investasinya bisa dari Rp 50 ribu rupiah.

"Jadi tidak hanya investor besar, yang kecil juga bisa, makanya ini peluang baru untuk para calon investor, soal keuntungannya dari kesepakatan bagi hasil dengan UMKM," tandasnya.

Kemudian untuk besaran pinjaman kepada UMKM sendiri. Ammana menyediakan pinjaman dari satu juta rupiah hingga maksimal 600 juta.

"Jadi kalau mau pinjamannya satu juta saja tetap kita akomodir yang penting sesuai syarat, prosesnya juga cepat tidak sampai sepekan," janjinya.

Terakhir, Tenor cicilan dapat dilakukan mulai dari enam bulan hingga paling lama lima tahun. "Itu tergantung seberapa besar dan menariknya usaha yang didanai,” pungkasnya. (rvn)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .