MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 16 Oktober 2018 12:02
Bikin Malu, Anggota DPRD Banjarmasin Saling Sindir Saat Sidang
Grafis Atenk

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dalam hitungan detik, marwah Sidang Paripurna DPRD Banjarmasin melorot. Pimpinan dan anggota dewan saling sindir, ledek, hingga walk out. Perseteruan itu rupanya akibat kasus lama yang kembali diungkit.

Sidang paripurna kemarin (15/10) sore berubah canggung. Ketua DPRD Banjarmasin, Ananda diledek oleh anggotanya, Isnaini di depan wali kota saat sidang baru dimulai.

Penyebabnya tampak sepele. Ananda lupa menyilakan penyanyian Indonesia Raya pada awal sidang. Karena sudah terlanjur dibuka, lagu kebangsaan itu dinyanyikan belakangan.

Ananda kemudian berguyon, "Jangan sampai gara-gara lupa menyanyikan Indonesia Raya, BK (Badan Kehormatan) disurati lagi untuk menegur saya. Kasihan BK, kerjaannya bertambah banyak."

Guyon itu rupanya ditanggapi serius. "Dasar ketua dapatan," umpat Isnaini.

Dengan mikrofon menyala, jelas semua mendengarnya. Dari anggota dewan, wali kota dan wakilnya, para pejabat pemko, dan wartawan yang sedang meliput sidang.

Ananda hanya membalas dengan santai. "Apa maksudnya itu?" Dapatan adalah umpatan kasar dalam Bahasa Banjar. Artinya kira-kira "sesuatu yang tercecer di jalan dan ditemukan secara tak sengaja".

Setelah itu, sidang pun menjadi hening. Isnaini kemudian walk out. Aksi itu diikuti anggota Sri Nurnaningsih. Saat melintas di depan wartawan, Sri hanya tersenyum.

Begitu ditelusuri, penyebabnya ternyata tidak sesepele itu. Bukan gara-gara lagu Indonesia Raya yang telat dinyanyikan.

Sepekan yang lewat, tiga anggota Banggar (Badan Anggaran) melaporkan Ananda ke BK. Dengan dugaan bahwa Ketua DPRD yang juga Ketua Banggar telah melanggar tatib (tata tertib) dewan dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2019.

Pelapor adalah Sri Nurnaningsih, Rudiani, dan Isnaini. "Anggaran ini perkara krusial. Tapi keputusan diambil tanpa memenuhi kuorum. Dimana jumlah anggota Banggar yang hadir minimal 50 persen plus satu anggota," jelas Isnaini.

Banggar punya 22 anggota. Artinya, untuk mengambil putusan sekurang-kurangnya perlu 12 anggota. Sedangkan Isnaini menyaksikan, rapat itu hanya diikuti beberapa anggota.

"Undangannya juga tak sampai ke tangan saya," sesalnya.

Atas pelanggaran ini, ketiganya khawatir rancangan anggaran itu bakal cacat.

"Saya sudah coba utarakan lewat sidang. Tapi pimpinan malah bersikeras, ngotot. Jadi akhirnya kami melapor ke BK," imbuhnya.

Sementara itu, Ananda mengaku sempat kebanjiran chat WhatsApp pasca insiden tersebut.

"Banyak kawan-kawan yang mendorong saya untuk melaporkan dan menggugat Isnaini. Tapi tidak, saya tidak tertarik," akunya.

Menurut Ananda, situasi panas ini wajar menjelang tahun pemilu.

"Setiap anggota dewan berlomba agar menjadi pusat perhatian masyarakat. Beberapa menempuh cara-cara yang agak berbeda," jelasnya.

Ditanya apakah dia tidak sakit hati dipermalukan seperti itu, dia menggeleng.

"Orang politik harus tahan banting. Diserang depan dan belakang, kanan dan kiri, atas dan bawah itu merupakan risiko," pungkasnya.

Sementara itu, wakil ketua dewan, Budi Wijaya tak bisa menutupi kejengkelannya atas ulah ketiga anggota Banggar tersebut.

"Ini masalah lama. Dan kami disuruh mengulang-ulang penjelasan yang sama kepada orang yang itu-itu juga," ujarnya.

Dijelaskannya, masalah ini bermula dari kekhawatiran beberapa anggota Banggar. Saat itu, Hamli Kursani dinonaktifkan dari jabatan Sekdako Banjarmasin.

Sekda adalah Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), perantara pemko yang duduk bersama Banggar.

Unsur pimpinan dewan lalu meminta masukan dari Kementerian Dalam Negeri. Jawabannya, penguasa anggaran tertinggi adalah wali kota. Maka tanpa sekda sekalipun, Ibnu Sina boleh saja membahas rancangan APBD bersama Banggar.

