MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 18 Oktober 2018 11:03
Panen Padi Bersama di Bekas Wilayah Tambang

Cara TNI-Polri dan Petani Rayakan Hari Pangan Sedunia di Kotabaru

AKRAB: Suasana panen bersama TNI-Polri dan para petani di Desa Selino Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru.

PROKAL.CO, Jika hari pangan diperingati di Jejangkit Batola oleh Presiden Joko Widodo hari ini, di Pulau Laut Kotabaru perayaan yang lebih sederhana dirayakan TNI-Polri.

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut

Masih ingat dengan Desa Selino Kecamatan Pulau Laut Tengah? Warganya yang mayoritas menolak tambang karena memiliki lahan pertanian produktif. Rabu (17/10) sore kemarin para warga bersama polisi dan TNI panen raya  bersama di desa ini.

Lepas Asar, beberapa mobil roda empat memasuki Selino, Kecamatan Pulau Laut Tengah. Sekitar 50 kilometer dari pusat kota. Dari mobil-mobil itu turun puluhan pria berseragam. Ada pakai seragam polisi, TNI AD dan TNI AL.

"Ke sini Pak, gak pakai sepatu bot gak papa. Sawahnya sudah kering," ujar seorang petani. Wakapolres Kompol Arief Prasetya mewakili Kapolres AKB Suhasto dan para petinggi Kodim 1004 serta Lanal Kotabaru turun ke sawah.

Sepatu mereka menapaki pematang. Jangkrik berlompatan. Di depan menjulang Gunung Jambangan, maskot alam di Pulau Laut. Hijau royo-royo, harum padi tercium.

Lebih seratus hektare lahan sawah di Selino. Pulau Laut Tengah adalah penghasil beras ke dua terbesar di Kotabaru setelah Kecamatan Pulau Laut Timur. Petani di Selino menggarap sawah turun-temurun. Rata-rata mereka suku Bugis.

Peralihan 2017 ke 2018, para petani di Selino sempat resah. Karena rencana tambang batubara di sana. Mereka menolak. Khawatir lahan pertanian yang sudah tua itu kena dampaknya. Sudah banyak anak-anak di sana sekolah dan sukses hasil dari jualan beras orang tuanya.

Melihat hamparan sawah, para polisi dan TNI tak kuasa menyembunyikan rasa kagum. "Bahagia itu sederhana sebenarnya. Ya seperti para petani ini. Dekat sama alam," kata Rubikin anggota TNI AD yang tugas di sana sebagai Bhabinsa.

Setelah semua kumpul di sawah yang airnya sudah mengering itu, panen bersama pun digelar. Ibu dan bapak petani tak kuasa menahan gelak tawa. Polisi dan TNI seolah berebut ingin memotong dan merontokkan padi. "Yang moto saya siapa nih," pinta Kasat Lantas AKP Lendra Ambarsari disambut tawa.

"Jadi ini ceritanya Presiden nanam, kita panen ya. Menang dong kita," ujar seorang petani.

Usai memanen beberapa meter sawah, mereka pun istirahat. Duduk mereka di atas terpal. Nasi bungkus digilir. Tiba saatnya berdoa. Tapi tidak ada yang bersedia. Saling dorong-dorongan. "Pak Kades lah, ayo Pak Kades," pinta Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan. Tapi Kades hanya tersenyum malu. Akhirnya Wakapolres yang didaulat. "Semoga panen melimpah, harga baik di pasar. Dan jangan ada lagi kebakaran lahan," doanya diaminkan.

Kepada penulis melalui sambungan telepon, Kapolres AKBP Suhasto yang berhalangan hadir sebelumnya menjelaskan. Acara itu adalah kerja sama TNI dan Polri bersama warga, untuk memperingati Hari Pangan Sedunia.

"Karena di sini bertepatan musim panen, maka kita gelar dengan panen bersama," ujarnya.

Dia kemudian meminta agar para petani, pekebun, perusahaan sama-sama menjaga lahan di Kotabaru. Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. "Cukup sudah bakar-bakar lahan. Tahun ini sudah berkurang jauh. Semoga tahun depan tidak ada lagi," harapnya.

Suhasto juga menyampaikan sesalnya tidak bisa ikut panen bersama. "Padahal saya ingin sekali ke sawah. Merasakan gembiranya panen raya. Makan di sawah itu, lahap," ujarnya tertawa.

Kades Zakaria di sawah mengatakan, Selino rata-rata bisa panen sebanyak dua kali. Jika musim mendukung bisa tiga kali, tapi ini jarang terjadi. Tahun ini kemarau terasa panjang. Sawah dan sungai kering.

Dia pun berharap ke depan pengelolaan sawah di sana bisa ditingkatkan. Entah dengan bantuan perbaikan irigasi, pembuatan waduk atau sarana pendukung lainnya. "Beras yang ditanam warga beras unggulan," ujarnya menambahkan, jika musim bagus satu haktare bisa panen 7 ton gabah.(ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 17:33

TP PKK Balangan Gelar Lomba Pemanfaatan Toga

PARINGIN --- Lomba pemanfaatan toga tingkat Kabupaten Balangan tahun 2018,…

Selasa, 20 November 2018 12:28

Mantap Brata 2019, Jajaran Polri Bersiap Amankan Pesta Demokrasi

BANJARMASIN - Pemilu 2019 tak lama lagi akan digelar. Seluruh…

Selasa, 20 November 2018 12:08

Kampanye Pesta Demokrasi Terlihat Sepi

MARABAHAN - Sejak tanggal 23 September 2018 sudah memasuki masa…

Selasa, 20 November 2018 12:03

Deteksi Sejak Dini Untuk Hentikan Penyebaran

PELAIHARI – Sejumlah tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah…

Selasa, 20 November 2018 11:18

Gara-Gara Salah Ketik Malah ini Yang Terjadi

Puluhan guru honorer gugur pada tahap administrasi PPG (Pendidikan Profesi…

Selasa, 20 November 2018 11:10

Perangkingan Hasil Ujian CPNS Cuma Sebatas Wacana

BANJARMASIN – Usulan perangkingan hasil ujian CPNS terus mengemuka. Sebagai…

Selasa, 20 November 2018 10:58

106 Kepala Daerah Akan Kunjungi Banjarmasin

BANJARMASIN - Seratus bupati dan wali kota akan bertandang ke…

Selasa, 20 November 2018 10:47

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani Turut Angkat Bicara

SECARA terpisah, Walikota Banjarbaru,  turut angkat bicara soal kasus ini.…

Selasa, 20 November 2018 10:20

Tambah Rambu Larangan Parkir Guna Kurangi Kemacetan

BANJARBARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru berencana akan menambah…

Selasa, 20 November 2018 09:50

Kabar Ikan Asin Berformalin, Ikan Asin di Kotabaru Berasal Dari Ikan Segar

KOTABARU - Kabar adanya ikan asin berformalin di Hulu Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .