MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 02 November 2018 10:50
Ada yang Jadi Mata Pilot, Ada yang Penjaga Cuaca

Menengok Kerja Para Penggerak Dunia Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor

RUANG STERIL: Petugas Air Traffic Controller (ATC) di kantor AirNav memantau penerbangan pesawat di radar sembari menjalin komunikasi intens dengan para pilot guna memandu serta memastikan penerbangan berjalan dengan aman dan lancar.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bandara adalah sebuah dunia sendiri. Dengan ribuan orang yang bergegas, jadwal yang ditata berganti-ganti, dan pesawat yang datang dan pergi, dengan keteraturan yang selalu diawasi setiap saat.  Salah sedikit, bisa berakibat fatal.

Di balik pesawat datang dan pergi ada orang-orang yang bekerja  memastikan  keamanan para pengguna bandara dan penumpang pesawat. Mereka saling bergantung dalam rantai koordinasi yang intens setiap harinya. 

Ada empat lembaga yang beroperasi di Bandara.   AirNav Indonesia, Angkasa Pura,  Maskapai (Airlines) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Keempat instansi ini lah yang menjalankan dunia penerbangan sehari-hari.

AirNav  bertanggungjawab sebagai pelayanan lalu lintas udara. Melalui ATC (Air Traffic Controller), perusahaan berplat merah ini selain memandu pesawat di udara juga mengatur lalulintas udara selama penerbangan. 

"ATC ini yang bertugas memandu pilot selama mengudara, ibaratnya mata pilot ketika di udara," ucap Plh Manajer Teknik Airnav Ghygih Trisulla kepada Radar Banjarmasin. Dia mengatakan komunikasi ATC dengan pilot sangat vital. Tidak boleh ada kesalahan.  "Baik dari keberangkatan, perjalanan hingga mendarat, itu kita pantau terus dan dipandu," terangnya.

Petugas ATC ini lah yang mengatur level ketinggian pesawat ataupun slot untuk mendarat di runway. Dalam satu jalur, jika tidak diatur pesawat bisa bertabrakan. Begitu juga jika lalai menata slot, pesawat bisa berebut masuk ke runway. Plh Manajer Operasi AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin, Siwi Maikaratri mengatakan dalam sehari, pihaknya mengatur 115 penerbangan di langit Kalsel.

Karena berurusan dengan keselamatan dan keamanan orang banyak, petugas ATC yang biasa stand by di menara pemantau serta di kantor AirNav  harus benar-benar fokus. Salah sedikit...fatal akibatnya. 

 

Bagaimana jika petugas ngantuk?

 

 

"Mereka setiap dua jam harus rest (istirahat) baru lanjut lagi," ucap Siwi seraya mengatakan dalam bekerja, petugas ATC  tidak boleh melakukan aktivitas lain. "Misal ngobrol, bahkan tidak boleh ada smartphone di sekitarnya," tegasnya.

 

Agar memastikan petugas ATC yang berperan sebagai mata pilot ini dalam kondisi prima,  setiap  masuk  di ruangan ATC Room, mereka dites dan diperiksa oleh dokter terlebih dahulu. "Tidak hanya diperiksa fisik, tapi psikologi juga diperiksa, karena takutnya ada pikiran," ucapnya.

 

Dalam kasus-kasus pesawat hilang, petugas ATC ini juga yang pertama kali mengetahuinya. Mereka membagi level-level Lost contact itu dalam beberapa level."Incerfa, Alerfa serta Distressfa, ketiganya punya status yang berbeda-beda," jelas Siwi.

 

Incerfa, kata Siwi adalah kondisi dimana pesawat selama tiga puluh menit usai posisi di udara dan tidak ada kabar. Kemudian Alerfa  adalah lima menit setelah status Incerfa. "Kalau distressfa itu lima menit sebelum jadwal landing pesawat namun juga tidak ada kontak dengan kita maupun hilang di pantauan radar," sebutnya yang mengatakan jika status hilang kontak sudah level berbahaya,  saat itulah mereka mulai menghubungi Basarnas.  

 

Kehilangan kontak dengan pilot bisa terjadi meski pesawat tidak hilang di udara. Itu bisa disebabkan alat komunikasi yang error atau faktor cuaca. Faktor cuaca sangat penting dalam pekerjaan memandu pesawat.  Petugas ATC tidak tahu jika ada gangguan cuaca yang berbahaya bagi pesawat jika tidak diinfokan dari BMKG. Di sinilah peran BMKG di bandara. Informasi mereka diteruskan ke pilot yang sedang mengudara oleh petugas ATC.

