MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 16 Oktober 2018 11:54
Ibnu: Ini Ujian Allah yang Luar Biasa
MENANGIS: Suarna Tanjung terisak di depan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

PROKAL.CO, Suarna Tanjung terisak di depan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Jika terkenang 12 anggota keluarganya yang menjadi korban gempa Palu, otomatis mata perempuan berusia 58 tahun itu menjadi basah.

===========================

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

===========================

WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina lebih banyak diam. Dia menjadi pendengar yang setia atas cerita duka dari Syaiful Hendra dan ibunya, Suarna Tanjung.

Pemuda 31 tahun itu menunjukkan foto sang nenek dari ponselnya. Yang menjadi korban pada gempa dan tsunami yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala pada Jumat, 28 September lalu.

Suarna pun terisak. "Jika terkenang mereka, mata saya pasti basah," ujarnya. Beberapa kali dia harus membersihkan kacamatanya dengan tisu.

Keluarga besar ini kehilangan banyak, terlalu banyak. Ada 12 anggota keluarga yang dinyatakan tewas. Lima lainnya dalam status hilang. "Ya, kami tak berharap banyak atas mereka yang hilang," tambah Syaiful.

Selama empat hari, mereka kelaparan dan kehausan. Bertahan di tengah reruntuhan karena bantuan tak kunjung tiba. Mereka juga ketakutan. Melihat penjarahan terjadi dimana-mana.

Sembilan orang ini kemudian bertaruh nasib. Dengan harta hanya pakaian di badan, berjalan menuju Pelabuhan Pantoloa untuk keluar dari Palu. "Namanya Kapal Bukit Siguntang. Tujuannya katanya Makassar. Kami senang karena ada keluarga di sana," kata Syaiful.

Ternyata, kapal itu malah berlabuh di Tarakan. Syukur, ada anggota keluarga dari Banjarmasin yang menelepon. Namanya April, 54 tahun. "Om April lalu menyuruh kami ke Banjarmasin," imbuhnya.

Mereka lalu ditampung di sebuah rumah kosong bekas PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Jalan Cempaka XII Kelurahan Mawar. Tak jauh dari KUA (Kantor Urusan Agama) Banjarmasin Tengah.

Nama pengungsi lainnya adalah Hajra Rasmita Ngemba, perempuan 29 itu adalah istri Syaiful. Dengan anak mereka Sarah Putri Tanjung yang baru berusia 1,5 tahun.

Lalu ada suami Suarna, Ilyas Chaniago, 58 tahun. Pada kunjungan pertama Radar Banjarmasin kemari, Kamis (11/10) lalu, Ilyas juga tak tampak. Dia masih terlalu trauma untuk diajak membaur.

Berikutnya kakak ipar Syaiful, yakni pasangan Syahruddin, 34 tahun dan Tria Suci Ilyas, 33 tahun. Dengan kedua anak mereka Alvaro Izzatul Ghazi, 10 tahun dan adiknya Rezki Fajri, 8 tahun.

Kabar baiknya, dibantu Dinas Sosial setempat, Alvaro dan Rezki sudah kembali bersekolah. Mereka ditampung di SDN Mawar 7 di kelas IV dan I.

"Saya tidak tahu. Apakah akan kembali ke Palu atau tidak. Yang pasti, situasi di sana belum benar-benar pulih," jelas Suarna.

Sementara itu, Ibnu meminta agar sebagian hasil penggalangan dana yang hendak dikirimkan ke Palu, agar disisihkan untuk pengungsi yang ada di Banjarmasin.

"Saya sudah mendengar cerita mereka. Luar biasa. Mereka lebih dekat dan utama untuk dibantu. Saya berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka," ujarnya.

Dia juga menyampaikan ucapan turut berduka mewakili pemko. "Banjarmasin membuka diri bagi pengungsi yang ingin sementara waktu tinggal di sini dalam memulihkan traumanya. Anggaplah ini ujian dari Allah," pungkas Ibnu.

Ibnu lantas meminta Dinsos melanjutkan pelacakan. Kabarnya, ada kelompok pengungsi lain yang tiba di Banjarmasin. Ada empat kepala keluarga yang telah ditampung di Jalan Sutoyo S. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:28

9 Desember, UAS di Martapura

MARTAPURA – Kabar gembira kembali datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Ustaz Abdul Somad rencananya…

Sabtu, 17 November 2018 12:55

Abdul Latif Mundur, Partai Pengusung Siap-siap Tentukan Wakil

BARABAI – Hening dan tampak haru, begitulah suasana ruang sidang paripurna DPRD Hulu Sungai Tengah,…

Sabtu, 17 November 2018 12:46

Dan Terjadi Lagi!!, Ratusan Meter Jalan Amblas di HSU

AMUNTAI - Kejadian longsor di tepian sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jadi momok tahunan.…

Sabtu, 17 November 2018 11:54

Berlatih Sabar dan Tekun, Bangun Miniatur dari Stik Es Krim

Banyak orang berpandangan, mantan narapidana itu tidak akan berguna saat kembali ke tengah masyarakat.…

Sabtu, 17 November 2018 11:09

WOW...!! Dulu Kumuh, Kini Gang Ini Disulap Jadi Penuh Warna

BANJARBARU - Gang Keluarga di RT 12 RW 03 Sungai Besar sebelumnya agak kumuh. Jalanan gang belum ada…

Sabtu, 17 November 2018 11:00

Satu-satunya Peraih Natamukti Nindya di Kalsel

BANJARBARU - Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Natamukti Nindya dari Indonesia Council of…

Sabtu, 17 November 2018 10:57

Sempat Kesulitan Cari Sirap untuk Mes L

BANJARBARU - Proyek perbaikan mes L sudah berjalan selama satu bulan lebih. Saat ini bentuk bangunan…

Sabtu, 17 November 2018 10:37

Teladani Akhlak Rasulullah

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor mengatakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti…

Sabtu, 17 November 2018 10:34

Ini Yang Dilakukan Pemkab Tanbu Untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Diskominfo terus berupaya meningkatkan wawasan serta pengetahuan…

Sabtu, 17 November 2018 10:31

Enam Puskesmas Terima Sertifikat Akreditasi FKTP

BATULICIN - Sebanyak enam puskesmas menerima Sertifikat Akreditasi FKTP pada Peringatan Hari Kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .