MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 18 Oktober 2018 11:03
Panen Padi Bersama di Bekas Wilayah Tambang

Cara TNI-Polri dan Petani Rayakan Hari Pangan Sedunia di Kotabaru

AKRAB: Suasana panen bersama TNI-Polri dan para petani di Desa Selino Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru.

PROKAL.CO, Jika hari pangan diperingati di Jejangkit Batola oleh Presiden Joko Widodo hari ini, di Pulau Laut Kotabaru perayaan yang lebih sederhana dirayakan TNI-Polri.

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut

Masih ingat dengan Desa Selino Kecamatan Pulau Laut Tengah? Warganya yang mayoritas menolak tambang karena memiliki lahan pertanian produktif. Rabu (17/10) sore kemarin para warga bersama polisi dan TNI panen raya  bersama di desa ini.

Lepas Asar, beberapa mobil roda empat memasuki Selino, Kecamatan Pulau Laut Tengah. Sekitar 50 kilometer dari pusat kota. Dari mobil-mobil itu turun puluhan pria berseragam. Ada pakai seragam polisi, TNI AD dan TNI AL.

"Ke sini Pak, gak pakai sepatu bot gak papa. Sawahnya sudah kering," ujar seorang petani. Wakapolres Kompol Arief Prasetya mewakili Kapolres AKB Suhasto dan para petinggi Kodim 1004 serta Lanal Kotabaru turun ke sawah.

Sepatu mereka menapaki pematang. Jangkrik berlompatan. Di depan menjulang Gunung Jambangan, maskot alam di Pulau Laut. Hijau royo-royo, harum padi tercium.

Lebih seratus hektare lahan sawah di Selino. Pulau Laut Tengah adalah penghasil beras ke dua terbesar di Kotabaru setelah Kecamatan Pulau Laut Timur. Petani di Selino menggarap sawah turun-temurun. Rata-rata mereka suku Bugis.

Peralihan 2017 ke 2018, para petani di Selino sempat resah. Karena rencana tambang batubara di sana. Mereka menolak. Khawatir lahan pertanian yang sudah tua itu kena dampaknya. Sudah banyak anak-anak di sana sekolah dan sukses hasil dari jualan beras orang tuanya.

Melihat hamparan sawah, para polisi dan TNI tak kuasa menyembunyikan rasa kagum. "Bahagia itu sederhana sebenarnya. Ya seperti para petani ini. Dekat sama alam," kata Rubikin anggota TNI AD yang tugas di sana sebagai Bhabinsa.

Setelah semua kumpul di sawah yang airnya sudah mengering itu, panen bersama pun digelar. Ibu dan bapak petani tak kuasa menahan gelak tawa. Polisi dan TNI seolah berebut ingin memotong dan merontokkan padi. "Yang moto saya siapa nih," pinta Kasat Lantas AKP Lendra Ambarsari disambut tawa.

"Jadi ini ceritanya Presiden nanam, kita panen ya. Menang dong kita," ujar seorang petani.

Usai memanen beberapa meter sawah, mereka pun istirahat. Duduk mereka di atas terpal. Nasi bungkus digilir. Tiba saatnya berdoa. Tapi tidak ada yang bersedia. Saling dorong-dorongan. "Pak Kades lah, ayo Pak Kades," pinta Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan. Tapi Kades hanya tersenyum malu. Akhirnya Wakapolres yang didaulat. "Semoga panen melimpah, harga baik di pasar. Dan jangan ada lagi kebakaran lahan," doanya diaminkan.

Kepada penulis melalui sambungan telepon, Kapolres AKBP Suhasto yang berhalangan hadir sebelumnya menjelaskan. Acara itu adalah kerja sama TNI dan Polri bersama warga, untuk memperingati Hari Pangan Sedunia.

"Karena di sini bertepatan musim panen, maka kita gelar dengan panen bersama," ujarnya.

Dia kemudian meminta agar para petani, pekebun, perusahaan sama-sama menjaga lahan di Kotabaru. Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. "Cukup sudah bakar-bakar lahan. Tahun ini sudah berkurang jauh. Semoga tahun depan tidak ada lagi," harapnya.

Suhasto juga menyampaikan sesalnya tidak bisa ikut panen bersama. "Padahal saya ingin sekali ke sawah. Merasakan gembiranya panen raya. Makan di sawah itu, lahap," ujarnya tertawa.

Kades Zakaria di sawah mengatakan, Selino rata-rata bisa panen sebanyak dua kali. Jika musim mendukung bisa tiga kali, tapi ini jarang terjadi. Tahun ini kemarau terasa panjang. Sawah dan sungai kering.

Dia pun berharap ke depan pengelolaan sawah di sana bisa ditingkatkan. Entah dengan bantuan perbaikan irigasi, pembuatan waduk atau sarana pendukung lainnya. "Beras yang ditanam warga beras unggulan," ujarnya menambahkan, jika musim bagus satu haktare bisa panen 7 ton gabah.(ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 08:43

18 Stand Bazar Meriahkan HUT SDN Angsau 4 Yang ke-41

PELAIHARI - Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Laut (Tala) Nurul…

Kamis, 24 Januari 2019 08:38

Sukamta Peringatkan Untuk Berhati-Hati Menggunakan Dana Desa

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut (Tala) mengingatkan kepada Kepala Desa,…

Kamis, 24 Januari 2019 08:27

Pemerintah Gelontorkan Tiga Triliun Rupiah Untuk 8.122 Kelurahan

BANJARBARU - Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan dengan menggelontorkan Dana Kelurahan…

Kamis, 24 Januari 2019 08:20

Rapat Paripurna Pertama Pemko Bersama Dewan

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Senin (21/1) tadi menghadiri…

Kamis, 24 Januari 2019 08:16

Sudian Noor Dukung Penuh Rencana Penerimaan PPPK

BATULICIN - Rencana pemerintah pusat yang akan melakukan penerimaan Pegawai…

Kamis, 24 Januari 2019 08:12

Gelar Ramah Tamah, Bupati Sarapan Bersama Petugas Kebersihan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dan Sekda…

Kamis, 24 Januari 2019 08:09

Pemkab Harap BNK Bisa Segera Dibentuk

BATULICIN - Pemkab Tanbu bertekad membantu program pemerintah pusat dalam…

Rabu, 23 Januari 2019 17:43

Digelontor Dana Kelurahan, ini Kata Wawali Banjarbaru

BANJARBARU -- Dipastikannya Kota Banjarbaru kecipratan Dana Kelurahan dari Pemerintah…

Rabu, 23 Januari 2019 17:13

Gara-gara Paman Birin, Warga Pulau Laut Jadi Ketagihan

KOTABARU -- Siapa pernah menyangka matahari tenggelam di Batu Ladung…

Rabu, 23 Januari 2019 17:09

ADA APA INI..? Ketua KPUD Kalsel Diganti

BANJARMASIN - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalsel yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*