 

Prakirawan BMKG Syamsudin Noor, Purwo Aji Setiawan mencoba menjelaskan perihal faktor-faktor cuaca yang bisa berpengaruh terhadap penerbangan. Terutama soal cuaca ekstrem. Aji mengungkapkan ada dua pembagian untuk cuaca ekstrem dalam dunia penerbangan. "Itu dibagi berdasarkan lokasi, yakni ketika di Bandara ataupun saat di perjalanan (en-route)," jawabnya.

 

Untuk Bandara, cuaca ekstrem yang berdampak terhadap penerbangan ada beberapa. Pertama yang sering terjadi adalah Crosswind. Yakni angin kencang yang memotong landasan. Hal ini bisa disebabkan hujan lebat yang disertai petir dan badai, atau yang akhir-akhir ini terjadi adalah kabut asap yang memengaruhi visibility. "itu jika terjadi di Bandara sangat signifikan berdampak terhadap take off," bebernya.

 

Lanjut ke En-Route atau perjalanan. Kondisi cuaca esktrem untuk hal ini sebut Aji sebagian besar terkait dengan fenomena cuaca akibat adanya awan Cumulonimbus.  Awan yang bisa disebut cb ini  bisa menghasilkan turbulensi di pesawat. "Awan Cb juga bisa menciptakan partikel es ketika di atas," tambahnya.

 

Dia menggarisbawahi turbulensi rupanya bisa terjadi ketika cuaca cerah. "Biasa disebut CAT (clear air turbulence) atau saat dekat dengan pegunungan, dimana angin yang menabrak gunung bisa menyebabkan turbulensi," tuturnya.

 

Di Kalsel,  yang dominan berpengaruh terhadap operasi penerbangan adalah fenomena cuaca yang dihasilkan awan Cb, hujan lebat dan petir. "Untuk dominan itu tadi, tetapi ada juga pengaruh musim kemarau yakni kabut asap, selain visibilty, ini juga bisa mengganggu mesin pesawat jika partikel debu hasil kebakaran masuk ke mesin," jawabnya.

 

Partikel yang masuk ke mesin sebenarnya sudah dijaga sejak di darat. Otoritas yang menjalankan mekanisme dan prosedur darat adalah Angkasa Pura atau pengelola bandara. 

 

Communication & Legal Section Head, Aditya Putra Patria menyebut bahwa dalam pengamanan di bandara pihaknya punya dua aspek. Yang pertama  adalah Screening. Atau dalam hal ini pemeriksaan pertama kepada para calon penumpang. "Yang diperiksa itu penumpang dan barang bawaannya baik yang bagasi kabin atau bagasi terdaftar," ujarnya.

 

Kemudian untuk meminimalisir risiko kecelakaan dalam dunia penerbangan, aspek kedua  adalah Protection. Inilah yang disebutnya jadi cakupan bandara secara menyeluruh. 

 

Untuk sisi keselamatan, tim teknik kita selalu memantau kesiapan fasilitas dari potensi-potensi yang bisa mengancam keselamatan. "Tim safety kita menjaga keselamatan operasi di Bandara, lalu untuk kesiapan pesawat juga ada tim ground handling dan kru darat dari setiap maskapai yang menjaga pesawat siap operasi," tutupnya.(rvn/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:52

Bawa Dua Penumpang Misterius (3)

BANJARMASIN - Sebelum Pesawat DC-8 Loftleider Icelandic yang membawa 249…

Sabtu, 17 November 2018 13:46

Mimpi Salat di Antara Mayat Dalam Masjid Nabawi (2)

BANJARMASIN - Sementara itu, KH Taberani Basri masih ingat kejadian…

Sabtu, 17 November 2018 13:35
Mengenang Tragedi Kolombo 15 November 1978

Ingat Pesawat Kusam dan Kepulangan Yang Tertunda (1)

BANJARMASIN - Tragedi jelang tengah malam di pertengahan November 1978…

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945.…

Jumat, 09 November 2018 08:35

Kisah Pengrajin Arang Asal Banjarbaru Ciptakan Alat Musik dari Arang

Lima tahun bergelut sebagai pengrajin dan wirausaha arang, Narwanto berpikir…

Kamis, 08 November 2018 13:07

Kala Dua Penyandang Tunanetra Raih Juara Literasi Tingkat Nasional

Memiliki keterbatasan, tak menghentikan dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .