MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02
Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul
PEMANTAU PENCEMARAN: Alat pemantau kualitas udara perkotaan yang terpasang di depan hutan kota, Jalan Lambung Mangkurat. Pemko dan dewan sedang menggodok raperda lingkungan hidup. Salah satunya untuk menahan laju pencemaran.

PROKAL.CO, BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup masih jauh dari selesai. Jangankan mengulas isi draf, judulnya saja sudah bolak-balik diganti.

Pangkal masalah, cakupan raperda disebut terlampau luas. Judulnya juga kelewat umum. Penilaian itu diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari hasil konsultasi pansus raperda beberapa waktu lalu.

Dalam rapat pembahasan di Gedung DPRD Banjarmasin, kemarin (19/10), muncul usulan agar judul draf raperda diganti. Cakupannya dipersempit dengan judul yang lebih spesifik. Otomatis, isinya pun harus dirombak. Tujuannya, agar pembahasan raperda tidak melebar ke mana-mana.

Judul alternatifnya adalah penanggulangan dan pemulihan atas pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Lucunya, mendekati akhir rapat, judul itu dihapus dan judul lama dikembalikan.

“Raperda ini jangan sampai mengulang-ulang perda yang sudah ada. Apalagi kalau sampai bertentangan,” kata Kabid Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono.

Pendapat Wahyu masuk akal. Sebab, Banjarmasin sudah lama memiliki perda tentang persampahan dan pertamanan. Lalu adapula perda tentang pengelolaan limbah cair dan perda tentang izin lingkungan hidup.

“Dalam perda izin lingkungan hidup, sudah termasuk di dalamnya aturan main terkait pengurusan dokumen amdal (analisis dampak lingkungan hidup). Sementara dalam draf raperda baru ini, amdal kembali disebut,” imbuh Wahyu.

Lantas, mengapa pansus harus bolak-balik mengganti judul. Toh pada akhirnya mereka kembali pada judul lama. Pertanyaan itu diajukan pada ketua pansus, Elly Rahmah.

“Iya, pembahasannya alot. Kami akhirnya kembali pada judul awal karena judul baru yang disodorkan justru terlalu sempit,” ujarnya.

Diceritakannya, selama ini DLH kerap ditanyai KemenLH-Hut. Adakah regulasi tentang lingkungan hidup di Banjarmasin. Dan jawabannya selalu tidak ada. “Jadi dengan bertahan pada judul yang ada, bisa menjawab kebutuhan DLH atas ketiadaan peraturan tersebut,” jelasnya.

Apakah tidak akan menjadi mubazir? Elly menegaskan tidak. “Kami tidak akan mengulang-ulang yang sudah disebutkan dalam perda lain,” jawabnya.

Di level nasional, sudah ada Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut Elly, raperda ini bisa menjadi versi mini dari UU tersebut. “Dengan catatan harus lebih lokal. Lebih menyentuh permasalahan khas yang dihadapi Banjarmasin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Peraturan dan Perundang-undangan pada Bagian Hukum Setdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah mengakui sempat kebingungan saat membaca draf raperda ini.

“Sempat adu argumen. Kalau dipersempit, saya kira bagus. Tapi kalau mau diperluas, apakah waktunya sempat untuk merampungkan pembahasannya? Mengingat bahan dan datanya tidak akan sedikit,” ujarnya.

Namun, Jefrie akhirnya setuju jika pansus bertahan pada draf awal. Dengan catatan, tidak menyimpang dari UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pada UU No 23, disebutkan 10 jenis kewenangan masalah lingkungan untuk daerah. Bagus jika raperda ini mengulas itu. Asalkan yang sudah diatur dalam perda lain tidak diulang-ulang,” tutup Jefrie. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 15:03

PUPR Tata Bantaran Sungai: Rp21 Miliar untuk 10 Titik

BANJARMASIN – Dinas PUPR Banjarmasin coba putar otak. Mengatasi genangan…

Senin, 22 April 2019 11:26
BREAKING NEWS

Peringati Hari Bumi, Mahasiswa Turun ke Jalan

BANJARMASIN -- Peringatan Hari Bumi se-Dunia sejumlah mahasiswa  yang tergabung…

Senin, 22 April 2019 09:42

Kabar Gembira..! Usai Pemilu, BRT Segera Beroperasi

BANJARMASIN - Dalam waktu dekat masyarakat Kalsel bakal dapat merasakan…

Senin, 22 April 2019 09:35

Sekda Ajak Waspadai Ajaran Sesat

BATULICIN - Sekda Tanbu H Rooswandi Salem mengingatkan jajarannya untuk…

Senin, 22 April 2019 09:32
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Iman dan Taqwa

BATULICIN - Pemkab Tanbu menggelar acara penyambutan malam Nisfu Syakban…

Senin, 22 April 2019 09:30
Pemkab Tanah Bumbu

191 CPNS Tanbu Terima SK

BATULICIN - Sebanyak 191 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten…

Senin, 22 April 2019 09:26
Pemko Banjarbaru

Gelar Lomba Baegal Tingkat SKPD

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan Kamis…

Senin, 22 April 2019 09:24

Bungas...! Karyawan Syamsudin Noor Mendadak Jadi Model

BANJARBARU - Suasana ruang tunggu keberangkatan Terminal Bandara Syamsudin Noor,…

Senin, 22 April 2019 09:21

Hari Bumi: Pecinta Alam Banua Deklarasikan #SaveMeratus

BANJARBARU - Sejumlah organisasi pecinta alam dari Banjarbaru dan Martapura,…

Senin, 22 April 2019 09:10
Parlementaria

Dewan Minta Angkutan Pelajar Lebih Dikembangkan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mengapresiasi program angkutan pelajar gratis yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*