MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:01
Pemko Banjarmasin Cemas Menanti Adipura Kencana
PAGI DI SIRING: Warga berjalan di Siring Pierre Tendean dekat Rumah Anno 1925. Kawasan taman kota ini menjadi salah satu andalan dalam tiap penilaian Adipura. Namun pengumuman Adipura 2018, dimundurkan oleh pusat. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemko masih harap-harap cemas. Belum ada kabar sama sekali terkait Adipura. Apakah Banjarmasin kembali meraihnya, atau justru gagal. Apalagi, sekarang yang diincar adalah Adipura Kencana.

"Kalau Adipura Kirana seperti tahun kemarin, saya yakin Banjarmasin kembali lolos. Tapi kali ini Kencana. Jelas bakal lebih berat," kata Kepala Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Tarianto.

Banjarmasin telah meraih Adipura Kirana dalam tiga tahun berturut-turut. Artinya, boleh mengajukan diri untuk Adipura Kencana. Setelah berhasil meraih Kencana, barulah menanjak pada Adipura yang paling prestisius, yakni Adipura Buana.

Panitia Adipura 2018 memastikan pengumuman dimundurkan. Yang biasanya jatuh pada pertengahan tahun, molor mendekati akhir tahun. Alasannya, syarat untuk meraih Adipura ditambah dan diperketat.

Penilaian tidak sekadar mengandalkan akumulasi skor dari P1 dan P2 (penilaian pertama dan kedua). Tim penilai turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi permukiman, penghijauan kota, pengelolaan sampah, dan pengendalian pencemaran. Kini, pemko juga dituntut menyusun Kebijakan dan Strategi Daerah (Jaktrada) untuk pengurangan dan penanganan sampah. Ditargetkan sampah dari sumbernya bisa ditekan, berkurang hingga 30 persen. Artinya tersisa 70 persen untuk ditangani. Target nasional ini ditetapkan tercapai pada 2025.

Tahap berikutnya, Jaktrada mesti memperoleh kepastian payung hukum. Dituangkan dan disahkan dalam Peraturan Wali Kota. "Ya, draf perwalinya sudah rampung digodok. Wali kota juga sudah membubuhkan tanda tangannya," ungkap Tarianto.

Lalu, apa bedanya antara Adipura Kirana dengan Kencana? Dijelaskannya, Kirana hanya menuntut penampilan kota yang lebih bersih dan asri. Menurutnya, hal itu mudah dicapai oleh daerah yang punya APBD besar.  "Nah, dalam Kencana, yang dituntut justru partisipasi masyarakat. Warga terlibat dengan sadar untuk menjaga kotanya. Jadi tidak melulu mengandalkan pemda yang programnya bakal menyedot banyak anggaran," bebernya.

Ditanya kapan kiranya daftar peraih Adipura diumumkan, Tarianto mengaku tidak tahu sama sekali. "Saya juga menunggu-nunggu. Kalau ada panggilan untuk verifikasi ulang, artinya masuk nominasi. Sampai sekarang belum ada," tuntasnya.(fud/at/dye)

loading...
BERITA TE