Jika Ibnu sedang berhalangan hadir, rapat boleh dilanjutkan, selama ada surat mandat kepada pejabat lain. Namun, penjelasan itu rupanya tidak cukup memuaskan beberapa anggota Banggar. Diam-diam, mereka "memboikot" rapat Banggar. Kuorum pun sulit tercapai.

"Soal kuorum atau tidak kuorum, pejabat pemko biasanya datang tepat waktu. Kalau terus menunggu anggota dewan lain terkumpul baru memulai rapat, saya tidak enak hati," kelit Budi.

Budi memang tidak sedang bercanda. Sidang Paripurna yang molor itu bukan cerita baru. Seperti kemarin, sidang mestinya dimulai jam dua siang. Tapi malah telat sejam lebih gara-gara menunggu aula sidang penuh.

 

Jumat, Pelapor dan Terlapor Dipanggil

 

WAKIL Ketua BK DPRD Banjarmasin, Abdul Gais menyayangkan munculnya insiden saling sindir dan ledek di Sidang Paripurna kemarin (15/10). Menurutnya, aksi itu tidaklah pantas.

"Di sini ada tamu seperti wali kota dan wakilnya. Lalu deretan undangan dari pejabat pemko. Belum terhitung wartawan media cetak dan elektronik," ujarnya.

Gais mengingatkan, Sidang Paripurna adalah forum yang sakral. Di sana, peraturan daerah yang mengatur hajat hidup orang banyak disahkan. Di sana pula rancangan anggaran kota untuk pembangunan dibahas dan disepakati.

"Hal-hal yang kurang baik mestinya disembunyikan. Bukan malah ditampilkan secara terang-terangan. Saya pikir ini imbas dari kasus lama. Mestinya (Isnaini) tidak seemosional itu," imbuhnya.

Sementara itu, Anggota BK, Matnoor Ali membenarkan telah menerima surat aduan dari tiga anggota Banggar terkait kinerja Ananda. Laporan itu tetap akan ditindaklanjuti.

"Jumat ini pelapor dan terlapor bakal kami panggil. Akan ada dua sesi. Kami akan memintai keterangan dari kedua belah pihak," ujarnya.

Singkat cerita, Matnoor belum bisa berkomentar banyak. "Kami sudah mengumpulkan bukti dan data terkait masalah ini. Setelah pemeriksaan selesai, baru bisa ditarik kesimpulan," imbuhnya.

Dia juga menyilakan para pihak yang berkonflik untuk menempuh penyelesaian di luar BK.

"Misalkan begini, pimpinan merasa namanya dicemarkan. Atau merasa itu hoax (kabar bohong) yang dibuat-buat. Silakan saja laporkan," pungkasnya. (fud/at/nur)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:28

9 Desember, UAS di Martapura

MARTAPURA – Kabar gembira kembali datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Ustaz Abdul Somad rencananya…

Sabtu, 17 November 2018 12:46

Dan Terjadi Lagi!!, Ratusan Meter Jalan Amblas di HSU

AMUNTAI - Kejadian longsor di tepian sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jadi momok tahunan.…

Sabtu, 17 November 2018 11:54

Berlatih Sabar dan Tekun, Bangun Miniatur dari Stik Es Krim

Banyak orang berpandangan, mantan narapidana itu tidak akan berguna saat kembali ke tengah masyarakat.…

Sabtu, 17 November 2018 11:09

WOW...!! Dulu Kumuh, Kini Gang Ini Disulap Jadi Penuh Warna

BANJARBARU - Gang Keluarga di RT 12 RW 03 Sungai Besar sebelumnya agak kumuh. Jalanan gang belum ada…

Sabtu, 17 November 2018 11:00

Satu-satunya Peraih Natamukti Nindya di Kalsel

BANJARBARU - Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Natamukti Nindya dari Indonesia Council of…

Sabtu, 17 November 2018 10:57

Sempat Kesulitan Cari Sirap untuk Mes L

BANJARBARU - Proyek perbaikan mes L sudah berjalan selama satu bulan lebih. Saat ini bentuk bangunan…

Sabtu, 17 November 2018 10:37

Teladani Akhlak Rasulullah

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor mengatakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti…

Sabtu, 17 November 2018 10:34

Ini Yang Dilakukan Pemkab Tanbu Untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Diskominfo terus berupaya meningkatkan wawasan serta pengetahuan…

Sabtu, 17 November 2018 10:31

Enam Puskesmas Terima Sertifikat Akreditasi FKTP

BATULICIN - Sebanyak enam puskesmas menerima Sertifikat Akreditasi FKTP pada Peringatan Hari Kesehatan…

Sabtu, 17 November 2018 09:31

WADUH Lagi Tanding Listrik Padam, Terus Gimana??

BANJARMASIN - Pasokan penerangan Stadion 17 Mei selama ini masih bergantung dengan PLN. Makanya ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .