MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05
Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19
MELINTASI WAKTU: Kawang Yoedha saat menjelaskan busana pengantin perempuan dari abad ke-15, namanya Bagajah Gamuling Baular Lulut.

PROKAL.CO, BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern diterima, tanpa harus mematikan budaya lokal. Ada pakem-pakem dari tata rias dan busana pengantin adat Banjar yang harus dijaga.

Buku Busana Pengantin Adat Banjar Pakem dari Abad ke Abad diluncurkan dan dibedah di Balai Kota, kemarin (20/10) pagi. Penulisnya adalah desainer kondang Kawang Yoedha.

Aula Kayuh Baimbai diberi catwalk untuk sebuah fashion show sederhana. Tiga pasang model bak pengantin berjalan perlahan di atas karpet merah. Penonton pun terpukau.

Yang mengejutkan, riasan dan busana yang mereka kenakan adalah pakaian adat Banjar seasli-aslinya. Para pendahulu ternyata punya selera fashion yang tinggi. Yang kuno memang tak selalu kolot.

Penampilan pertama adalah Bagajah Gamuling Baular Lulut. Busana pengantin Banjar dari abad ke-15 sampai 16. Di sini, pengaruh budaya Hindu masih kental sekali.

Lalu Baamar Galung Pancaran Matahari dari abad ke-17 sampai 18. Inilah busana pengantin Banjar yang paling populer. Digemari masyarakat hingga sekarang.

Dan terakhir, Babajukan Galung Pacinan. Busana dari abad ke-19 ini mengawinkan Budaya Banjar, Tionghoa dan Arab. Pakaiannya lebih tertutup dan longgar. Dengan pilihan warna merah ala kelenteng.

Namun, patut disayangkan, tak semua kursi seminar terisi penuh. Kebanyakan yang hadir juga siswi-siswi SMK jurusan tata busana dan tata kecantikan. Tak tampak pemilik butik, desainer, atau penata rias profesional.

Rupanya, Kawang punya reputasi "seram". Dia terkenal kritis. Tak ragu menegur desainer atau penata rias yang kebablasan. Mungkin, gara-gara itulah tak banyak yang cukup siap untuk duduk di seminar ini dan mendapati kupingnya merah.

Namun, bukan berarti dia anti perubahan. Kawang tak masalah dengan sentuhan kontemporer pada busana pengantin Banjar.

"Boleh-boleh saja. Asal pijakannya jangan lepas. Kreasi modernnya jangan sampai melampaui 80 persen dari keseluruhan pakaian. Itu patokannya," jelasnya.

"Contoh, mahkotanya Banjar, tapi bawahannya rok mengembang seperti boneka barbie. Ini pengantin Eropa atau pengantin Banjar?" cecarnya.

Maka, dia mengajak desainer muda untuk menggali dan melestarikan warisan budayanya. "Leluhur kita susah payah menggalinya. Bagaimana agar busana kita khas. Berbeda dengan 33 provinsi lainnya. Setiap detil ada filosofinya," bebernya.

Pengakuan bahkan datang dari Martha Tilaar. Pengusaha kosmetik dan jamu terbesar di Indonesia. Kawang mengaku mendengar langsung dari mulut Martha. Yang terkagum-kagum melihat busana pengantin adat Banjar.

"Kalau Bu Martha saja kagum, kenapa kita malah malu? Desainer dan penata rias muda jangan mau kalah oleh gempuran globalisasi," tegasnya.

Namun, Kawang tak ingin melulu menyalahkan para desainer dari generasi belakangan. Dia menyadari, beberapa aksesori pada busana pengantin Banjar terbilang langka.

Tak bisa ditemukan di pasar karena memang tak ada lagi yang membuatnya. "Saya berharap, kedepan bisa bekerjasama dengan sejumlah perajin lokal," pungkasnya.

Buku itu diluncurkan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Banjarmasin, Siti Wasilah. Dia melihat, busana pengantin Banjar itu tak sekadar cantik, tapi juga tampak sakral.

"Ini bentuk penghargaan orang Banjar terhadap lembaga keluarga. Saya berharap banyak yang akan membeli buku ini," ujarnya.

Istri wali kota itu menambahkan, semangat pelestarian budaya tak mesti selalu berbenturan. Mengingat tren mode berubah sangat cepat. "Bukan berarti anti mode. Prinsipnya adalah mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai," imbuh Wasilah. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .