MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:28
Jangan Jadi Euforia Sesaat, Mimpi Besar dari Jejangkit Harus Terwujud

Presiden Jokowi Tak Datang

TUNGGU PRESIDEN: Seorang siswa SD berdiri di samping jalan menuju lokasi peringatan Hari Pangan Sedunia di Jejangkit Muara, Barito Kuala, kemarin. Presiden Joko Widodo batal hadir dalam acara itu. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BATOLA – Pemerintah pusat dan daerah harus bahu membahu membangun kekuatan lahan rawa di Kalsel agar perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) tidak hanya menjadi euforia sesaat. Harus ada komitmen yang dipegang oleh semua pihak untuk mewujudkan mimpi besar dari Jejangkit.

Ada 4000 hektare lahan rawa di Batola yang direncanakan sejak awal dioptimalkan untuk menyokong potensi pangan Indonesia. Menggarap ribuan lahan rawa bukan hal yang mudah. Dibutuhkan konsistensi SDM dam penggunaan alat serta teknologi tepat guna.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri mengatakan pihaknya akan terus memastikan penggarapan lahan rawa di jejangkit setelah selesai acara. Presiden menurutnya telah berpesan untuk itu.

“Menko Perekonomian Darmin Nasution mewakili Presiden Jokowi meminta untuk dilanjutkan, dan sinergi dengan kementerian terkait,” ungkap Amran setelah melakukan panen perdana bersama-sama dengan 20 duta besar dan 16 negara perwakilan, kemarin (18/10) siang.

Untuk menunjang para petani di lahan rawa Jejangkit, beber Amran, pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan menyiapkan peralatan pertanian berteknologi seperti combine harvester dan traktor. Diharapkan ini dapat memudahkan petani dalam bercocok tanam.

“Kami fokus anggaran untuk alat pertanian, sedangkan BBM dan petaninya itu disiapkan oleh bupati dan gubernur,” tambahnya.

Pengembangan pertanian di Jejangkit sendiri menurutnya merupakan inovasi baru untuk pangan di Indonesia. Panen padi di lahan rawa dapat membantu jika lahan pertanian di pulau Jawa dan provinsi lainnya dilanda kekeringan. Sistem hortikultura yang dilakukan saling terintegrasi. Petani dapat menanam berbagai macam tumbuhan yang mempunyai nilai. Misalnya cabai, bawang merah, bawang putih, peternakan, perikanan. Ini sangat menguntungkan bagi petani di Indonesia dan di Kalsel khususnya.

Kalsel memiliki potensi lahan rawa sebesar 10 juta hektare. Namun selama ini masih belum dikelola maksimal. Padi yang ditanam hanya dapat dipanen satu kali dalam setahun. Padahal rawa dalam setahun dapat panen dua hingga tiga kali. Hasilnya pun akan semakin meningkat.

Amran menilai potensi lahan rawa di Kalsel sebenarnya sebesar 500 ribu hektare. Apabila dioptimalkan dengan menanam padi dikombinasi teknologi pertanian, diprediksi bisa menghasilkan Rp30 triliun per tahun. Hasil dari bidang pertanian ini sudah melebihi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hanya Rp5-Rp7 Triliun.

“Kalsel masuk 3 besar provinsi Sumsel dan Jambi yang memiliki potensi lahan rawa,” sebutnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan lahan rawa yang sudah di permak merupakan solusi efektif, apabila provinsi penghasil pertanian di Indonesia tengah dilanda kekeringan.

Karena itu, pemerintah mendorong petani di Kalsel dalam mengerjakan lahan persawahan secara berkelompok. “Program lanjutannya, kita harus sudah membuat model pertaniannya dengan kelompok atau cluster. Sekarang di sini sudah ada tinggal diperbanyak,” katanya.

Para petani sendiri kerap mengeluh dengan hasil panen yang melimpah, pemerintah malah sering mengimpor beras. Nah, Darmin menyatakan pihaknya akan membantu mencarikan pembeli untuk petani. Sehingga petani tidak perlu repot-repot harus menjual sendiri menawarkan kepada pembeli.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan rasa lega karena acara berlangsung sukses. Di kesempatan itu dia memberikan apresiasi yang besar kepada para petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembukaan 4.000 hektare lahan pertanian di Jejangkit yang semula merupakan lahan tidur dengan karakteristik rawa pasang surut.

