MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 30 Oktober 2018 11:51
Korban Lion Air JT610 Sempat Kirim Foto ke Marabahan
SEMASA HIDUP: Mendiang Ikhsan Riyadi beserta istrinya di PN Marabahan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN- Jajaran Pengadilan Negeri (PN) Marabahan dirundung kesedihan. M Ikhsan Riyadi Fitrasyah, hakim yang sebulan lalu masih bertugas di PN Marabahan itu termasuk dalam penumpang Lion Air JT 610 yang take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandar Depati Amir, Pangkal Pinang dan jatuh di Laut Jawa. 189 orang menjadi korban.

Ihksan sapaan akrabnya baru saja menerima Surat Keputusan (SK) untuk ditugaskan di Kota Koba Kabupaten Bangka Tengah. Senin itu diperkirakan dia hendak memulai kerja di kantor barunya.
Kepala PN Marabahan, Dyan Martha Budhinugraeny melalui Humas Hakim Pengadilan Negeri Marabahan Damar Kusuma Wardana, menjelaskan Ikhsan bertugas di PN Marabahan selama empat tahun sebelum kemudian dipindahkan pertengahan Oktober tadi ke Koba, Bangka Tengah.

“Beliau terakhir pamitan Rabu (24/10) bersama jajaran PN Marabahan, ya sempat foto-foto bareng dan bersalaman. Saya terakhir ketemu Selasa (23/10) dan juga sempat saya abadikan ketika kami mau menjalankan agenda sidang,” kenangnya.

Pria kelahiran Lampung 8 Mei 1989 itu berangkat dari Marabahan ke Jakarta pada Rabu (24/10) dan Jumat (26/10) terbang ke Pangkal Pinang untuk menghadap pimpinan disana. Dia sempat mengirim foto-foto kantor barunya di Koba.

“Ada beliau kirim foto-foto tentang kantor PN Koba, terlihat begitu senangnya,” ucapnya.

Rupanya setelah dari sana, Ikhsan balik ke Jakarta (27/10) untuk menghadiri acara keluarga istrinya. Dia pulang pada Senin, yang menjadi perjalanan terakhirnya.

Damar mengatakan jajaran PN Marabahan menerima kabar tentang pesawat kehilangan kontak ketika istrinya menghubungi bagian kesekretariatan untuk meminta bantu menghubungi nomor suaminya.

“ Saat itu istrinya mau balik ke Marabahan, satu jam setelah suaminya berangkat. Namun keberangkatan dia langsung dibatalkan ketika menerima kabar jika pesawat Lion Air yang ditumpangi suaminya kehilangan kontak,” terang Damar yang mengatakan sang istri bersama dengan dua putrinya memang saat itu berada di Jakarta.

Istri Ikhsan, Septiana Damaiyanti sebelumnya di Marabahan menjabat Panitera Pengganti. Keluarga itu memiliki dua anak yang masih berumur 3 tahun dan 9 bulan.

Beberapa hari sebelum pindah, Ikhsan menurut Damar terlihat antusias untuk menyambut tugas barunya. “ Seluruh ruang kantor dibersihkannya , dia juga memberikan sumbangan untuk kenang-kenangan satu kardus bola tenis kepada kami,” ucapnya yang mengatakan Ikhsan memang hobi main tenis.

Ikhsan dikenal sebagai hakim yang jarang bicara serta memiliki disiplin yang kuat serta bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
“Jujur saya sendiri merasa kehilangan, dia saya kenal orang sangat rendah hati,” pungkasnya.

Kepala Basarnas M Syaugi kemarin (29/10) mengataka bahwa pihaknya menerima informasi dari air traffic control (ATC) Jakarta kalau JT-610 hilang kontak. ”Pesawat ada di ketinggian 2.500 ft saat itu,” ungkapnya. Sedangkan untuk kecepatan mencapai 340 knot.

Basarnas pun segera memberangkatkan pasukan. Untuk menyisir, mereka menggunakan kapal laut dan helikopter. Sekitar 150 anggota Basarnas dikerahkan. ”Begitu sampai di lokasi kami menemukan puing pesawat, pelampung, hp, dan beberapa potongan tubuh. Itu lokasinya 2 nautical mile dari koordinat yang diberikan ATC,” ucapnya. Nelayan, TNI, dan Polri pun membantu menyisir di permukaan.

Tidak berhenti pencarian di permukaan, Basarnas melakukan penyelaman. Kedalaman laut di lokasi tersebut mencapai 30 hingga 35 meter. Sayangnya hingga kemarin, belum ditemukan bangkai pesawat. Direktur Operasional SAR Bambang Suryoaji menambahkan bahwa pihaknya akan menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) pada KRI Rigel milik TNI AL. ”Untuk membantu menemukan bangkai kapal, ROV saja cukup,”tuturnya.

Basarnas juga akan menggandeng Kapal Riset milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) KR Baruna Jaya I. Kapal tersebut fokus dalam pencarian Kotak Hitam pesawat Lion Air JT 610. Deputi BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) Hammam Riza menuturkan Kapal Riset Baruna Jaya I telah dilengkapi peralatan canggih untuk menemukan kotak hitam atau black box pesawat. ”Kami telah diminta oleh KNKT dan akan koordinasi dengan Basarnas untuk melakukan operasi ini. Kapal Baruna Jaya I akan kami berangkatkan nanti malam (kemarin malam, Red) atau paling lambat esok pagi (hari ini, Red), dari Dermaga Muara Baru,” ungkapnya. Diutarakan lebih lanjut oleh Deputi TPSA, bahwa BPPT sebelumnya dengan Kapal Baruna Jaya juga telah membantu menemukan kotak hitam pesawat Air Asia QZ 8501, awal Tahun 2015 silam. Baruna Jaya juga turut membantu proses identifikasi Kapal Sinar Bangun di Perairan Danau Toba.

Pencarian bangkai pesawat ini betul-betul menjadi perhatian Basarnas. Bambang memprediksi jika masih banyak penumpang yang ada di bangkai kapal. Hal tersebut mengingat jumlah potongan tubuh korban yang ditemukan. ”Total ada enam kantong jenasah yang kami temukan. Seluruhnya dibawa ke RS Polri. Sementara serpihan pesawat kami kirimkan ke KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Red),” ujarnya.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono yang ditemui ditempat yang sama menuturkan bahwa pesawat dengan nomor registerasi PK-LQP merupakan pesawat baru. Sekitar Agustus lalu baru mengudara. Sehingga jam terbangnya pun baru 800 jam. ”Black box dan investigasi sedang dilakukan,” tuturnya.

Bahkan, untuk tambahan, bantuan peralatan dari Singapura pun didatangkan. Tadi malam, bantuan tersebut tiba di Jakarta dan langsung dibawa ke lokasi. "Singapura bawa alat yang lebih baik lebih sensitif mencari Blackbox," ujarnya tadi malam.

Pencarian Blackbox itu diharapkan bisa membuka penyebab kecelakaan tersebut secara lebih pasti. Termasuk untuk menguak dibalik permintaan pilot meminta izin melakukan RTB ke pihak bandara Soekarno Hatta. "Nanti akan kelihatan alasannya," ujarnya.

Jika melihat kondisi lapangan dan peralatan yang dibawa, dia optimis, upaya pencarian akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan upaya di Danau Toba lalu. Pihaknya sendiri menetapkan tahap awal pencarian selama tujuh hari. Jika belum ditemukan ada tiga hari tambahan. "Itu bisa ditambah lagi," ungkapnya.

Dia belum berani memastikan bagaimana kondisi pesawat sebelum terbang. Termasuk adanya dugaan pesawat mengalami kerusakan sejak Minggu malam terbang dari Bali menuju Jakarta. ”Nanti tunggu laporan dari mekaniknya dulu,” ujarnya. (lan/lyn/far/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 15:35
SMK PP Negeri Banjarbaru

SMK-PPN Banjarbaru seleksi peserta PWMP

SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Banjarbaru melaksanakan kegiatan seleksi…

Senin, 24 Juni 2019 11:03

Gambut, Penyangga Pangan atau Penyangga Kota?

Sejatinya, pemerintah Kabupaten Banjar sudah menyiapkan lahan abadi pertanian dalam…

Senin, 24 Juni 2019 10:29
Pemkab Balangan

Pembangunan Asrama Mahasiswi Balangan di Yogyakarta Masuk Perencanaan

PARINGIN – Suasana akrab dan kekeluargaan terasa pada gelaran halalbihalal…

Senin, 24 Juni 2019 09:53

Tak Ada Tawar-Menawar untuk Posisi Karmila, Harry: PAN Terbuka untuk Koalisi

BANJARMASIN - Harry Wijaya menjadi kandidat terkuat untuk menduduki kursi…

Senin, 24 Juni 2019 09:49
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Dilatih Budi daya Kelapa Sawit

BATULICIN - Dinas Pertanian Tanbu mengadakan Pelatihan Manajemen Budi daya…

Senin, 24 Juni 2019 09:48
Pemkab Tanah Bumbu

PMD Gelar Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten

BATULICIN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Rapat…

Senin, 24 Juni 2019 09:47
Pemkab Tanah Bumbu

Giliran Sungai Loban Disambangi Wabup

BATULICIN - Wakil Bupati Tanbu H Ready Kambo menyambangi Kantor…

Senin, 24 Juni 2019 09:45
Parlementaria

Dewan Apresiasi Gelaran HUT Bhayangkara

BANJARBARU - Ketua DPRD Banjarbaru AR Iwansyah, Minggu (23/6) kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 09:37
Pemko Banjarbaru

Serahkan Bantuan untuk Musala An Nadzar

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, didampingi…

Senin, 24 Juni 2019 09:31

Bertemu Singkat, Megawati Restui Niat Hermansyah

BANJARMASIN - Sembari mengurus izin operasional Rumah Sakit Sultan Suriansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*