MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02
Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul
PEMANTAU PENCEMARAN: Alat pemantau kualitas udara perkotaan yang terpasang di depan hutan kota, Jalan Lambung Mangkurat. Pemko dan dewan sedang menggodok raperda lingkungan hidup. Salah satunya untuk menahan laju pencemaran.

PROKAL.CO, BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup masih jauh dari selesai. Jangankan mengulas isi draf, judulnya saja sudah bolak-balik diganti.

Pangkal masalah, cakupan raperda disebut terlampau luas. Judulnya juga kelewat umum. Penilaian itu diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari hasil konsultasi pansus raperda beberapa waktu lalu.

Dalam rapat pembahasan di Gedung DPRD Banjarmasin, kemarin (19/10), muncul usulan agar judul draf raperda diganti. Cakupannya dipersempit dengan judul yang lebih spesifik. Otomatis, isinya pun harus dirombak. Tujuannya, agar pembahasan raperda tidak melebar ke mana-mana.

Judul alternatifnya adalah penanggulangan dan pemulihan atas pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Lucunya, mendekati akhir rapat, judul itu dihapus dan judul lama dikembalikan.

“Raperda ini jangan sampai mengulang-ulang perda yang sudah ada. Apalagi kalau sampai bertentangan,” kata Kabid Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono.

Pendapat Wahyu masuk akal. Sebab, Banjarmasin sudah lama memiliki perda tentang persampahan dan pertamanan. Lalu adapula perda tentang pengelolaan limbah cair dan perda tentang izin lingkungan hidup.

“Dalam perda izin lingkungan hidup, sudah termasuk di dalamnya aturan main terkait pengurusan dokumen amdal (analisis dampak lingkungan hidup). Sementara dalam draf raperda baru ini, amdal kembali disebut,” imbuh Wahyu.

Lantas, mengapa pansus harus bolak-balik mengganti judul. Toh pada akhirnya mereka kembali pada judul lama. Pertanyaan itu diajukan pada ketua pansus, Elly Rahmah.

“Iya, pembahasannya alot. Kami akhirnya kembali pada judul awal karena judul baru yang disodorkan justru terlalu sempit,” ujarnya.

Diceritakannya, selama ini DLH kerap ditanyai KemenLH-Hut. Adakah regulasi tentang lingkungan hidup di Banjarmasin. Dan jawabannya selalu tidak ada. “Jadi dengan bertahan pada judul yang ada, bisa menjawab kebutuhan DLH atas ketiadaan peraturan tersebut,” jelasnya.

Apakah tidak akan menjadi mubazir? Elly menegaskan tidak. “Kami tidak akan mengulang-ulang yang sudah disebutkan dalam perda lain,” jawabnya.

Di level nasional, sudah ada Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut Elly, raperda ini bisa menjadi versi mini dari UU tersebut. “Dengan catatan harus lebih lokal. Lebih menyentuh permasalahan khas yang dihadapi Banjarmasin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Peraturan dan Perundang-undangan pada Bagian Hukum Setdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah mengakui sempat kebingungan saat membaca draf raperda ini.

“Sempat adu argumen. Kalau dipersempit, saya kira bagus. Tapi kalau mau diperluas, apakah waktunya sempat untuk merampungkan pembahasannya? Mengingat bahan dan datanya tidak akan sedikit,” ujarnya.

Namun, Jefrie akhirnya setuju jika pansus bertahan pada draf awal. Dengan catatan, tidak menyimpang dari UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pada UU No 23, disebutkan 10 jenis kewenangan masalah lingkungan untuk daerah. Bagus jika raperda ini mengulas itu. Asalkan yang sudah diatur dalam perda lain tidak diulang-ulang,” tutup Jefrie. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:28

9 Desember, UAS di Martapura

MARTAPURA – Kabar gembira kembali datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Ustaz Abdul Somad rencananya…

Sabtu, 17 November 2018 12:55

Abdul Latif Mundur, Partai Pengusung Siap-siap Tentukan Wakil

BARABAI – Hening dan tampak haru, begitulah suasana ruang sidang paripurna DPRD Hulu Sungai Tengah,…

Sabtu, 17 November 2018 12:46

Dan Terjadi Lagi!!, Ratusan Meter Jalan Amblas di HSU

AMUNTAI - Kejadian longsor di tepian sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jadi momok tahunan.…

Sabtu, 17 November 2018 11:54

Berlatih Sabar dan Tekun, Bangun Miniatur dari Stik Es Krim

Banyak orang berpandangan, mantan narapidana itu tidak akan berguna saat kembali ke tengah masyarakat.…

Sabtu, 17 November 2018 11:09

WOW...!! Dulu Kumuh, Kini Gang Ini Disulap Jadi Penuh Warna

BANJARBARU - Gang Keluarga di RT 12 RW 03 Sungai Besar sebelumnya agak kumuh. Jalanan gang belum ada…

Sabtu, 17 November 2018 11:00

Satu-satunya Peraih Natamukti Nindya di Kalsel

BANJARBARU - Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Natamukti Nindya dari Indonesia Council of…

Sabtu, 17 November 2018 10:57

Sempat Kesulitan Cari Sirap untuk Mes L

BANJARBARU - Proyek perbaikan mes L sudah berjalan selama satu bulan lebih. Saat ini bentuk bangunan…

Sabtu, 17 November 2018 10:37

Teladani Akhlak Rasulullah

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor mengatakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti…

Sabtu, 17 November 2018 10:34

Ini Yang Dilakukan Pemkab Tanbu Untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Diskominfo terus berupaya meningkatkan wawasan serta pengetahuan…

Sabtu, 17 November 2018 10:31

Enam Puskesmas Terima Sertifikat Akreditasi FKTP

BATULICIN - Sebanyak enam puskesmas menerima Sertifikat Akreditasi FKTP pada Peringatan Hari Kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .