MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02
Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul
PEMANTAU PENCEMARAN: Alat pemantau kualitas udara perkotaan yang terpasang di depan hutan kota, Jalan Lambung Mangkurat. Pemko dan dewan sedang menggodok raperda lingkungan hidup. Salah satunya untuk menahan laju pencemaran.

PROKAL.CO, BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup masih jauh dari selesai. Jangankan mengulas isi draf, judulnya saja sudah bolak-balik diganti.

Pangkal masalah, cakupan raperda disebut terlampau luas. Judulnya juga kelewat umum. Penilaian itu diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari hasil konsultasi pansus raperda beberapa waktu lalu.

Dalam rapat pembahasan di Gedung DPRD Banjarmasin, kemarin (19/10), muncul usulan agar judul draf raperda diganti. Cakupannya dipersempit dengan judul yang lebih spesifik. Otomatis, isinya pun harus dirombak. Tujuannya, agar pembahasan raperda tidak melebar ke mana-mana.

Judul alternatifnya adalah penanggulangan dan pemulihan atas pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Lucunya, mendekati akhir rapat, judul itu dihapus dan judul lama dikembalikan.

“Raperda ini jangan sampai mengulang-ulang perda yang sudah ada. Apalagi kalau sampai bertentangan,” kata Kabid Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono.

Pendapat Wahyu masuk akal. Sebab, Banjarmasin sudah lama memiliki perda tentang persampahan dan pertamanan. Lalu adapula perda tentang pengelolaan limbah cair dan perda tentang izin lingkungan hidup.

“Dalam perda izin lingkungan hidup, sudah termasuk di dalamnya aturan main terkait pengurusan dokumen amdal (analisis dampak lingkungan hidup). Sementara dalam draf raperda baru ini, amdal kembali disebut,” imbuh Wahyu.

Lantas, mengapa pansus harus bolak-balik mengganti judul. Toh pada akhirnya mereka kembali pada judul lama. Pertanyaan itu diajukan pada ketua pansus, Elly Rahmah.

“Iya, pembahasannya alot. Kami akhirnya kembali pada judul awal karena judul baru yang disodorkan justru terlalu sempit,” ujarnya.

Diceritakannya, selama ini DLH kerap ditanyai KemenLH-Hut. Adakah regulasi tentang lingkungan hidup di Banjarmasin. Dan jawabannya selalu tidak ada. “Jadi dengan bertahan pada judul yang ada, bisa menjawab kebutuhan DLH atas ketiadaan peraturan tersebut,” jelasnya.

Apakah tidak akan menjadi mubazir? Elly menegaskan tidak. “Kami tidak akan mengulang-ulang yang sudah disebutkan dalam perda lain,” jawabnya.

Di level nasional, sudah ada Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut Elly, raperda ini bisa menjadi versi mini dari UU tersebut. “Dengan catatan harus lebih lokal. Lebih menyentuh permasalahan khas yang dihadapi Banjarmasin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Peraturan dan Perundang-undangan pada Bagian Hukum Setdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah mengakui sempat kebingungan saat membaca draf raperda ini.

“Sempat adu argumen. Kalau dipersempit, saya kira bagus. Tapi kalau mau diperluas, apakah waktunya sempat untuk merampungkan pembahasannya? Mengingat bahan dan datanya tidak akan sedikit,” ujarnya.

Namun, Jefrie akhirnya setuju jika pansus bertahan pada draf awal. Dengan catatan, tidak menyimpang dari UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pada UU No 23, disebutkan 10 jenis kewenangan masalah lingkungan untuk daerah. Bagus jika raperda ini mengulas itu. Asalkan yang sudah diatur dalam perda lain tidak diulang-ulang,” tutup Jefrie. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 14:22

Warga Amaco Tagih PLN Perbaikan Elektronik yang Rusak

BANJARBARU - Hampir dua pekan sudah kejadian rusaknya peralatan elektronik…

Minggu, 20 Januari 2019 14:05

Sudah Masuk DPT, Tapi Bagaimana Napi Kenali Para Caleg?

BANJARMASIN - Kampanye di dalam lapas dan rutan jelas dilarang.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:57

Balai Jalan Khawatirkan Kondisi Jalan Pulau Pinang

BANJARMASIN - Jalan Ahmad Yani menjadi rute vital yang bakal…

Minggu, 20 Januari 2019 13:11

50 Hari Jelang Haul Guru Sekumpul, Beberapa Jalan Perlu di Tambal dan Penerangan

MARTAPURA - Menghadapi Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, sangat banyak…

Minggu, 20 Januari 2019 12:52

Menengok Kawasan Rumah Disabilitas Milik Pemko

Diresmikan pada April 2018, kini tempat tinggal di kawasan Rumah…

Minggu, 20 Januari 2019 12:38

Paman Birin di Anugerahi Alumni Berprestasi

Keluarga Besar SMAN 5 (Smali) Banjarmasin menganugerahkan alumni berprestasi kepada…

Minggu, 20 Januari 2019 11:40

Sungai Kemuning Bakal Diservis Penuh

BANJARBARU - Pembangunan siring di sepanjang Sungai Kemuning terus berjalan.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:33

Pengelola Indekos Mulai Terapkan Jam Malam

BANJARBARU – Pernah mendapati pasangan belum menikah di indekos yang…

Minggu, 20 Januari 2019 11:17

Belum Genap Sebulan Bupati Banjar Kembali Rombak Kabinetnya

MARTAPURA - Tak sampai satu bulan, Bupati Banjar H Khalilurrahman…

Minggu, 20 Januari 2019 10:52

PJN Kalsel Siapkan Jalur Alternatif Untuk Warga Alalak

BANJARMASIN - Proses pembangunan Jembatan Alalak kian terlihat. Sebagian dinding…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*