“Ini bukti, tidak ada pekerjaan di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan kalau kita mau royong, semua pasti bisa terwujud,” ujarnya.


Presiden Tak Jadi Datang

Suasana di lokasi HPS kemarin memang berlangsung meriah. Tamu undangan dari VVIP, VIP, Non VIP, serta masyarakat, sebagian besar berjalan kaki menuju panggung utama dari jalan luar. Meski cukup jauh, para undangan cukup santai karena di pagi hari matahari belum terlalu terik. Kebanyakan mereka adalah para siswa dan warga setempat yang menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo sendiri tidak hadir dan membuat banyak pihak merasa kecewa. Pasalnya Jauh-jauh hari, Jokowi sudah disebut-sebut bakal datang ke Jejangkit untuk melakukan panen pertama.

Lina Raudah, warga sekitar tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Ibu rumah tangga yang datang bersama putrinya ini ditemui wartawan duduk di pinggir jalan menuju panggung utama kegiatan.

"Dari pagi-pagi kita dengan warga yang lain sudah menunggu, maklum pengin melihat Presiden langsung," ucapnya tersenyum.

Memang, info Jokowi bakal datang membuat Jejangkit jadi sorotan. Media lokal, nasional hingga media sosial. Warga bahkan sudah siap menunggu untuk sekadar memotret kehadiran Presiden. Mereka rela berbondong-bondong dan berhimpit-himpitan demi mendapat tempat terbaik menonton Jokowi.

Para pelajar yang diliburkan secara khusus pun juga tak lupa ambil bagian. Sembari mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil, siswa-siswi ini dipersiapkan menyambut kehadiran orang nomer satu di daerahnya.

Namun skenario yang disetting manis itu sirna. Jelang siang, informasi didapatkan presiden tidak berangkat ke Jejangkit. Ribuan pelajar dari Batola hingga Banjarmasin ini pun lunglai, duduk sembari menahan teriknya sengatan matahari Jejangkit.

"Kita datang dari pagi sekali, biar menyempatkan bisa melihat Presiden," ucap M Zakir, pelajar asal SMAN 1 Marabahan. Faridah, siswi SMAN 4 Banjarmasin yang datang jauh-jauh ke Jejangkit juga sangat menyayangkan Presiden tidak jadi berhadir.

Dampak dari batalnya kedatangan Presiden berimbas kepada rundown acara. Yang tadinya dijadwalkan dibuka pada pukul 09.00 Wita, namun tertunda lantaran panitia menunggu kepastian kehadiran presiden. Panitia penyelenggara baru membuka jalannya acara kurang lebih satu jam dari jadwal seharusnya.


"Presiden tidak bisa berhadir karena sedang kunjungan kerja ke NTB," buka Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution pun didaulat membuka secara resmi acara menggantikan peran Jokowi.


Sekitar pukul 10.00, banyak warga yang bubar karena s mengetahui presiden tidak jadi datang. "Boro-boro dapat sepeda Jokowi. orangnya saja tidak jadi datang," ucap Sani Wati (40).

Walaupun banyak yang pulang sebelum acara dimulai, sebagian juga bertahan menyaksikan proses pembukaan HPS. Mereka bebas berkeliaran di kiri kanan panggung. Bahkan melakukan Selfie ria di depan replika jeruk dan nanas raksasa, yang berada di depan panggung utama.

Setelah selesai panen raya, miniatur ini menjadi rebutan warga. Warga menuju panggung utama, ada yang membawa clurit. Mereka ikut berebut nanas raksasa yang berada di depan panggung utama. "Dari lokasi panen sudah terlihat warga berebut nanas. Makanya kami ikut kesini," kata Kartini yang berhasil mendapatkan dua biji nanas.

Pecahkan Rekor MURI Ibu Hamil

Selain digelar di Desa Jejangkit Muara, Batola, puncak HPS 2018, juga dilaksanakan di area perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, kemarin. Sejumlah kegiatan untuk meramaikan gelaran tahunan tersebut. Seperti, pameran produk-produk dan teknologi pangan unggulan dari seluruh Indonesia. Serta, pemecahan rekor MURI, 2053 ibu hamil makan sehat bersama pada acara edukasi sajian bertajuk "isi piringku".

Meski batal dihadiri Presiden Joko Widodo, acara tetap berlangsung meriah. Ratusan warga terlihat memadati lokasi kegiatan. Apalagi di dalam area pameran, tampak sesak karena dipenuhi pengunjung. Acara tersebut juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berbagi tugas mendatangi dua kegiatan berbeda.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara resmi membuka pameran HPS 2018 yang diisi oleh 250 stand dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah itu, dia meninjau beberapa stand yang ada di sana.

"Semua stand luar biasa. Produk-produk yang mereka pamerkan memiliki keunggulan masing-masing," katanya usai berkeliling di lokasi pameran, didampingi Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan.

Dari sana, rombongan kemudian meninjau Kampung Pertanian Terpadu yang berada di samping lokasi pameran. Di sana, mereka mencicipi berbagai jenis buah yang baru dipanen. Seperti, durian, nanas dan semangka.

Sementara itu, di acara pemecahan rekor MURI penyuluhan tentang isi piringku yang diikuti 2053 ibu hamil dari kabupaten/kota se-Kalsel tampak dihadiri Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Dalam kesempatan itu, para ibu hamil diberi pengetahuan tentang pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama bagi bayi yang di kandungnya.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengapresiasi rekor MURI yang dilaksanakan Pemprov Kalsel itu. Menurutnya, penyuluhan tentang pentingnya gizi bagi para ibu hamil sangat penting dilaksanakan. "Ini ide sangat bagus dan patut ditiru oleh daerah lain," ucapnya. (gmp/rvn/mr-152/ris/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:28

9 Desember, UAS di Martapura

MARTAPURA – Kabar gembira kembali datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Ustaz Abdul Somad rencananya…

Sabtu, 17 November 2018 12:55

Abdul Latif Mundur, Partai Pengusung Siap-siap Tentukan Wakil

BARABAI – Hening dan tampak haru, begitulah suasana ruang sidang paripurna DPRD Hulu Sungai Tengah,…

Sabtu, 17 November 2018 12:46

Dan Terjadi Lagi!!, Ratusan Meter Jalan Amblas di HSU

AMUNTAI - Kejadian longsor di tepian sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jadi momok tahunan.…

Sabtu, 17 November 2018 11:54

Berlatih Sabar dan Tekun, Bangun Miniatur dari Stik Es Krim

Banyak orang berpandangan, mantan narapidana itu tidak akan berguna saat kembali ke tengah masyarakat.…

Sabtu, 17 November 2018 11:09

WOW...!! Dulu Kumuh, Kini Gang Ini Disulap Jadi Penuh Warna

BANJARBARU - Gang Keluarga di RT 12 RW 03 Sungai Besar sebelumnya agak kumuh. Jalanan gang belum ada…

Sabtu, 17 November 2018 11:00

Satu-satunya Peraih Natamukti Nindya di Kalsel

BANJARBARU - Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Natamukti Nindya dari Indonesia Council of…

Sabtu, 17 November 2018 10:57

Sempat Kesulitan Cari Sirap untuk Mes L

BANJARBARU - Proyek perbaikan mes L sudah berjalan selama satu bulan lebih. Saat ini bentuk bangunan…

Sabtu, 17 November 2018 10:37

Teladani Akhlak Rasulullah

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor mengatakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti…

Sabtu, 17 November 2018 10:34

Ini Yang Dilakukan Pemkab Tanbu Untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Diskominfo terus berupaya meningkatkan wawasan serta pengetahuan…

Sabtu, 17 November 2018 10:31

Enam Puskesmas Terima Sertifikat Akreditasi FKTP

BATULICIN - Sebanyak enam puskesmas menerima Sertifikat Akreditasi FKTP pada Peringatan Hari Kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .